Membuka beberapa toko di marketplace bisa membantu Anda menjangkau lebih banyak pelanggan. Satu toko mungkin fokus menjual pakaian, sementara toko lain menawarkan sepatu atau produk rumah tangga. Strategi seperti ini cukup umum ketika bisnis mulai berkembang dan Anda ingin menyasar pasar yang berbeda.
Namun, Sobat KH perlu memperhatikan satu hal penting. Banyak akun marketplace tidak otomatis berarti banyak wajib pajak. Jika seluruh akun masih menggunakan identitas pajak yang sama, Anda perlu melihat omzetnya secara keseluruhan. Karena itu, penggunaan satu NPWP untuk banyak akun marketplace perlu Anda ikuti dengan pencatatan yang rapi agar perhitungan pajak tidak keliru.
Bagaimana Aturan Pajak Melihat Banyak Akun Marketplace?
NPWP melekat pada wajib pajak, bukan pada jumlah toko online yang Anda miliki. Jadi, ketika beberapa akun marketplace menggunakan identitas pajak yang sama, Anda tetap perlu melihat seluruh penghasilan usaha dalam satu kesatuan wajib pajak.
Misalnya, Anda memiliki tiga toko. Toko pertama menjual pakaian, toko kedua menjual sepatu, dan toko ketiga menjual aksesori. Masing-masing toko memang punya catatan penjualan sendiri. Namun, Anda tetap perlu melihat total omzetnya ketika menghitung kewajiban pajak.
Karena itu, satu NPWP untuk banyak akun marketplace bukan berarti Anda bisa memisahkan omzet hanya untuk menghindari batas tertentu. Anda tetap perlu mencatat transaksi setiap toko, kemudian menggabungkannya untuk melihat kondisi usaha secara menyeluruh.
Pemisahan catatan justru tetap penting. Cara ini membantu Anda mengetahui toko mana yang paling menghasilkan, berapa biaya masing-masing toko, dan berapa total omzet yang perlu Anda perhitungkan.
Bagaimana Menghitung Batas Omzet Jika Punya Banyak Toko?
Pemilik beberapa akun marketplace perlu memperhatikan total omzet dari seluruh kegiatan usaha yang menggunakan identitas pajak yang sama. Jangan hanya melihat angka dari toko yang penjualannya paling besar.
Contohnya, toko A menghasilkan omzet Rp150 juta dalam satu tahun. Pada periode yang sama, toko B mencatat Rp200 juta dan toko C menghasilkan Rp175 juta. Jika ketiganya memakai NPWP yang sama, Anda perlu melihat total omzet Rp525 juta, bukan angka masing-masing toko secara terpisah.
Nah, di sinilah penggunaan satu NPWP untuk banyak akun marketplace membutuhkan pencatatan yang lebih disiplin. Jangan sampai setiap admin toko hanya melihat laporan masing-masing tanpa pernah menggabungkan datanya.
Sobat KH, Anda bisa membuat rekap khusus untuk seluruh akun. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui perkembangan omzet dan melihat lebih awal jika total penjualan mulai mendekati batas tertentu.
Agar lebih mudah, pantau beberapa hal berikut setiap bulan:
- Omzet Toko A
- Omzet Toko B
- Omzet Toko C
- Omzet dari marketplace lainnya
- Total omzet seluruh akun
- PPh yang sudah dipungut marketplace
Dengan cara ini, Anda tidak perlu menunggu akhir tahun untuk mengetahui posisi omzet usaha.
Tetap Pisahkan Pembukuan Setiap Akun Marketplace
Walaupun Anda menggunakan satu NPWP, bukan berarti Anda harus mencampur semua transaksi dalam satu catatan. Justru sebaliknya, pisahkan pembukuan setiap toko agar Anda lebih mudah memantau performanya.
Buat catatan untuk masing-masing marketplace. Masukkan omzet, biaya layanan, biaya iklan, biaya pengiriman, potongan pajak, hingga dana bersih yang masuk ke rekening. Setelah itu, buat rekap gabungan pada akhir bulan.
Setiap akun marketplace setidaknya perlu memiliki catatan mengenai:
- Nama Marketplace Dan Nama Akun
- Total Penjualan
- Biaya Layanan Marketplace
- PPh Yang Dipungut
- Biaya Pengiriman Atau Biaya Lain
- Dana Bersih Yang Masuk
- Pengeluaran Operasional
Misalnya, Anda memiliki lima akun marketplace. Masing-masing akun tetap punya laporan sendiri, tetapi bagian keuangan membuat satu laporan gabungan untuk melihat total omzet usaha.
Pola ini membuat penggunaan satu NPWP untuk banyak akun marketplace jauh lebih mudah Anda kelola. Anda bisa melihat detail setiap toko tanpa kehilangan gambaran besar mengenai kondisi bisnis secara keseluruhan.
Selain membantu urusan pajak, pencatatan seperti ini juga berguna ketika Anda ingin menentukan toko mana yang perlu mendapat tambahan modal atau justru perlu melakukan efisiensi.
