Skip to main content

Saat ini, ada banyak pilihan cara untuk berbisnis. Dari perkembangan teknologi hingga perubahan pola konsumsi, kesempatan untuk memulai bisnis semakin terbuka lebar bagi siapa saja.

Banyak orang tertarik untuk mencoba peruntungan di dunia bisnis, namun seringkali dihadapkan dengan pertanyaan besar di awal perjalanan mereka: lebih baik menjadi reseller atau membuat brand bisnis sendiri?

Menjadi reseller berarti kamu menjual produk yang sudah ada dipasaran dengan harga yang telah ditentukan produsen atau distributor. Di sisi lain, membuat brand sendiri memerlukan usaha yang lebih besar tetapi juga menawarkan potensi keuntungan yang lebih tinggi.

Kedua pilihan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menjadi reseller mungkin lebih mudah untuk memulai, sementara membuat brand bisnis sendiri menawarkan kesempatan untuk membangun sesuatu yang benar-benar milikmu.

Berangkat dari hal ini, kami akan memberikan perspektif yang tidak memihak, sehingga kamu bisa menentukan pilihan mana yang paling sesuai dengan situasi serta visi misi bisnismu di masa depan. Yuk, langsung saja kita bahas mengenai keduanya!

Sekilas Tentang Reseller dan Berbisnis Sendiri

Menjadi reseller merupakan salah satu model bisnis yang umum dan mudah dijalankan. Dalam hal ini, kamu berperan sebagai perantara antara produsen atau distributor dan konsumen akhir-akhir. Produk-produk yang dijual juga bukan produksi sendiri, melainkan beli dari pihak lain untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang telah kamu tentukan.

Sebagai reseller, fokus utamamu adalah menemukan produk yang tepat dari supplier yang dapat diandalkan dan kemudian menjualnya kepada konsumen dengan strategi pemasaran yang efektif. Dengan menjadi reseller, kamu bisa memanfaatkan popularitas produk yang sudah dikenal di pasar, sehingga dapat meminimalisir risiko ketidakpastian permintaan.

Sedangkan membuat brand sendiri adalah langkah yang lebih kompleks dan menantang, namun juga menawarkan peluang yang besar. 

Dalam model bisnis ini, kamu bertanggung jawab untuk mengembangkan produk dari awal, memberi identitas brand yang unik, dan membangun reputasi di pasar. 

Membangun brand bisnis sendiri berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar original dan sesuai dengan visi dan nilai-nilaimu. Kamu memiliki kendali penuh atas kualitas, harga, dan bagaimana brand diposisikan di pasar. 

Kelebihan Membuat Brand Bisnis Sendiri

Untuk membantu membuat keputusan, mungkin kamu bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan reseller dan membuat brand bisnis sendiri. Adapun kelebihan membuat brand sendiri antara lain:

  1. Lebih Hemat Biaya

Salah satu kelebihan membuat brand sendiri adalah banyaknya biaya yang bisa dihemat. 

Jika kamu membuatnya sendiri, kamu tidak perlu khawatir mengenai biaya tambahan atau harga yang ditetapkan oleh penjual, biaya pengiriman, dan lain sebagainya. Itu artinya, produk jadi yang dibuat biasanya lebih murah dibandingkan membeli produk jadi dari penjual lain.

Sebagai contoh, kita ambil dari industri fashion. Menurut The Cronut Project, kain sepanjang 100 yard dapat diubah menjadi empat lusin atau 48 potong pakaian. Adapun harga kain per yard hanya Rp30.000. 

Lalu jika ditambahkan biaya menjahit kurang lebih Rp25.000, maka modal yang dibutuhkan untuk setiap baju kurang dari Rp50.000. Sangat murah bukan? Tentu saja, angka ini bisa berubah berdasarkan jenis kain, aksesoris tambahan, dan lain sebagainya.

Namun di sisi lain, ada pula produk-produk tertentu yang sulit dibuat dan harganya mahal sehingga membeli untuk dijual kembali justru jauh lebih murah, misalnya produk elektronik. Selain sulit dan membutuhkan sistem yang mumpuni, barang-barang tersebut hanya akan lebih murah jika diproduksi dalam jumlah besar.

