Skip to main content

CT Corp adalah sebuah konglomerasi bisnis besar di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1987. Perusahaan ini awalnya dikenal dengan nama Para Group dan berawal dari bisnis pembuatan alas kaki untuk ekspor. Kini CT Corp sudah berkembang menjadi grup perusahaan besar yang memiliki beragam lini bisnis, diantaranya:

  • Jasa Keuangan: Meliputi Bank Mega dan Bank Mega Syariah, Allo Bank (bank digital), Mega Insurance, PFI Mega Life (asuransi), serta multi finance seperti Mega Finance yang memperluas layanan keuangan dari perbankan, asuransi, hingga pembiayaan.

  • Media: Mengelola berbagai stasiun televisi seperti Trans TV dan Trans 7, portal berita Detik Network, media digital seperti Female Daily Network dan CXO Media, serta berita televisi internasional CNN Indonesia dan CNBC Indonesia.

  • Ritel dan Food & Beverage: Memiliki Transmart yang berkembang dari akuisisi Carrefour Indonesia, serta jaringan kafe dan restoran seperti Coffee Bean & Tea Leaf, Wendy’s, Baskin Robbins, dan Warung Upnormal. CT Corp juga memegang lisensi beberapa brand fashion internasional terkenal seperti Jimmy Choo, Versace, dan Mango.

  • Properti, Hiburan, dan Perhotelan: Mengelola jaringan mal dan taman hiburan seperti Trans Studio Mall dan Trans Studio Theme Parks di Bandung, Bali, dan tempat lain. Di sektor perhotelan, CT Corp memiliki The Trans Luxury Hotel dan The Trans Resort Bali, yang menjadi ikon properti kelas atas. Selain itu, bisnis ini juga merambah ke investasi properti melalui beberapa perusahaan properti anak usaha.

  • Lainnya: CT Corp juga memiliki kepemilikan minoritas di Garuda Indonesia dan Citilink. Tak hanya itu, adapun sektor travel dan layanan wisata melalui Antavaya Group.

Dengan lebih dari 100.000 karyawan dan melayani lebih dari 200 juta konsumen di Indonesia, CT Corp merupakan salah satu grup bisnis terbesar dan paling berpengaruh di tanah air.

Siapa Pemimpin CT Corp? Ini Dia Chairul Tanjung!

CT Corp dipimpin oleh Chairul Tanjung, seorang pengusaha yang dikenal luas dengan julukan “Si Anak Singkong”.

Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada 18 Juni 1962. Ia berasal dari keluarga sederhana dimana ayahnya, adalah seorang jurnalis sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga.

Karena keterbatasan ekonomi keluarganya,  ia berjualan buku, kaos, dan jasa foto kopi di kampus untuk membiayai kuliahnya. Ia juga pernah membuka toko peralatan kedokteran dan laboratorium di Jakarta yang akhirnya tutup karena kebangkrutan. Namun, semangatnya tidak pudar dan ia mulai merintis bisnis ekspor sepatu anak-anak bersama beberapa temannya dengan modal Rp 150 juta pinjaman bank. Bisnis ini sukses dan pernah menerima pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia.

Nah, akhirnya pada 1987 Chairul mendirikan Para Group (sekarang CT Corp). Atas usaha dan kerja kerasnya selama ini, Chairul Tanjung masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia lho Sobat KH! Kekayaan dinilai mencapai sekitar USD 4,3 hingga 5,3 miliar (sekitar Rp 63-83 triliun) pada tahun 2024.

Selain menekuni bisnis, Chairul Tanjung juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia (2014-2015).

Baca juga: Tren Pendanaan Startup di Kuartal III Apakah Musim Dingin Benar-Benar Usai?

Fokus CT Corp pada Media Digital

Sobat KH, dalam beberapa tahun terakhir, CT Corp semakin fokus mengembangkan lini bisnis media dan digital. Hal ini terlihat dari keberadaan berbagai anak perusahaan mereka di sektor media seperti Trans TV, Trans 7, CNN Indonesia, CNBC Indonesia, hingga jaringan portal berita Detik dan Female Daily.

Digital media menjadi salah satu pondasi penting bagi CT Corp untuk bisa terus menjangkau audiens yang lebih luas. Ini juga menjadi strategi guna menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan platform digital dalam mendapatkan informasi.

Ekspansi Lewat Akuisisi Terbaru

Sobat KH, CT Corp tidak main-main dalam memperluas bisnis media digitalnya. Mereka dikenal agresif melakukan akuisisi strategis untuk memperkuat portofolio media dan digital mereka.

