Skip to main content

Menentukan merek dagang menjadi salah satu hal penting ketika memulai suatu bisnis. Sebab, kedepannya, ini akan menjadi identitas dari bisnis dan umumnya digunakan oleh masyarakat untuk mengenali brand dan produk yang ditawarkan.

Oleh karena itu, membuat merek dagang tidak boleh sembarangan. Dan biasanya, agar lebih menarik dan dikenal, banyak pebisnis yang menggunakan nama orang sebagai bagian dari merek dagangnya. 

Ya, seperti produk fashion misalnya, banyak yang menggunakan nama desainernya sebagai merek dagang seperti Itang Yunasz, Zaskia Mecca, Pierre Cardin, dan lain-lain.

Lantas, apakah boleh menggunakan nama orang sebagai merek dagang? Bagaimana ketentuannya? Simak penjelasannya di sini.

Sekilas Tentang Merek dan Perlindungan Hukumnya

Secara definisi, merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 dimensi dan/atau 3 dimensi, suara, hologram. 

Merek juga bisa berupa kombinasi dari 2 atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.

Adapun hak atas merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek yang terdaftar untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya.

Syarat Menentukan Nama Merek Dagang

Dalam rangka menentukan nama untuk pendaftaran merek, perlu diperhatikan terkait alasan-alasan penolakan dari pihak DJKI Kemenkumham. Alasan tersebut dibagi menjadi dua jenis, yaitu absolut (tidak dapat didaftarkan) dan relatif (akan ditolak).

Jadi, pebisnis sebaiknya menghindari berbagai alasan tersebut yang membuat mereknya tidak dapat didaftarkan.

Berikut adalah penjelasan dari alasan absolut dan relatif yang menyebabkan pendaftaran merek tidak dapat diterima:

  • Alasan Absolut (Merek Tidak Dapat Didaftarkan)

Pasal 20 UU Merek menjelaskan macam-macam alasan yang membuat merek tidak dapat didaftarkan, antara lain:

  • Bertentangan dengan ideologi negara, peraturan perundang-undangan, moralitas, agama, kesusilaan, atau ketertiban umum. 
  • Sama dengan, berkaitan dengan, atau hanya menyebut barang dan/atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya. 
  • Memuat unsur yang dapat menyesatkan masyarakat tentang asal, kualitas, jenis, ukuran, macam, tujuan penggunaan barang dan/atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya atau merupakan nama varietas tanaman yang dilindungi untuk barang dan/atau jasa yang sejenis. 
  • Memuat keterangan yang tidak sesuai dengan kualitas, manfaat, atau khasiat dari barang dan/atau jasa yang diproduksi. 
  • Tidak memiliki daya pembeda; dan/atau Merupakan nama umum dan/atau lambang milik umum. 
  • Mengandung bentuk yang bersifat fungsional.
  • Alasan Relatif (Merek Akan Ditolak)

Adapun macam-macam alasan yang membuat merek akan ditolak menurut Pasal 21 UU Merek meliputi:

  • Persamaan dengan merek terdaftar atau dimohonkan lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa sejenis. 
  • Persamaan dengan merek terkenal barang dan/atau jasa sejenis. 
  • Persamaan dengan merek terkenal untuk barang dan/atau jasa tidak sejenis dengan syarat tertentu. 
  • Persamaan dengan indikasi geografis terdaftar. 
  • Merupakan/menyerupai nama atau singkatan nama orang terkenal, foto, atau nama badan hukum yang dimiliki orang lain, kecuali atas persetujuan tertulis dari yang berhak. 
  • Merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, lambang atau simbol atau emblem suatu negara, atau lembaga nasional maupun internasional, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang. 
  • Merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau cap atau stempel resmi yang digunakan oleh negara atau lembaga pemerintah, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang. 
  • Permohonan tersebut diajukan oleh pemohon yang beritikad tidak baik.

Jadi, Bolehkah Memakai Nama Orang untuk Merek Dagang?

Sebenarnya, penggunaan nama sendiri sebagai merek dagang tidak menjadi masalah. Yang menjadi permasalahan adalah jika yang menggunakan nama orang terkenal tersebut bukanlah pemilik nama.

Namun, selama pemilik nama memberikan izin untuk menggunakan namanya sebagai merek, maka hal tersebut diperbolehkan. Sesuai dengan Pasal 21 ayat (2) UU Merek yang memperbolehkan setiap orang untuk memakai nama orang lain untuk digunakan dalam suatu merek.

Syaratnya, pemilik merek harus terlebih dahulu meminta izin pada orang yang namanya dicantumkan dalam merek. Izin tersebut dilampirkan saat permohonan pendaftaran merek untuk menghindari masalah yang mungkin timbul di kemudian hari. Apabila tidak, maka permohonan pendaftaran merek akan ditolak.

Ya, jika pemilik nama tidak memberikan izin sementara merek sudah digunakan dalam perdagangan, dapat berdampak adanya gugatan pembatalan merek yang diajukan oleh pihak pemilik nama.

Dimana berdasarkan Pasal 76 ayat (1) dan ayat (3) UU Merek, pihak yang berkepentingan karena namanya dicantumkan pada suatu merek terdaftar tanpa izin dapat mengajukan gugatan pembatalan merek ke Pengadilan Niaga.

Namun yang perlu diingat adalah, gugatan pembatalan ini hanya dapat diajukan dalam jangka waktu lima tahun sejak tanggal pendaftaran merek (Pasal 77 ayat (1) dan (2) UU Merek), dengan syarat sebagai berikut:

  1. Terdapat unsur itikad baik dan/atau merek yang bersangkutan bertentangan dengan ideologi negara, peraturan perundang-undangan, moralitas, agama, kesusilaan, dan ketertiban umum.
  2. Merek yang menggunakan nama orang terkenal melakukan proses pendaftaran merek di DJKI. Tetapi jika pemilik nama terkenal maupun pengguna nama orang terkenal sebagai merek tidak melakukan proses pendaftaran merek, maka gugatan pembatalan ini tidak dapat diterapkan.  

Kontak KH

Demikian penjelasan seputar penggunaan nama sebagai merek dagang. Jadi, bagi Sobat KH yang saat ini tengah menjalankan bisnis dan ingin melakukan pendaftaran merek, soba dicek-cek lagi apakah merek bisnismu sudah memenuhi syarat DJKI atau belum. 

Jika masih ragu dan memiliki pertanyaan seputar merek, kamu bisa konsultasikan saja dengan Kontrak Hukum. 

Pendaftaran merek jadi lebih mudah dan aman karena dilakukan oleh konsultan HKI yang berkompeten dan terdaftar di DJKI serta adanya proses analisa merek terlebih dahulu.

Tunggu apalagi? Daftarkan merek dagang bisnismu sekarang dengan kunjungi laman Layanan KH – Merek. Jika ada kebutuhan bisnis lainnya, kamu juga bisa konsultasikan dengan kami di Tanya KH ataupun melalui direct message (DM) ke Instagram @kontrakhukum.

Konsul Gratis