Skip to main content

Jika sudah mengurus pendaftaran merek, kamu pasti ingin perlindungan bisnisnya benar-benar aman dan menyeluruh. Tapi tahukah kamu, ada satu hal kecil yang sering dianggap sepele padahal bisa membuat perlindungan merek jadi bocor? Merek kelas barang DJKI sering kali tidak diperhatikan dengan serius oleh pelaku usaha. Banyak yang fokus ke nama dan logo, tapi lupa memastikan kelas barang atau pemilihan jasa sudah sesuai dengan bisnisnya. Padahal, kesalahan di bagian ini bisa membuat perlindungan hukum tidak maksimal.

Akibatnya apa? Meskipun merek sudah terdaftar, pihak lain masih bisa saja memakai merek serupa di kategori yang belum terlindungi. Hal ini tentu berisiko, terutama untuk bisnis fashion dan kuliner yang punya banyak varian produk.

Lalu, bagaimana cara menentukan kelas yang tepat supaya hal ini tidak terjadi? Yuk, cari tahu jawabannya!

Bagaimana Sistem Merek Kelas di Indonesia?

Sebelum mengajukan pendaftaran merek, kamu perlu memahami bahwa sistem merek di Indonesia menggunakan klasifikasi tertentu. Sistem ini bertujuan untuk mengelompokkan barang dan jasa berdasarkan jenis usahanya.

Indonesia menggunakan sistem Nice Classification, yaitu klasifikasi internasional yang terdiri dari 45 kelas. Sebanyak 34 kelas digunakan untuk barang, sedangkan 11 kelas lainnya digunakan untuk jasa. Artinya, perlindungan merek tidak berlaku secara otomatis untuk semua jenis usaha. Perlindungan hanya diberikan pada kelas yang tercantum dalam sertifikat merek.

Apa Risiko Jika Salah Memilih Kelas?

Beberapa risiko yang bisa muncul antara lain:

  • Perlindungan merek menjadi terbatas.
  • Kompetitor bisa menggunakan merek serupa pada kelas lain.
  • Pemilik merek harus mengajukan pendaftaran ulang.
  • Biaya perlindungan merek menjadi lebih besar di kemudian hari.
  • Potensi sengketa merek meningkat.

DJKI juga menjelaskan bahwa klasifikasi menjadi dasar perlindungan atas jenis barang atau jasa yang terdaftar dalam sertifikat merek.

Cara Menentukan Merek Kelas Barang DJKI yang Tepat

Menentukan merek kelas barang DJKI tidak boleh dilakukan secara asal. Ada beberapa langkah yang dapat membantu kamu memilih kelas yang sesuai. Ikuti cara berikut!

1. Identifikasi Produk atau Jasa 

Langkah pertama adalah memetakan kegiatan usaha secara jelas. Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apa produk utama yang dijual?
  • Apakah hanya menjual barang?
  • Apakah juga menyediakan jasa tertentu?
  • Apakah ada rencana ekspansi bisnis?

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan membantu menentukan ruang lingkup perlindungan merek.

2. Gunakan Acuan Klasifikasi Nice

Sistem klasifikasi merek di Indonesia mengacu pada Nice Classification. Sebagai gambaran:

  • Kelas 25: pakaian, alas kaki, dan penutup kepala.
  • Kelas 29: makanan olahan.
  • Kelas 30: kopi, teh, kue, mi, roti, dan produk sejenis.
  • Kelas 35: jasa pemasaran dan toko ritel.
  • Kelas 43: jasa restoran dan penyedia makanan.

Dengan memahami cakupan setiap kelas, kamu bisa menentukan perlindungan yang lebih tepat.

3. Sesuaikan dengan Aktivitas Bisnis Saat Ini

Pilih kelas yang benar-benar berkaitan dengan kegiatan usaha yang sedang berjalan. Misalnya, jika kamu memiliki merek pakaian, maka kelas yang relevan adalah kelas 25. Namun, apabila kamu juga membuka toko online dengan merek yang sama, kelas 35 bisa kamu pertimbangkan.

4. Pertimbangkan Rencana Pengembangan Usaha

Bisnis sering berkembang seiring waktu. Mungkin saat ini kamu hanya menjual kopi kemasan. Namun, beberapa tahun ke depan kamu berencana membuka kafe. Jika strategi bisnis memang mengarah ke sana, mempertimbangkan kelas tambahan dapat menjadi langkah preventif.

Merek Kelas untuk Bisnis Fashion

Industri fashion memiliki karakteristik yang unik. Sering kali satu merek digunakan untuk berbagai jenis produk.

Kelas 25: Produk Fashion Utama

Kelas ini mencakup:

  • Pakaian.
  • Kaos.
  • Jaket.
  • Celana.
  • Sepatu.
  • Sandal.
  • Topi.

Jika kamu memiliki brand pakaian, kelas ini biasanya menjadi prioritas utama.

Kelas Tambahan yang Perlu Dipertimbangkan

Selain kelas 25, pelaku usaha fashion terkadang membutuhkan perlindungan tambahan.

Contohnya:

Kelas 18

Digunakan untuk:

  • Tas.
  • Dompet.
  • Produk berbahan kulit tertentu.

