Skip to main content

Sobat KH, BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan adalah lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi peredaran obat, makanan, dan kosmetik termasuk skincare di Indonesia. BPOM memastikan produk yang beredar memenuhi standar keamanan, kualitas, dan khasiat sehingga aman digunakan masyarakat. Kewenangan dan peran BPOM diatur dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang menegaskan pengawasan ketat terhadap produk konsumsi dan kesehatan.

Selain itu, BPOM juga menjalankan regulasi terkait pendaftaran dan registrasi produk sebelum boleh diedarkan. Produk skincare wajib mendaftar dan mendapatkan nomor registrasi BPOM sebagai tanda legalitas dan jaminan keamanan. Dengan kemajuan teknologi, kini konsumen bisa lebih mudah mengecek keaslian nomor BPOM skincare melalui barcode yang tersedia pada kemasan.

Cara Cek BPOM Skincare via Barcode

Untuk memudahkan kamu memverifikasi keamanan produk skincare, berikut cara cek nomor BPOM menggunakan barcode.

Pertama, kamu bisa gunakan aplikasi resmi seperti BPOM Mobile yang tersedia di Google Play Store maupun App Store. Setelah aplikasi terinstal, kamu tinggal aktifkan fitur scan barcode di kemasan skincare dan arahkan kamera ke barcode produk tersebut. Aplikasi akan secara otomatis mencari data nomor registrasi BPOM produk itu.

Selain itu, kamu juga bisa mengecek secara manual dengan mengunjungi website resmi BPOM (cekbpom.pom.go.id). Masukkan nomor registrasi yang tertera pada kemasan skincare untuk mengetahui status keamanannya.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Daftar BPOM Kosmetik

Cara Cek No BPOM Asli atau Palsu?

Sebelum membeli skincare, kamu wajib memastikan nomor BPOM pada produk benar-benar asli. Berikut cara cek nomor BPOM asli atau palsu secara detail:

1. Periksa di Website Resmi BPOM

Kunjungi situs resmi BPOM di cekbpom.pom.go.id, lalu masukkan nomor registrasi yang tertera pada kemasan. Jika nomor tidak ditemukan atau data produk tidak cocok, besar kemungkinan nomor tersebut palsu.

2. Gunakan Aplikasi BPOM Mobile

Aplikasi resmi ini memudahkan kamu memindai barcode produk. Jika nomor BPOM valid, informasi lengkap produk akan langsung muncul. Jika tidak, kemungkinan nomor tersebut palsu atau tidak terdaftar.

3. Perhatikan Format Nomor BPOM

Nomor BPOM skincare pada umumnya berformat mulai dengan kode “NA”, “NF”, atau “NO” diikuti 10 digit angka. Kode ini biasa dipakai untuk kosmetik yang paling banyak beredar di Indonesia.

Secara umum, huruf pertama “N” menandakan produk kosmetik (“Notifikasi”), sedangkan huruf kedua menunjukkan asal benua atau wilayah operasi produk tersebut. Contoh pembagian kode huruf kedua untuk kosmetik:

  • NA: Produk kosmetik dari benua Asia

  • NB: Produk kosmetik dari benua Australia

  • NC: Produk kosmetik dari benua Eropa

  • ND: Produk kosmetik dari benua Afrika

  • NE: Produk kosmetik dari benua Amerika

Selain kode ini, BPOM juga memiliki kode khusus untuk produk lainnya. Misalnya, huruf M yang kategori pangan/minuman atau D, G, B, L dan I untuk kode obat-obatan.

4. Cek Kejelasan Informasi Produk

Produk asli akan mencantumkan nama pendaftar dan produsen resmi pada hasil pencarian nomor BPOM. Jika data pada kemasan tidak sama dengan database BPOM, hati-hati produk palsu.

5. Bandingkan dengan Produk Asli di Pasaran

Jika memungkinkan, bandingkan kemasan dan nomor BPOM dengan produk yang terbukti asli baik di toko resmi ataupun situs resmi produsen.

Baca juga: Cara Mudah Daftar Izin Edar BPOM untuk Produk Makanan

Bagaimana Cara Membedakan Skincare Asli dan Palsu?

Selain cek nomor BPOM, kamu juga bisa mengenali skincare asli atau palsu dengan beberapa ciri fisik dan perilaku berikut:

1. Kemasan yang Rapi dan Berkualitas

Produk asli biasanya memiliki kemasan cetakan tajam, warna cerah dan tidak blur. Label, barcode, dan tanggal kedaluwarsa tercetak jelas tanpa cacat atau coretan. Produk palsu cenderung memiliki kemasan buram, tipis, atau ada perbedaan font dan warna.

