Skip to main content

Sobat KH, masih ingat dengan restoran bernama Karen’s Diner yang sempat viral karena konsep pelayanan yang jutek, galak, dan marah-marah ke konsumen? Lama tak terdengar, restoran burger asal Australia ini ternyata sudah tutup sejak November 2023.

Kabar ini diketahui dari unggahan para pengguna media sosial X (dulunya Twitter) yang menyebut Karen’s Diner sudah tak beroperasi. Mantan pegawai Karen’s Diner, Bedwina Baptitasta, melalui unggahan TikToknya pun membenarkan berita ini.

Berdasarkan pengamatan Detikcom di lokasi, Rabu (17/1/2014), restoran Karen’s Diner memang tampak sudah tidak beroperasi lagi. Hal ini terlihat dari plang nama ‘Bengkel Burger’ yang menaungi Karen’s Diner di Jakarta sudah tidak lagi.

Saat ini lokasi bekas tempat restoran itu berada sudah mengganti pelang namanya menjadi Middle Child. Sedangkan di lantai dasar bangunan masih ditempati toko roti yang sama bernama Beau Bakery.

Banyak warganet yang mengira bahwa Karen’s Diner bangkrut. Akan tetapi, sebenarnya tidak demikian. Lalu, apa alasannya? Simak lebih lanjut selengkapnya disini.

Apa Alasan Karen’s Diner di Jakarta Tutup?

Restoran burger asal Australia, Karen’s Diner memang belum lama membuka cabang di Jakarta, tepatnya pada Desember 2022 silam.

Sesuai dengan slogannya ‘Great Burgers and Very Rude Service’, pelanggan yang berkunjung ke Karen’s Diner akan disambut oleh pelayan yang kasar dan tak sopan.

Ramai-ramai orang datang untuk merasakan mendapat pelayanan yang unik ini. Tak hanya datang, mereka juga ramai membuat konten hingga viral di media sosial.

Perlu diketahui bahwa Karen’s Diner Jakarta tidak berdiri sendiri.dikutip Detikcom, restoran tersebut menggandeng rumah makan burger lokal bernama “Bengkel Burger & Brew” untuk beroperasi.

Terkait dengan tutupnya restoran tersebut, salah satu mantan karyawan bernama Bedwina Baptista menjelaskan bahwa hal itu dikarenakan karena Karen’s Diner di Jakarta yang hanya berupa pop-up store. Hal ini diklarifikasi oleh Bedwina melalui salah satu video TikTok-nya @bebedwina.

“Karen’s Diner itu udah nggak ada untuk di Jakarta, karena Karen’s Diner di Jakarta itu cuman collab doang selama 6 bulan. Selebihnya, udah selesai,” kata Bedwina dikutip dari dream.co.id.

“Jadi memang buat seasonal aja. Bukan buat yang berkepanjangan atau seumur hidup ada di Indonesia,” ujarnya menjelaskan.

BACA JUGA: Simpel! Begini Cara Perpanjang Masa Berlaku Merek Dagangmu

Terkait hal tersebut, Bedwina juga menginformasikan bahwa dirinya bersama karyawan Karen’s Dinner Jakarta lainnya sudah tidak bekerja lagi di restoran tersebut. Adapun restoran Karen’s Diner yang masih dibuka yakni di Bali.

Konsep Bisnis Pop-up Store, Apa Maksudnya?

Seperti yang telah disinggung di atas, Karen’s Diner di Jakarta merupakan sebuah pop-up store. Dimana berdasarkan Cambridge Dictionary, pop-up store didefinisikan dengan “a store that opens suddenly and usually exists for a short amount of time”.

Apabila diterjemahkan, maka pop-up store adalah suatu toko atau gerai yang dibuka secara tiba-tiba dan biasanya hanya berdiri dalam waktu yang singkat.

