Skip to main content

Pemilihan kode KBLI kontraktor yang tepat langsung menentukan legalitas dan kelancaran usaha konstruksimu saat kamu mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB). Kalau kamu memilih kode yang keliru, proses perizinan bisa tersendat dan usahamu berisiko kehilangan peluang proyek. 

Oleh karena itu, kamu perlu memahami bahwa Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk sektor konstruksi terbagi menjadi beberapa kelompok utama, yaitu konstruksi gedung, konstruksi bangunan sipil, dan konstruksi khusus. Sebelum kita bahas lebih dalam, ingat satu hal penting: kode yang kamu pilih hari ini akan memengaruhi setiap langkah legalitas usahamu ke depan.

Mengenal KBLI Kontraktor dan Konstruksi Sejak Awal

KBLI adalah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia yang pemerintah tetapkan melalui Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 2 Tahun 2020 atau yang kita kenal sebagai KBLI 2020. Klasifikasi ini menjadi acuan resmi ketika kamu mendaftarkan bidang usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Setiap bidang usaha memiliki kode angka lima digit yang mewakili jenis kegiatan usahamu. Sebagai contoh, usaha jasa konstruksi berada pada Kategori F. Dengan demikian, saat kamu memilih kode KBLI kontraktor, kamu sebenarnya sedang memberi tahu negara jenis pekerjaan konstruksi apa yang usahamu jalankan. Karena itu, kamu harus memahami struktur klasifikasinya sejak awal agar tidak salah langkah.

Mengapa Salah Pilih Kode Bisa Menghambat Usahamu

Banyak pelaku usaha konstruksi merasa bingung ketika harus memilih satu kode di antara puluhan klasifikasi yang tersedia. Padahal, kesalahan kecil pada tahap ini bisa berdampak besar pada kelanjutan usahamu.

Berikut beberapa risiko yang muncul saat kamu salah memilih kode KBLI kontraktor:

  • Proses pengurusan NIB tersendat karena kode tidak sesuai dengan kegiatan usaha sebenarnya.
  • Pemenuhan Sertifikat Badan Usaha (SBU) jasa konstruksi ikut terhambat karena SBU mengikuti kode yang kamu daftarkan.
  • Usahamu gagal mengikuti tender atau seleksi proyek karena kode tidak sesuai dengan syarat pengadaan.
  • Kamu harus mengulang atau menambah pendaftaran KBLI di OSS, sehingga membuang waktu dan biaya.

Oleh karena itu, kamu sebaiknya memahami klasifikasi konstruksi sejak awal supaya seluruh proses legalitas berjalan aman dan efisien.

Tiga Golongan Klasifikasi Konstruksi yang Wajib Kamu Pahami

Usaha konstruksi berada pada Kategori F dan terbagi menjadi tiga golongan pokok. Ketiga golongan ini menjadi fondasi utama saat kamu menentukan kode KBLI kontraktor yang paling tepat untuk usahamu.

Konstruksi Gedung pada Golongan 41

Golongan 41 mencakup pekerjaan pembangunan gedung sesuai peruntukannya. Sebagai contoh, kamu bisa mengacu pada kode berikut:

  • 41011: untuk konstruksi gedung hunian.
  • 41012: untuk konstruksi gedung perkantoran.
  • 41013: untuk konstruksi gedung industri.

Selain itu, masih ada kode lain sesuai peruntukan gedung, misalnya gedung perbelanjaan atau gedung kesehatan. Karena itu, cocokkan kode dengan jenis gedung yang benar-benar usahamu kerjakan.

Konstruksi Bangunan Sipil pada Golongan 42

Golongan 42 mencakup pekerjaan infrastruktur berskala besar. Sebagai gambaran, kamu bisa memperhatikan contoh kode berikut:

  • 42101: untuk konstruksi jalan.
  • 42102: untuk konstruksi jembatan atau jalan layang.

Di sisi lain, golongan ini juga memuat kode lain untuk irigasi, bendungan, jaringan utilitas, serta bangunan sipil lainnya. Dengan demikian, kamu perlu menyesuaikan kode dengan jenis infrastruktur yang usahamu tangani.

Konstruksi Khusus pada Golongan 43

Golongan 43 mencakup pekerjaan konstruksi yang bersifat khusus dan spesifik. Sebagai contoh, kamu bisa mengacu pada kode berikut:

  • 43110: untuk pembongkaran bangunan.
  • 43120: untuk penyiapan lahan konstruksi.

Selain itu, golongan ini juga mencakup pekerjaan instalasi dan penyelesaian bangunan. Oleh karena itu, kamu perlu mengenali detail pekerjaan usahamu agar memilih kode yang benar-benar cocok.

Dokumen Legalitas yang Wajib Kamu Penuhi

Banyak pelaku usaha mengira NIB sudah cukup untuk menjalankan usaha jasa konstruksi. Padahal, kamu perlu memenuhi beberapa dokumen legalitas agar usahamu benar-benar layak beroperasi dan mengikuti proyek.