Perhatikan Potongan PPh Dari Marketplace
Marketplace kini menjalankan mekanisme pemungutan PPh sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, pemilik beberapa akun perlu mencermati bukti pemungutan dari setiap platform.
Jangan hanya mencatat dana bersih yang masuk ke saldo marketplace. Anda juga perlu mengetahui nilai penjualan sebelum potongan, jumlah PPh, biaya layanan, serta dana yang akhirnya masuk ke rekening.
Jika Anda menggunakan satu NPWP untuk banyak akun marketplace, kumpulkan bukti pemungutan dari seluruh akun. Setelah itu, cocokkan angka tersebut dengan laporan penjualan dan pembukuan internal.
Simpan dokumen berikut dari setiap marketplace:
- Rekap Transaksi Penjualan
- Bukti Pemungutan PPh
- Bukti Pencairan Dana
- Invoice Atau Dokumen Transaksi
- Laporan Biaya Marketplace
- Mutasi Rekening Usaha
Langkah ini penting agar Anda tidak mengabaikan pajak yang sudah dipungut marketplace. Bukti pemungutan juga membantu Anda saat menyusun laporan pajak dan melakukan rekonsiliasi data.
Kapan Perlu Memisahkan Entitas Bisnis?
Memiliki banyak toko tidak selalu berarti Anda perlu mendirikan banyak perusahaan. Namun, kebutuhan tersebut bisa muncul ketika bisnis sudah berkembang dan setiap lini usaha memiliki struktur, pengelolaan, atau pemilik yang berbeda.
Misalnya, Anda menjalankan bisnis pakaian bersama satu kelompok usaha, sementara bisnis perlengkapan rumah tangga memiliki investor dan pengelola yang berbeda. Dalam kondisi seperti ini, pemisahan entitas dapat menjadi pilihan yang perlu Anda pertimbangkan dari sisi hukum dan bisnis.
Namun, jangan mendirikan perusahaan baru hanya karena ingin memisahkan omzet. Anda perlu melihat struktur kepemilikan, sumber modal, kegiatan usaha, rekening, aset, hingga pengelolaan masing-masing bisnis.
Sebelum memisahkan entitas bisnis, perhatikan beberapa hal berikut:
- Struktur kepemilikan usaha
- Sumber modal masing-masing bisnis
- Kegiatan usaha yang dijalankan
- Pengelolaan dan pengambilan keputusan
- Rekening dan arus kas
- Aset yang digunakan
- Hubungan antar entitas
Jika Anda mempertimbangkan penggunaan entitas berbeda, konsultasikan rencananya terlebih dahulu. Dengan begitu, pemisahan bisnis benar-benar mencerminkan kegiatan usaha yang berbeda, bukan sekadar memecah transaksi di atas kertas.
Hindari Mencampur Rekening Dan Transaksi Usaha
Satu hal yang sering membuat pembukuan berantakan adalah pencampuran uang dari berbagai toko. Anda mungkin merasa cara ini lebih praktis karena semua dana masuk ke satu rekening.
Namun, kebiasaan tersebut bisa menyulitkan Anda saat menghitung laba dan mencocokkan transaksi. Apalagi jika Anda mengelola beberapa akun sekaligus.
Sobat KH, gunakan rekening usaha secara konsisten dan catat sumber setiap pemasukan. Jika satu rekening menerima pencairan dari beberapa marketplace, beri penanda pada setiap transaksi agar Anda bisa melacak asal dananya.
Saat mengelola beberapa akun, pastikan Anda:
- Mencatat sumber setiap pemasukan
- Memisahkan transaksi pribadi dan usaha
- Menyimpan bukti pencairan dari setiap marketplace
- Mencocokkan mutasi rekening dengan laporan marketplace
- Memberi penanda pada transaksi dari masing-masing toko
Untuk penggunaan satu NPWP untuk banyak akun marketplace, disiplin seperti ini akan sangat membantu. Anda tetap bisa memakai satu identitas pajak, tetapi pencatatan setiap toko tetap berjalan secara terpisah dan jelas.
Buat Rekap Omzet Secara Berkala
Jangan menunggu akhir tahun untuk menghitung total omzet. Kebiasaan tersebut bisa membuat Anda kewalahan ketika jumlah transaksi sudah mencapai ribuan atau bahkan puluhan ribu.
Buat rekap bulanan yang mencakup seluruh akun marketplace. Anda bisa menggunakan spreadsheet sederhana dengan kolom nama toko, platform, omzet, biaya, PPh, dan dana bersih.
Setiap akhir bulan, cek setidaknya empat angka berikut:
- Omzet Masing-Masing Marketplace
- Total Omzet Seluruh Akun
- PPh Yang Sudah Dipungut
- Dana Bersih Yang Masuk Ke Rekening Usaha
Setelah itu, bandingkan angka tersebut dengan laporan marketplace dan mutasi rekening usaha. Jika Anda menemukan selisih, cari penyebabnya sebelum masalah semakin besar.