Berdasarkan informasi tersebut, maka bisa dikatakan bahwa Karen’s Diner bukannya tutup karena bangkrut, melainkan masa kerja sama untuk mendirikan pop-up store sudah habis (tidak permanen).

Konsep bisnis pop-up store ini juga berkaitan dengan lisensi merek. Sebab, pemilik merek dagang “Karen’s Diner” memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakan merek tersebut. Hal ini tercantum dalam Pasal 42 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU 20/2016).

Apabila ingin menggunakan lisensi, maka para pihak (antara pemilik merek dengan penerima merek) wajib didasarkan dengan suatu perjanjian. Inilah yang disebut dengan “perjanjian lisensi”.

Selain itu, wajib dipastikan juga bahwa objek kekayaan intelektual yang akan dilisensikan (dalam hal ini merek) harus memenuhi beberapa syarat. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 8 Tahun 2016 tentang Syarat dan Tata Cara Permohonan Pencatatan Perjanjian Lisensi Kekayaan Intelektual (Permenkumham 8/2016).

Adapun berdasarkan Pasal 4 ayat (3) Permenkumham 8/2016, syarat objek lisensi merek di antaranya sebagai berikut:

  1. Masih dalam masa perlindungan;
  2. Tidak merugikan kepentingan ekonomi nasional;
  3. Tidak menghambat pengembangan teknologi; dan
  4. Tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, kesusilaan, dan ketertiban.

Apa Isi Perjanjian Lisensi Merek?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, apabila ingin membuka pop-up store seperti Karen’s Diner dalam hal ini menggunakan lisensi merek milik orang lain, dibutuhkan yang namanya perjanjian lisensi.

Perjanjian lisensi ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pencatatan Perjanjian Lisensi Kekayaan Intelektual (PP 36/2018).

Adapun berdasarkan Pasal 7 ayat (2) PP tersebut, muatan perjanjian lisensi secara garis besar adalah sebagai berikut:

  1. Tanggal, bulan, tahun, dan tempat perjanjian lisensi ditandatangani;
  2. Nama dan alamat pemberi lisensi dan penerima lisensi;
  3. Objek perjanjian lisensi;
  4. Ketentuan mengenai lisensi bersifat eksklusif atau non eksklusif, termasuk sublisensi;
  5. Jangka waktu perjanjian lisensi;
  6. Wilayah berlakunya perjanjian lisensi; dan
  7. Pihak yang melakukan pembayaran biaya tahunan untuk paten.

Setelah itu, perjanjian lisensi ini juga  wajib dicatatkan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM.

Kontak KH

Berencana bekerja sama dengan pihak lain untuk menggunakan lisensi merek? Tak ada salahnya! Nyatanya, memberikan atau menggunakan sebagian hak merek melalui lisensi bukanlah hal yang buruk, yang terpenting jangan lupa untuk membuat perjanjian lisensi.

BACA JUGA: Mengenal Lisensi Merek, Bisa Tingkatkan Keuntungan Bisnis!

Hal ini penting karena dapat mencegah penggunaan yang tidak sah atau merusak merek dagang oleh pihak lain. Selain itu, pemilik merek juga biasanya dapat menerima royalti dari licensee sebagai imbalan atas izin penggunaan merek.

Untuk mempermudahnya kamu bisa serahkan saja pada Kontrak Hukum. Bersama konsultan HKI yang berkompeten dan profesional, kami dapat membantumu untuk pembuatan perjanjian lisensi merek termasuk pencatatannya ke DJKI Kemenkumham.

Untuk informasi layanan, kunjungi laman  Layanan KH – Perjanjian Lisensi Merek. Atau jika Sobat KH memiliki kebutuhan Kekayaan Intelektual lainnya, kamu bisa konsultasi gratis di Tanya KH ataupun mengirimkan direct message (DM) ke Instagram @Kontrakhukum.

Mariska

Resident legal marketer and blog writer, passionate about helping SME to grow and contribute to the greater economy.

Konsul Gratis