Skip to main content

Bekerja pada agensi kreatif atau layanan lepas pasti menuntut kecepatan produksi konten. Namun jangan sampai tenggat waktu yang mepet membuat kalian mengambil jalan pintas. Mengunduh foto dari mesin pencari untuk bahan promosi adalah kesalahan amat fatal. Praktik ini sangat sering berujung pada sengketa hak cipta yang amat panjang.

Kasus fotografer Bambang Wirawan melawan Hotel Tentrem Yogyakarta adalah contoh nyatanya. Hotel tersebut mencomot foto karya Bambang untuk materi promosi situs web mereka. Bambang tidak pernah memberikan izin lisensi komersial sama sekali kepada mereka. Pihak hotel menolak membayar kompensasi meski sudah mendapat peringatan surat somasi. Bambang akhirnya melaporkan kasus pelanggaran hak cipta ini kepada pihak kepolisian.

Memahami Aturan Hak Cipta Fotografi Komersial Produk

Karya fotografi bukanlah aset gratis yang bisa kalian gunakan seenaknya untuk tujuan komersial. Negara memberikan perlindungan hukum yang amat sangat kuat bagi para seniman visual. Berikut adalah 3 bedah pasal penting mengenai hak cipta karya fotografi.

1. Perlindungan Otomatis Sejak Karya Dibuat

Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014 mengatur hak cipta secara amat sangat rinci. Perlindungan hak cipta timbul secara otomatis sesaat setelah karya foto tersebut lahir. Fotografer tidak wajib mendaftarkan karyanya untuk mendapatkan perlindungan hukum kenegaraan yang sah.

2. Hak Ekonomi Dan Hak Moral Pencipta

Pasal 4 menjelaskan bahwa pencipta memiliki hak moral dan juga hak ekonomi. Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat finansial dari karya visual tersebut. Penggunaan karya untuk promosi agensi jelas melanggar hak ekonomi sang fotografer murni.

3. Masa Berlaku Perlindungan Karya Fotografi

Pasal 59 menetapkan masa berlaku hak cipta untuk sebuah karya visual fotografi. Perlindungan ini berlaku selama 50 tahun sejak ciptaan tersebut pertama kali diumumkan. Kalian sama sekali tidak boleh memakai foto tersebut secara sembarangan selama masa ini.

Baca juga: Aturan Tegas PP Nomor 56 Tahun 2021 Mengenai Alasan Mengapa Kafe dan Restoran Wajib Membayar Royalti Putar Lagu

Ancaman Pidana Dan Perdata Pencurian Aset Visual

Pelanggaran hak cipta visual bukan sekadar masalah etika bisnis layanan lepas belaka. Pelaku bisa terjerat sanksi hukum yang bisa menghancurkan operasional agensi kreatif kalian. Berikut adalah 3 ancaman nyata jika kalian mencuri foto dari ruang internet.

1. Gugatan Ganti Rugi Perdata Ratusan Juta

Fotografer berhak mengajukan gugatan perdata ke pengadilan niaga atas kerugian ekonomi mereka. Nilai tuntutan ganti rugi ini biasanya menyesuaikan dengan skala kampanye promosi klien. Agensi kalian bisa bangkrut mendadak akibat tagihan ganti rugi yang amat fantastis.

2. Ancaman Sanksi Pidana Kurungan Penjara

Penggunaan karya cipta orang lain secara komersial tanpa izin adalah tindak pidana. Pasal 113 memberikan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun bagi para pelanggar. Pelaku juga bisa terkena denda uang tunai maksimal sebesar 1.000.000.000 rupiah.

3. Kehancuran Reputasi Pada Mata Klien

Agensi yang terbukti mencuri aset visual pasti akan kehilangan kepercayaan dari klien. Klien tentu tidak ingin merek mereka terseret dalam kasus hukum yang memalukan. Reputasi bisnis agensi kalian akan hancur lebur pada industri kreatif level nasional.

Baca juga: Apakah Kloning Vokal Menggunakan Teknologi Deepfake AI Tanpa Izin Penyanyi Melanggar Aturan Kekayaan Intelektual

Solusi Legal Mendapatkan Aset Fotografi Agensi

Kalian tidak perlu mengambil risiko hukum hanya demi mendapatkan gambar visual berkualitas. Ada banyak cara legal untuk memenuhi kebutuhan aset desain promosi klien kalian. Berikut adalah 3 solusi legal yang sangat aman dari jeratan sengketa hukum.

1. Gunakan Platform Penyedia Stok Foto Berbayar

Kalian bisa berlangganan situs stok foto resmi untuk mendapatkan aset desain visual. Pastikan kalian membaca syarat lisensi penggunaan komersial pada situs penyedia tersebut. Membayar biaya langganan jauh lebih murah daripada membayar denda sengketa pengadilan niaga.

2. Pekerjakan Fotografer Dengan Kontrak Kerja Jelas

Menyewa fotografer profesional adalah investasi terbaik untuk menjaga orisinalitas promosi merek klien. Kalian wajib membuat perjanjian kontrak kerja yang mengatur pemindahan hak ekonomi karya. Perjanjian tertulis ini adalah bukti kuat bahwa agensi memiliki hak pakai sah.

3. Minta Izin Tertulis Dari Sang Fotografer

Jika kalian menemukan foto yang cocok pada internet segera hubungi fotografer pembuatnya. Mintalah izin tertulis secara resmi untuk menggunakan foto tersebut bagi kebutuhan promosi. Fotografer mungkin akan meminta kompensasi uang atau sekadar pencantuman nama kredit karya.

Baca juga: Peniruan Gerakan Dance Challenge oleh Iklan TV Menjadi Bukti Pentingnya Perlindungan Karya Koreografi

Amankan Kontrak Bisnis Agensi Kreatif Kalian

Apakah agensi kreatif kalian sering memproduksi konten tanpa kontrak lisensi yang jelas? Jangan biarkan kebiasaan buruk ini menjadi celah hukum yang menghancurkan perusahaan kalian. Segera bereskan urusan pembuatan kontrak lisensi komersial kalian bersama tim ahli kami. Hubungi saluran Tanya KH via aplikasi WhatsApp untuk sesi pendaftaran konsultasi secara kilat.

Sebagai opsi tambahan kalian juga bisa menyapa tim melalui pesan Instagram @kontrakhukum. Temukan juga berbagai panduan legalitas hukum paling praktis pada laman situs web resmi.

Jangan lewatkan kesempatan untuk bertukar ilmu pemasaran bisnis dengan para pengusaha sukses. Ayo segera daftarkan diri kalian ke dalam Komunitas Bisnis KH secara gratis sekarang.

Konsul Cabang Surabaya
Konsul Gratis