2. Nomor Batch dan Tanggal Kedaluwarsa Jelas

Skincare asli selalu mencantumkan nomor batch produksi dan tanggal expired yang mudah dibaca dan tidak mudah hilang. Produk palsu bisa saja tidak mencantumkan atau tanggalnya samar.

3. Tekstur, Warna, dan Aroma Produk

Saat diaplikasikan, skincare asli memiliki tekstur yang konsisten sesuai deskripsi, aroma wangi khas produk, dan tidak menimbulkan reaksi negatif. Produk palsu terkadang memiliki bau menyengat, tekstur aneh, dan dapat menyebabkan alergi atau iritasi.

4. Harga yang Sesuai Pasaran

Harga terlalu murah biasanya pertanda produk palsu, sementara harga asli biasanya stabil dan tidak jauh berbeda antar toko resmi.

5. Sumber Pembelian Terpercaya

Selalu beli skincare dari toko resmi, apotek, atau marketplace resmi yang punya reputasi baik untuk menghindari produk palsu.

6. Keaslian Produk Melalui Barcode dan QR Code

Beberapa produk asli sudah menggunakan teknologi barcode dan QR code yang bisa kamu scan untuk mengecek keaslian melalui aplikasi resmi.

Dengan mengenali poin-poin di atas, kamu bisa lebih waspada dan terhindar dari risiko membeli skincare palsu yang berbahaya bagi kulit dan kesehatan.

Baca juga: Rincian Biaya Daftar BPOM Minuman Terbaru

Produk Lain yang Wajib Lolos BPOM

Selain skincare, Sobat KH harus tahu bahwa ada banyak produk lain yang wajib mendapatkan nomor registrasi BPOM. Ini penting untuk memastikan produk tersebut aman dan memenuhi standar kesehatan. Berikut produk-produk utama yang wajib lolos pengawasan BPOM dan penjelasannya:

1. Obat Bebas dan Obat Keras

Semua jenis obat yang beredar di pasar, baik obat bebas (OTC) yang dapat dibeli tanpa resep dokter maupun obat keras yang membutuhkan resep, harus terdaftar BPOM. Pengawasan ini memastikan dosis, kandungan, dan efektivitas obat sesuai standar medis sehingga tidak membahayakan kesehatan konsumen.

2. Makanan dan Minuman Kemasan

Produk makanan siap saji, minuman kemasan, makanan ringan, serta suplemen kesehatan termasuk yang wajib mendapat izin BPOM. Ini untuk melindungi konsumen dari bahan berbahaya, kontaminasi mikroba, atau penggunaan zat tambahan makanan yang tidak aman.

3. Kosmetik dan Produk Perawatan Tubuh

Termasuk produk seperti shampoo, sabun, lipstik, parfum, dan produk kecantikan lain. Semua harus memenuhi kriteria keamanan bagi kulit dan tubuh, bebas dari bahan berbahaya seperti merkuri, hidroquinon, atau zat beracun lainnya.

4. Produk Herbal dan Suplemen Kesehatan

Produk herbal tradisional dan suplemen vitamin/mineral harus terdaftar untuk memastikan komposisi bahan alami, dosis pemakaian yang aman, dan klaim manfaat yang tidak menyesatkan konsumen.

5. Produk Produk Medis atau Alat Kesehatan

Beberapa alat medis non-invasif seperti plester, alat pengukur tekanan darah, juga memerlukan pengawasan BPOM untuk memastikan kualitas dan keamanannya.

Kesimpulan

Sobat KH, langkah sederhana cek nomor BPOM lewat barcode sangat penting untuk memastikan skincare yang kamu pakai asli dan aman. Jangan mudah tergiur produk murah atau kemasan menarik tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Kalau kamu ingin konsultasi tentang skincare yang aman atau produk kecantikan lainnya, jangan ragu hubungi Tanya KH atau kirim direct message ke Instagram @kontrakhukum. Konsultasi dengan pakar hanya mulai dari 490 ribu rupiah.

Yuk, bergabung di Komunitas Bisnis KH untuk dapat info dan tips bermanfaat. Ingin penghasilan tambahan? Daftar juga di Program Affiliate Kontrak Hukum sekarang!

Konsul Cabang Surabaya
Konsul Gratis