Belajar Dari Film The Founders, Ini Cara Yang Ray Kroc Lakukan Untuk Mengembangkan McDonald’s!

Siapa yang tidak tahu McDonald’s. Restoran waralaba terbesar di dunia dengan nilai value brand hampir 155 miliar dollar AS ini telah memiliki hampir 40.000 outlet yang tersebar di lebih dari 100 negara. Saking besarnya jaringan waralaba ini, pada tahun 2015 John Lee Hancock memutuskan untuk membuat film biografi berjudul The Founder yang menceritakan awal mula pendirian McDonald’s dan cara Ray Kroc mengembangkan restoran cepat saji McDonald’s. Dari film tersebut, ternyata ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh pelaku usaha yang hendak memulai dan ingin mengembangkan bisnisnya lho. Mau tahu apa saja pelajaran yang dimaksud? Yuk simak pembahasan dari Kontrak Hukum berikut ini!
 
1.Memulai Usaha Gak Selamanya Harus Baru

Seperti yang diceritakan dalam film The Founder, Ray Kroc bukanlah orang yang mendirikan McDonald’s. McDonald’s sendiri awalnya didirikan oleh kakak beradik Dick dan Mac di San Bernardino, California. Pada suatu hari, Dick memesan 6 buah mixer dari Ray dan meminta diantarkan ke McDonald’s. Ray yang sebelumnya selalu mendapat penolakan ketika menawarkan mixer kepada restoran kemudian memutuskan untuk mengunjungi McDonald’s. Ray yang melihat McDonald's ramai pengunjung, cepat dalam pelayanan, dan memiliki sistem drive thru khusus kemudian tertarik dan memutuskan untuk mengembangkan McDonald's dengan sistem franchise. Ray kemudian menandatangani perjanjian dengan Dick dan Mac serta membuka gerai pertamanya di Des Plaines, Illinois yang juga digunakan sebagai umpan agar penerima waralaba lain tertarik membuka franchise McDonald’s.

Untuk diketahui, franchise atau waralaba merupakan jenis usaha dimana pelaku usaha dapat menggunakan ciri khas usaha milik orang lain untuk dipasarkan karena usaha tersebut telah terbukti berhasil dan memberikan keuntungan sehingga dapat dimanfaatkan atau digunakan oleh pelaku usaha lain. Jadi dalam bisnis franchise, seseorang/badan usaha dapat memperoleh hak khusus untuk membuka jenis usaha barang/jasa yang sama melalui Perjanjian Waralaba (Franchise Agreement).
Dari film tersebut dapat diambil pelajaran bahwa tidak selamanya pelaku usaha harus memulai bisnis yang original atau baru. Pelaku usaha yang belum memiliki pengalaman, kurang ahli dalam dunia usaha, atau tidak ingin pusing untuk memikirkan jenis usaha baru dapat memilih franchise ketika hendak memulai usaha seperti yang dilakukan Ray terhadap McDonald’s.

2.Jangan Menyerah!

Dalam film The Founders, Ray harus melewati berbagai permasalahan dari mulai dana usaha yang tidak kunjung diperoleh meskipun ia sudah menemui berbagai bank dan mengajukan proposal usaha, perbedaan pendapat dengan Dick dan Mac terkait kerjasama iklan dengan coca cola yang dinilai sebagai bentuk komersialisasi dan tidak sejalan dengan visi Dick dan Mac, hingga pegawai restoran yang tidak dapat membuat burger sesuai resep dan cara yang diajarkan. Sebagian permasalahan yang dihadapi oleh Ray untuk mengembangkan McDonald’s tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, Ray semakin gigih untuk bertahan dan mencari berbagai cara agar bisnisnya tetap berjalan lancar.

Hal tersebut adalah pelajaran yang dapat diikuti oleh pelaku usaha. Ketika memulai dan menjalankan bisnis, pelaku usaha tentu akan dihadapkan oleh berbagai permasalahan baik masalah internal maupun eksternal, pelaku usaha tidak boleh menyerah dan harus segera berfikir serta mencari cara agar permasalahan tersebut tidak memberikan dampak buruk untuk usaha yang dijalankan.

