Skip to main content

Seperti yang diketahui, mendaftarkan merek adalah langkah strategis yang dilakukan banyak pelaku usaha untuk melindungi identitas bisnis mereka. Namun, ada saat-saat dimana keputusan untuk mengganti nama merek menjadi suatu pertimbangan yang muncul, meskipun merek tersebut telah didaftarkan secara resmi.

Banyak hal yang menjadi penyebab, mulai dari nama merek yang ternyata tidak begitu merepresentasikan bisnis hingga merek yang berpotensi disalahgunakan. Atau bahkan sesederhana hanya keinginan pelaku usaha semata untuk mengganti agar terlihat tidak membosankan dan alasan lainnya.

Lalu, sebenarnya apakah nama merek yang telah terdaftar bisa diganti dan diubah? Bagaimana caranya? Untuk mengetahui jawabannya, yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Bisakah Merubah Nama Merek yang Telah Didaftarkan?

Dikutip dari laman Frequently Asked Question (FAQ) DJKI, terdapat beberapa perubahan yang tidak dapat dilakukan saat merek berhasil didaftarkan, diantaranya:

  1. Nama;
  2. logo/etiket; dan
  3. Uraian deskripsi.

Lalu, bagaimana jika pelaku usaha ingin mengubah nama merek yang sudah didaftarkan tersebut?

Dikarenakan perubahan atas nama merek yang telah terdaftar tidak dapat dilakukan, maka langkah yang dapat ditempuh oleh pelaku usaha yakni mendaftarkan ulang merek baru sesuai dengan ketentuan berlaku.

Lalu Bagaimana Cara Mendaftarkan Ulang Merek?

Sama seperti pendaftaran merek pada umumnya, setiap pelaku usaha yang akan mendaftarkan merek harus memenuhi persyaratan yang sesuai dengan Pasal 4 UU Merek dan Pasal 3 Permenkumham 67/2016, yakni:

  1. Mengisi formulir rangkap 2 dalam bahasa Indonesia
  2. Pengajuan permohonan merek paling tidak memuat hal-hal berikut:
    • Tanggal, bulan, dan tahun permohonan;
    • Nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat permohonan;
    • Nama lengkap dan alamat kuasa jika permohonan diajukan melalui kuasa;
    • Nama negara dan tanggal permintaan merek yang pertama kali dalam hal permohonan diajukan dengan hak prioritas;
    • Label merek;
    • Warna jika merek yang dimohonkan pendaftarannya menggunakan unsur warna; dan
    • Kelas barang dan/atau jasa serta uraian jenis barang dan/atau jenis jasa.
  3. Permohonan yang diajukan wajib ditandatangani pemohon atau kuasanya
  4. Jika permohonan diajukan oleh lebih dari satu pemohon, maka semua nama dicantumkan dengan memilih salah satu alamat pemohon
  5. Dalam mengajukan permohonan, harus melampirkan dokumen berikut:
    • Bukti pembayaran biaya permohonan;
    • Label merek sebanyak 3 lembar;
    • Surat pernyataan kepemilikan merek;
    • Bukti prioritas, jika menggunakan hak prioritas

Setelah memenuhi persyaratan di atas, pelaku usaha dapat melakukan permohonan pendaftaran merek ulang pada laman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan melakukan pembayaran pendaftaran.

Kontak KH

Dapat disimpulkan bahwa merek yang telah didaftarkan tidak dapat diubah atau diganti, sehingga jika pelaku usaha mempunyai nama merek baru, perlu melakukan permohonan pendaftaran ulang ke DJKI.

BACA JUGA: Membuat Merek Dagang, Apa Saja Hal Yang Perlu Diperhatikan?

Nah, jika Sobat KH merupakan pelaku usaha yang hendak melakukan ganti nama merek namun masih bingung atau tidak memiliki waktu untuk melakukan pendaftaran ulang, bisa konsultasikan dengan Kontrak Hukum. 

Bersama dengan ahli Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar resmi, kami dapat membantumu untuk mengurus pendaftaran ulang merek secara mudah dan cepat hanya dengan harga mulai dari Rp2 jutaan!

Yuk, permudah segala urusan merek bisnis dengan kunjungi laman Layanan KH – Merek. Jika ada pertanyaan seputar kebutuhan bisnis lainnya, silakan hubungi kami di Tanya KH ataupun mengirimkan direct message (DM) ke Instagram @kontrakhukum.

Mariska

Resident legal marketer and blog writer, passionate about helping SME to grow and contribute to the greater economy.