Berikut dokumen utama yang perlu kamu perhatikan:

  1. NIB (Nomor Induk Berusaha): berfungsi sebagai identitas dan legalitas dasar usahamu di sistem OSS.
  2. SBU (Sertifikat Badan Usaha) jasa konstruksi: wajib kamu penuhi sesuai kode dan subklasifikasi yang kamu pilih.
  3. Kesesuaian kode KBLI: menjadi acuan kelayakan badan usaha saat kamu mengikuti tender atau seleksi penyedia jasa konstruksi.

Dengan kata lain, NIB membuka pintu awal, sedangkan SBU memastikan usahamu memenuhi standar teknis dan kompetensi. Oleh karena itu, kamu harus memastikan kode KBLI kontraktor selaras dengan SBU yang kamu ajukan.

Membedakan Pelaksana Konstruksi dan Jasa Konsultansi Konstruksi

Sebelum kamu mendaftar, kenali dulu perbedaan dua jenis usaha yang sering tertukar. Pemahaman ini membantumu memilih kode yang benar sejak awal.

  • Pelaksana konstruksi (kontraktor) menjalankan pekerjaan fisik seperti membangun gedung, jalan, atau jembatan.
  • Jasa konsultansi konstruksi mencakup layanan seperti arsitektur dan keinsinyuran yang memiliki kode tersendiri di luar golongan pelaksana.

Dengan demikian, kamu tidak boleh menyamakan kode kontraktor dengan kode konsultan. Sebagai contoh, usaha yang fokus pada perencanaan desain memerlukan klasifikasi berbeda dari usaha yang mengeksekusi pembangunan di lapangan.

Langkah Memilih Kode KBLI Kontraktor yang Tepat

Agar kamu tidak salah pilih, ikuti langkah praktis berikut secara berurutan:

  1. Identifikasi kegiatan usaha utamamu, apakah kamu membangun gedung, infrastruktur sipil, atau pekerjaan khusus.
  2. Cocokkan kegiatan tersebut dengan golongan yang tepat, yaitu golongan 41, 42, atau 43.
  3. Pilih kode lima digit yang paling menggambarkan pekerjaan usahamu.
  4. Periksa persyaratan SBU yang mengikuti kode tersebut.
  5. Verifikasi kode, uraian, dan syarat terbaru langsung melalui sistem OSS resmi sebelum kamu mendaftar.

Setelah itu, kamu bisa mendaftarkan kode dengan percaya diri karena setiap pilihan sudah kamu sesuaikan dengan kegiatan usaha yang sebenarnya.

Ingat Klasifikasi Bisa Berubah dari Waktu ke Waktu

Kamu perlu menyadari bahwa klasifikasi usaha tidak bersifat permanen. Kategori F termasuk sektor yang cukup sering mengalami penataan.

Sebagai catatan penting, perubahan ini bisa mencakup:

  • Pengaturan ulang struktur golongan dan subklasifikasi.
  • Penggabungan beberapa kode menjadi satu.
  • Pemecahan satu kode menjadi beberapa kode baru, misalnya saat transisi dari KBLI 2020 menuju KBLI 2025.

Oleh karena itu, kamu sebaiknya selalu mengecek kode, uraian resmi, dan persyaratan terbaru melalui sistem OSS resmi. Selain itu, kamu bisa berkonsultasi lebih dulu sebelum mendaftar agar pilihan kode KBLI kontraktor tetap akurat dan sesuai aturan yang berlaku.

Wujudkan Legalitas Konstruksimu dengan Langkah yang Tepat

Memilih kode KBLI kontraktor yang tepat dan mengurus legalitas usaha konstruksi tidak perlu membuatmu pusing selama kamu mendapat pendampingan dari tim yang benar-benar memahami aturannya. Tim Kontrak Hukum siap membantumu menentukan kode KBLI konstruksi yang tepat, mengurus NIB, memenuhi SBU, mendaftarkan atau menambah KBLI di OSS, sekaligus mendampingi pendirian dan legalitas badan usaha konstruksimu. 

Untuk memulai, kamu bisa langsung menjelajahi layanan notaris digital Kontrak Hukum untuk keperluan legalitas dan mendiskusikan kebutuhan usahamu melalui konsultasi hukum online bersama tim yang berpengalaman.

Kalau kamu ingin bertanya lebih santai, kamu juga bisa menyapa tim kami lewat DM Instagram @kontrakhukum atau menghubungi kami langsung melalui WhatsApp Tanya KH untuk mendapatkan jawaban cepat. Selain itu, kamu bisa bergabung ke komunitas bisnis Kontrak Hukum supaya kamu selalu mengikuti informasi terbaru seputar legalitas usaha. Dengan langkah yang tepat sejak awal, kamu bisa fokus mengembangkan proyek konstruksimu sementara kami menjaga sisi legalitasnya tetap aman.

Konsul Cabang Surabaya
Konsul Gratis