3.Pilih Mitra Yang Tepat

Dalam film The Founder, Ray berusaha keras untuk mencari mitra yang ingin membuka waralaba McDonald’s. Sayangnya mitra yang menjadi penerima waralaba melakukan berbagai pelanggaran, seperti membuat menu baru yang tidak ada ada dalam menu McDonald’s tanpa izin, menggunakan sistem pelayanan yang tidak sesuai, hingga tidak menjaga kebersihan.

Dalam bisnis waralaba, ada banyak pihak yang mengelola usaha dengan nama dan jenis produk barang/jasa yang sama. Ketika ada satu masalah dari penerima waralaba lain maka usaha lain yang memiliki merek dagang yang sama juga akan ikut terimbas masalah dan mendapatkan dampak negatif. Oleh karena itu, pemberi waralaba juga harus memilih mitra yang tepat untuk menjadi penerima waralaba. Bukan hanya bisnis waralaba, dalam bisnis apapun pelaku usaha perlu memilih mitra yang tepat. Dengan memilih mitra yang tepat, sejalan dengan visi dan misi usaha, serta saling mendukung maka usaha yang dijalankan juga akan semakin berkembang.

4.Kesepakatan Bisnis Harus Tertulis


Diakhir cerita, Dick dan Mac akhirnya setuju untuk menjual McDonald’s kepada Ray. Dalam kesepakatan penjualan, Dick dan Mac meminta untuk diberikan royalti 1% keuntungan selamanya dari usaha McDonald’s. Sayangnya kesepakatan tersebut tidak dituangkan ke dalam kontrak dan hanya dilakukan secara lisan serta jabat tangan.
Dalam hukum, perjanjian lisan memang dianggap sah namun agar lebih mudah dan kuat dalam pembuktian, perjanjian sebaiknya dibuat secara tertulis. Dick dan Mac tidak dapat membuktikan bahwa telah terjadi kesepakatan antara mereka dan Ray terkait pembagian royalti. Hal tersebut membuat keduanya hingga kini tidak pernah memperoleh sepeserpun royalti dari keuntungan McDonald’s.

Belajar dari The Founders, pelaku usaha harus membuat perjanjian secara tertulis mengenai kesepakatan apapun yang berkaitan dengan bisnis. Jangan sampai dengan alasan percaya dengan orang tersebut, Sobat KH memilih untuk membuat perjanjian secara lisan.

5.Merek Sangat Penting Dalam Bisnis

Pelajaran terakhir yang sangat penting dari film The Founders adalah merek merupakan hal yang penting dalam bisnis. Di akhir film, Dick dan Mac tidak lagi bisa menggunakan merek McDonald’s karena telah menyerahkan segala kekayaan hak intelektual ke Ray. Hal tersebut menyebabkan Dick dan Mac harus bangkrut setelah kalah saing dengan gerai  McDonald’s yang juga buka di San Bernardino. Hal tersebut membuktikan bahwa merek memegang peranan penting dalam bisnis. Karena meskipun memiliki rasa makanan dan sistem pelayanan yang sama, dengan merek yang berbeda, restoran Dick dan Mac tentunya tidak akan memperoleh popularitas yang sama dengan McDonald’s.

Ketika memulai atau sedang menjalankan usaha, pendaftaran merek adalah hal yang harus dilakukan sesegera mungkin. Karena hanya merek yang telah terdaftar yang akan memperoleh perlindungan secara hukum. Ketika usaha yang dimiliki telah berkembang, kemungkinan plagiarisme juga akan semakin tinggi sehingga perlu dilakukan pendaftaran merek agar hak atas merek pelaku usaha dilindungi dan mencegah orang lain menggunakan merek yang sama.

(Baca juga : Prosedur Permohonan Pendaftaran Merek)

Nah Sobat KH, itulah pelajaran yang bisa diambil dari film The Founders. Pada akhirnya, Ray memang berhasil membawa restoran waralaba McDonald’s menjadi salah satu restoran cepat saji terbesar di dunia hingga saat ini dan tidak dapat dipungkiri hal tersebut salah satunya karena kegigihan Ray untuk mengembangkan McDonald’s.

Jika Sobat KH membutuhkan konsultasi bisnis, bantuan untuk memenuhi legalitas usaha, atau memiliki pertanyaan terkait masalah hukum lainnya, jangan ragu untuk menghubungi Kontrak Hukum di 0821-2555-5332 atau melalui media sosial instagram kami @kontrakhukum.