  1. Kualitas Bisa Ditentukan Sendiri

Jika dilihat dari ruang gerak, maka memproduksi barang sendiri tentunya memberikan kamu kendali penuh terhadap kualitas produk. 

Kamu bisa mewujudkan misi dengan menghasilkan barang-barang yang seperti apa, misalnya kualitas standar atau yang bermutu tinggi.

Lalu dalam melakukan quality control, kamu mempunyai kewenangan untuk menolak produk yang hasil pembuatannya tidak sesuai dengan spesifikasi, sehingga dapat memastikan konsumen hanya menerima barang dengan kualitas terbaik.

  1. Cepat Beradaptasi dengan Perubahan

Seperti yang kita tahu, keadaan pasar khususnya di Indonesia sangat cepat berubah. Sebagai seorang pebisnis, sangat penting untuk terus beradaptasi dengan perubahan ini. 

Jadi, jika kamu ingin memproduksi barang yang akan dijual sendiri, kamu jadi lebih leluasa untuk memilih kapan perlu melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah.

Kekurangan Membuat Brand Bisnis Sendiri

Setelah mengetahui kelebihannya di atas, membuat brand bisnis sendiri juga memiliki sejumlah kekurangan antara lain:

  1. Biaya Awal yang Besar

Jadi reseller atau bikin brand sendiri, mending mana? Pastinya membuat produk sendiri memerlukan modal awal yang cukup besar. Pasalnya, kamu harus membeli peralatan produksi, bahan baku, kemasan, dan berbagai kebutuhan lainnya.

  1. Butuh Pengetahuan yang Mendalam

Sebagai pemilik bisnis yang memproduksi barang sendiri, kamu harus menguasai berbagai sektor, termasuk bahan baku, akuntansi, pemasaran, distribusi, dan dasar-dasar manajemen bisnis lainnya. Artinya, riset yang dilakukan harus lebih mendalam dan kompleks lagi.

  1. Butuh Waktu

Membeli barang jadi dan langsung menjualnya jelas lebih cepat dibandingkan memproduksinya sendiri. Jika kamu membutuhkan dana cepat, pilihan ini mungkin bukan solusi yang tepat. Ini karena proses pembuatan produk membutuhkan waktu yang tidak sebentar, jadi kamu harus bersabar.

Kelebihan Menjadi Reseller

Keberhasilan seorang reseller seringkali bergantung pada kemampuan dalam memilih produk yang tepat dan membangun jaringan pelanggan yang loyal. Adapun kelebihan menjadi reseller antara lain sebagai berikut:

  1. Lebih Cepat

Sebagai reseller, kamu cukup mencari penyedia barang yang kamu butuhkan kemudian membelinya. Karena produk sudah siap, kamu bisa langsung menjualnya ke para konsumen, tanpa perlu menunggu proses pembuatannya.

  1. Modal Tidak Harus Besar

Berbeda dengan membuat brand sendiri, sebagai reseller kamu bisa menghemat biaya-biaya yang mahal seperti modal alat, tempat produksi, distribusi, dan lain sebagainya. 

Tidak heran jika rata-rata reseller hanya mengeluarkan modal yang rendah. Bahkan, bukan mustahil dengan modal ratusan ribu saja, secara bertahap akan meningkatkan volume penjualan.

  1. Bisa Pilih Banyak Produk

Seorang reseller bisa melakukan pemesanan kepada banyak supplier sekaligus. Dengan begitu, kamu bisa memiliki berbagai pilihan produk. Misalnya dalam toko online kamu bisa menjual skincare, makeup, buku, dan tas sekaligus. 

Kekurangan Menjadi Reseller

Meskipun terlihat lebih mudah dan cepat, menjadi reseller juga memungkinkan kamu untuk menghadapi berbagai tantangan mengingat reseller pun memiliki sejumlah kekurangan seperti:

  1. Persaingan Lebih Ketat

Ketika membeli produk dari vendor atau produsen lain, tentu akan mengurangi keunikan barang. Ini menandakan bahwa ada banyak pesaing di luar sana yang menawarkan hal serupa dengan produkmu. 