Kelas 35

Digunakan apabila bisnis juga bergerak dalam:

  • Jasa penjualan ritel.
  • Toko online.
  • Aktivitas pemasaran.

Pemilihan beberapa kelas dapat membantu memperluas cakupan perlindungan sesuai model bisnis yang dijalankan.

Merek Kelas untuk Bisnis Kuliner

Pelaku usaha kuliner juga perlu memahami bahwa perlindungan merek tidak hanya berkaitan dengan makanan. Sering kali terdapat perbedaan antara produk makanan dan jasa penyajiannya.

Kelas 29

Digunakan untuk makanan olahan tertentu, seperti:

  • Produk berbahan daging.
  • Susu.
  • Makanan olahan lainnya.

Kelas 30

Mencakup produk seperti:

  • Kopi.
  • Teh.
  • Mi.
  • Roti.
  • Kue.
  • Bumbu.

Banyak UMKM kuliner berada dalam kelas ini.

Kelas 43

Digunakan untuk jasa, antara lain:

  • Restoran.
  • Kafe.
  • Jasa katering.
  • Penyedia makanan dan minuman.

Misalnya, kamu memiliki merek kopi kemasan sekaligus membuka coffee shop. Dalam kondisi tersebut, perlindungan pada kelas 30 dan kelas 43 bisa kamu pertimbangkan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Kelas Merek

Ada beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan pelaku usaha dalam memilih merek kelas barang DJKI. Apa saja itu?

1. Hanya Memilih Satu Kelas Tanpa Analisis

Banyak pemilik bisnis hanya berfokus pada produk utama. Padahal, kegiatan usaha sering kali lebih luas dari yang terlihat.

2. Mengikuti Pilihan Kompetitor

Setiap bisnis memiliki karakteristik yang berbeda. Kelas yang kompetitor gunakan belum tentu sesuai dengan kebutuhan usahamu.

3. Tidak Memikirkan Ekspansi Usaha

Perkembangan bisnis dapat terjadi dengan cepat. Jika sejak awal tidak mempertimbangkan potensi ekspansi, kamu mungkin perlu melakukan pendaftaran tambahan di masa depan.

4. Tidak Berkonsultasi dengan Ahli

Penentuan kelas merek bukan sekadar formalitas administratif. Kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap perlindungan hukum yang diperoleh.

Tips Agar Perlindungan Merek Tidak Bocor

Agar perlindungan merek lebih optimal, ada langkah-langkah yang bisa kamu lakukan. Bagaimana itu?

  • Petakan seluruh aktivitas bisnis.
  • Identifikasi seluruh produk dan jasa yang menggunakan merek tersebut.
  • Pelajari klasifikasi merek yang berlaku.
  • Pertimbangkan rencana pengembangan usaha.
  • Lakukan pengecekan merek sebelum pendaftaran.
  • Konsultasikan strategi perlindungan merek dengan pihak yang berpengalaman.

Dengan pendekatan yang tepat, risiko kebocoran perlindungan merek bisa kamu minimalkan.

Jangan Anggap Penentuan Kelas Merek Sebagai Formalitas!

Banyak pelaku usaha baru menyadari pentingnya kelas merek ketika sengketa sudah terjadi. Padahal, perlindungan hukum yang kuat dari sejak tahap pendaftaran. Pemilihan merek kelas barang DJKI yang tepat dapat membantu menjaga identitas bisnis, meningkatkan nilai aset usaha, serta memberikan rasa aman ketika bisnis berkembang.

Nah, menentukan kelas merek memang terlihat sederhana. Namun, proses ini membutuhkan ketelitian agar memperoleh perlindungan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis. Jadi, sebelum mengajukan pendaftaran merek, pastikan kamu sudah memahami kelas barang atau jasa yang relevan dengan usaha.

Tapi, jika kamu masih bingung menentukan kelas merek yang tepat atau ingin memastikan strategi perlindungan merek bisnis sudah optimal, jangan khawatir Kontrak Hukum siap membantu. Kami menyediakan layanan lengkap yang bisa kamu manfaatkan, muali dari analisa merek, pendaftaran merek, perpanjangan merek, konsultasi HAKI, serta pendampingan dalam proses perlindungan kekayaan intelektual agar pengajuan merek berjalan lebih aman dan efisien.

Masih ada pertanyaan seputar merek dan perlindungan bisnis? Ada layanan layanan konsultasi hukum bisnis yang bisa kamu ambil untuk berdiskusi langsung dengan expert di bidang terkait.tenang, biaya konsultasi kami tetap ramah di kantong, mulai dari kisaran Rp490 ribuan saja. 

Selain itu, jangan lewatkan kesempatan bergabung bersama Komunitas Bisnis KH  untuk bertukar wawasan, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan dengan sesama pelaku usaha.

Lengkap bukan? Tunggu apalagi? Lindungi merek bisnismu sebelum terlambat. Hubungi kontak resmi kami atau atau DM Instagram @kontrakhukum sekarang dan dapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan usahamu!

Konsul Cabang Surabaya
Konsul Gratis