Cara ini membantu Anda menemukan kesalahan lebih cepat. Anda juga masih punya waktu untuk memperbaiki catatan sebelum masuk periode pelaporan berikutnya.
Dengan pencatatan rutin, satu NPWP untuk banyak akun marketplace tidak harus membuat administrasi terasa rumit. Anda hanya perlu memisahkan detail transaksi dan menggabungkan angka ketika membutuhkan gambaran total usaha.
Jangan Memisahkan Omzet Hanya Untuk Menghindari Pajak
Memiliki beberapa toko memang memberi Anda ruang untuk mengembangkan berbagai lini produk. Namun, jangan menjadikan banyak akun sebagai cara untuk menghindari kewajiban pajak.
Jika seluruh toko masih berada dalam satu kegiatan usaha dan menggunakan identitas wajib pajak yang sama, Anda perlu memperlakukan datanya secara konsisten. Hindari sengaja membagi transaksi agar setiap akun terlihat memiliki omzet kecil.
Cara tersebut justru dapat menimbulkan masalah ketika data dari marketplace, rekening, dan laporan pajak tidak menunjukkan angka yang sama. Pemerintah kini memiliki semakin banyak sumber data untuk mencocokkan aktivitas transaksi wajib pajak.
Lebih baik Anda membangun sistem administrasi yang transparan sejak awal. Catat omzet sesuai transaksi sebenarnya dan gunakan data tersebut sebagai dasar untuk memenuhi kewajiban perpajakan.
Kelola Banyak Akun Dengan Pembukuan Yang Lebih Rapi
Banyak akun marketplace memang bisa membuka peluang penjualan yang lebih luas. Namun, semakin banyak toko yang Anda kelola, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga pencatatan tetap teratur.
Jika Anda menggunakan satu NPWP untuk banyak akun marketplace, jangan hanya fokus pada jumlah penjualan. Perhatikan juga biaya, potongan pajak, arus kas, dan total omzet dari seluruh akun.
Mulailah dengan membuat pembukuan setiap toko, lalu susun laporan gabungan secara berkala. Dengan pola tersebut, Anda bisa mengetahui kondisi bisnis secara lebih jelas dan mengambil keputusan berdasarkan angka yang benar.
Kalau jumlah transaksi mulai menumpuk dan pembukuan terasa makin menyita waktu, Anda bisa mempertimbangkan layanan pembuatan laporan keuangan dan pajak dari Kontrak Hukum. Layanan ini dapat membantu Anda menata laporan keuangan dan kebutuhan administrasi pajak usaha tanpa harus mengurus semuanya sendiri.
Sementara itu, untuk persoalan yang menyangkut struktur usaha atau aturan perpajakan tertentu, konsultasi hukum online mulai dari Rp490 ribu bisa membantu Anda memahami pilihan yang tersedia. Anda dapat membahas kondisi usaha terlebih dahulu sebelum menentukan langkah berikutnya.
Masih ada bagian yang belum jelas soal penggunaan NPWP untuk beberapa akun marketplace? Anda bisa mengirimkan pertanyaan melalui WhatsApp Tanya KH dan menceritakan kondisi usaha Anda secara langsung.
Untuk Anda yang ingin terus mengikuti topik hukum dan bisnis, Komunitas Bisnis KH juga bisa menjadi tempat menambah referensi. Anda bisa mengikuti pembahasan baru dan melihat bagaimana pelaku usaha lain menghadapi berbagai persoalan bisnis.
FAQ
1. Apakah Boleh Menggunakan Satu NPWP Untuk Banyak Akun Marketplace?
Boleh, selama akun-akun tersebut memang berkaitan dengan kegiatan usaha dan identitas wajib pajak yang sama. Anda tetap perlu mencatat omzet dari setiap akun secara terpisah.
2. Apakah Omzet Dari Beberapa Marketplace Harus Digabung?
Jika seluruh akun menggunakan identitas wajib pajak yang sama, Anda perlu memperhitungkan total omzet dari kegiatan usaha tersebut. Jangan hanya melihat omzet satu marketplace.
3. Apakah Pembukuan Setiap Akun Marketplace Harus Terpisah?
Sebaiknya iya. Pembukuan terpisah membantu Anda melihat omzet, biaya, dan keuntungan setiap toko. Setelah itu, Anda dapat membuat laporan gabungan untuk melihat kondisi usaha secara keseluruhan.
4. Bagaimana Jika Marketplace Sudah Memungut PPh?
Simpan bukti pemungutan dari setiap marketplace. Cocokkan juga nilainya dengan laporan transaksi dan pembukuan agar Anda dapat mencatat pajak yang sudah dipungut secara tepat.
5. Apakah Perlu Membuat NPWP Baru Untuk Setiap Toko?
Tidak otomatis. Jumlah akun marketplace tidak menentukan jumlah NPWP yang Anda perlukan. Jika Anda ingin memisahkan usaha menjadi beberapa entitas, pertimbangkan struktur kepemilikan, kegiatan usaha, dan aspek hukumnya terlebih dahulu.






