1. Telkomvision

Salah satu langkah penting terjadi pada tahun 2013, saat CT Corp mengakuisisi 80% saham Telkomvision, operator televisi berbayar, dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Nilai transaksi ini mencapai sekitar 100 juta dolar AS. Akuisisi ini menandai CT Corp mengintegrasikan konten media dan jaringan, sebab Telkom lebih fokus pada infrastruktur sementara CT Corp mengembangkan konten.

Setelah akuisisi selesai, TelkomVision pun berubah nama menjadi TransVision mulai Mei 2014. Proses akuisisi ini sebenarnya memerlukan waktu beberapa bulan karena mapan pada finalisasi administratif dan persetujuan berbagai pihak. TransVision kemudian menjalin sinergi lebih kuat dengan lini media CT Corp lainnya untuk menyediakan layanan TV berbayar yang lebih baik dan lebih luas jangkauannya.

Baca juga: Kinerja Telkom di Kuartal II 2025 Seberapa Kuat Kontribusi Bisnis Data?

2. Detik.com

Pada tahun 2011, CT Corp mengakuisisi Detikcom portal berita digital terbesar dan terpercaya di Indonesia. Detikcom memberikan CT Corp pijakan kuat di berita online dengan audiens bulanan puluhan juta pengunjung dan menjadi sumber konten penting di ekosistem digital mereka.

3. Female Daily Network

Pada 2019, CT Corp menyelesaikan akuisisi Female Daily Network, media digital berfokus pada konten perempuan, kecantikan, dan lifestyle. Akuisisi ini memperluas segmen pasar CT Corp dan menambah variasi konten digital untuk audiens yang lebih spesifik dan loyal.

4. Mendapatkan Suntikan Dana

Pada 2021, CT Corp mendapatkan suntikan dana jumbo sebesar Rp 13,2 triliun dari Mitsui & Co., investor Jepang, untuk mendukung ekspansi besar-besaran, termasuk pengembangan bisnis digital dan media konsumer, memberikan pendanaan kuat guna memperkuat posisi di sektor ini.

Dengan kombinasi langkah strategis akuisisi dan investasi besar tersebut, CT Corp semakin memperkokoh ekosistem media digitalnya, dengan berbagai platform dan layanan yang saling mendukung antara konten, distribusi, dan teknologi.

Baca juga: Mayoritas Saham Perbankan Big Caps Catat Kinerja Positif di Semester I

Kompleksitas Proses Akuisisi

Sobat KH, proses akuisisi sebuah perusahaan, terutama di sektor media digital, tidaklah mudah. Proses ini melibatkan banyak aspek hukum dan keuangan yang rumit, mulai dari due diligence, negosiasi saham, hingga pengalihan kepemilikan yang harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Mengelola dan menuntaskan proses ini butuh pengalaman, keahlian hukum yang mumpuni, serta bantuan dari konsultan profesional di bidang akuisisi dan pengalihan saham.

Jika kamu sedang atau berencana melakukan akuisisi bisnis, jangan ragu untuk menggunakan jasa pengalihan saham. Kontrak Hukum siap memastikan prosesnya berjalan lancar dan aman bagi Sobat KH!

Tawaran Menarik untuk Kamu

Ingin tahu lebih dalam atau membutuhkan bantuan konsultasi terkait proses akuisisi dan pengalihan saham? Tanya KH atau kirim pesan ke Instagram @kontrakhukum sekarang! Kamu bisa berkonsultasi dengan para expert bidang ini hanya dengan investasi sekitar 490 ribuan saja!

Jangan lupa juga untuk gabung di Komunitas Bisnis KH, tempat berbagi pengalaman dan tips seputar bisnis. Dan jika kamu ingin penghasilan tambahan yang mudah, segera daftar Program Affiliate Kontrak Hukum!

Referensi

  • CT Corp Profile dan Bisnis, LinkedIn CT Corp

  • Profil dan Sejarah CT Corp, Merdeka.com

  • Bisnis Media dan Ekspansi CT Corp, Tempo.co

  • Manajemen dan Strategi Akuisisi CT Corp, Scribd

  • Berita Akuisisi Media Digital CT Corp, Hybrid.co.id ,

  • Pendanaan dan Ekspansi Digital CT Corp, CNBC Indonesia

Konsul Cabang Surabaya
Konsul Gratis