Maka untuk mengatasi hal ini, penting menjadi kreatif dan menemukan keunikan dari bisnis sehingga orang-orang tetap memilih produk mu dibandingkan yang lain.

  1. Margin Keuntungan Lebih Rendah

Secara umum, reseller tidak bisa menetapkan margin yang terlalu besar. Alasannya adalah jika kamu menjual barang dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga beli, dipastikan produk tersebut akan terlalu mahal. 

Sedangkan jika kamu membuatnya sendiri, biaya produksi per item akan berkurang sehingga kamu bisa menjual dengan margin yang lebih besar.

  1. Tidak Punya Kontrol Terhadap Kualitas dan Kuantitas Produksi

Menjadi reseller, kamu hanya memiliki sedikit kendali atas kualitas dan kuantitas barang yang diambil dari vendor atau supplier. 

Jika kamu tidak memilih pemasok dengan tepat, kamu bisa mengalami kerugian karena menerima produk di bawah standar atau produk yang dijual tidak menarik bagi target pasar. Oleh karena itu, pilihlah supplier dengan hati-hati ya!

Jadi, Lebih Baik Membuat Brand Sendiri atau Jadi Reseller?

Tidak bisa dipungkiri, kedua pilihan ini sama-sama menguntungkan. Namun keuntungan keduanya mungkin berbeda. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini, termasuk pemilihan produk, pilihan industri, keadaan pasar, strategi marketing, dan lain sebagainya.

Nah, setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan kedua opsi tersebut, kamu bisa memilih pilihan terbaik yang sesuai dengan kondisimu. Misalnya, jika kamu belum memiliki sumber daya untuk memproduksi brand sendiri, sebaiknya mulai langkah awal dengan menjadi reseller terlebih dahulu.

Lalu ketika tabungan bisnismu sudah cukup, kamu bisa mulai berdagang dengan brand sendiri. Yang terpenting adalah memiliki pemahaman menyeluruh mengenai suatu produk dan strategi jitu untuk memilih dan menyesuaikannya dengan target pasar mu. 

Kesimpulannya, jadi reseller atau bikin brand sendiri, jawabannya tentu ada di tangan masing-masing, dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan yang sudah dijelaskan diatas, selamat mencoba!

Namun, apapun sistem bisnisnya, pastikan kamu mengetahui dan memperhatikan legalitas bisnis tersebut.

Jika kamu memilih membuat brand sendiri, pastikan untuk mengurus legalitas bisnis seperti NIB, akta pendirian perusahaan, NPWP, pendaftaran merek dagang, dan izin usaha lainnya demi kredibilitas dan produktivitas bisnis. Sehingga mengurangi risiko terjadinya masalah hukum di kemudian hari.

Begitupun juga dengan menjadi reseller, kamu perlu membuat perjanjian kerja sama untuk menjadi bukti kuat dan dasar dalam melakukan hal-hal yang telah disepakati antara produsen atau distributor dan reseller.

Selain itu, adanya perjanjian kerja sama juga bisa mencegah timbulnya masalah dikemudian hari karena masing-masing dapat mengetahui hak dan kewajibannya, serta mendukung kelancaran pelaksanaan bisnis.

Kontak KH

Jika masih galau dan bingung untuk menentukan jenis bisnis apa yang akan dijalankan, bisa konsultasikan saja dengan Kontrak Hukum. 

Sebagai platform legal digital, kami telah dipercaya oleh ribuan pelaku usaha di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan termasuk terkait pengurusan dokumen legalitas usaha. Lengkap, terjangkau, dan terjamin aman sehingga nantinya tidak mengalami kerugian karena kurangnya pemahaman dan pemenuhan legalitas bisnis.

Untuk melihat informasi layanan sesuai kebutuhan, silakan kunjungi laman Layanan KH – Memulai Usaha. Jika ada pertanyaan lainnya, kamu juga bisa hubungi kami di Tanya KH ataupun mengirimkan direct message (DM) ke Instagram @kontrakhukum.

Konsul Gratis