Skip to main content

Sobat KH, kamu pasti sudah familiar dengan Telkom, kan? PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk adalah perusahaan milik negara yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Perusahaan yang didirikan pada 6 Juli 1965 ini memiliki sejarah panjang yang berawal dari penyedia layanan pos dan telegraf sejak masa kolonial Belanda pada tahun 1882.

Kini, Telkom adalah raksasa telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan layanan yang sangat lengkap dan jangkauan yang luas, mulai dari fixed line, broadband hingga layanan seluler melalui anak usahanya Telkomsel. Tidak hanya itu, Telkom juga mengembangkan layanan digital, data center, layanan cloud, hingga konektivitas internet internasional yang menjangkau jutaan pelanggan di seluruh Indonesia dan global.

Telkom: Layanan dan Portofolio Bisnis

Kamu perlu tahu, Telkom punya enam portofolio produk utama yang meliputi telekomunikasi tradisional, layanan data dan internet, multimedia, platform digital, data center, dan solusi bisnis digital.

Perusahaan ini membangun dan mengelola infrastruktur telekomunikasi yang sangat besar, termasuk 41.000+ menara telekomunikasi dan lebih dari 170.000 km kabel serat optik darat dan bawah laut yang menghubungkan lebih dari 200 juta pengguna domestik dan internasional.

Telkom juga memiliki lebih dari 30 data center global yang siap mendukung kebutuhan digitalisasi berbagai pelaku bisnis dari skala mikro hingga korporasi besar.

Sejak peluncuran layanan 4G LTE pada 2014 dan layanan 5G melalui Telkomsel pada 2021, Telkom semakin fokus mengembangkan bisnis data yang kini menjadi tulang punggung pertumbuhan pendapatannya. Layanan broadband IndiHome yang menggabungkan internet, telepon rumah, dan TV interaktif menjadi andalan di segmen rumah tangga, sementara bisnis enterprise memanfaatkan layanan cloud dan data center untuk mempercepat digitalisasi perusahaan.

Baca juga: Proyek Baterai EV dan Dampaknya Pada Laporan Keuangan ANTM Kuartal II

Kinerja Telkom di Kuartal II 2025: Fokus pada Bisnis Data

Sobat KH, kinerja Telkom pada kuartal II tahun 2025 menunjukkan tren menarik terutama dari ekspansi bisnis data. Semakin banyaknya pengguna internet, meningkatnya adopsi teknologi digital, dan transformasi digital di berbagai sektor membuat permintaan akan layanan data terus meroket. Telkom tercatat mengalami peningkatan pendapatan signifikan dari segmen bisnis data yang meliputi broadband, data center, cloud services, dan solusi digital lainnya.

Berikut laporan keuangan Telkom pada paruh pertama tahun 2025 dan perbandingan antara kuartal I dan kuartal II 2025:

KeteranganKuartal I 2025Kuartal II 2025Perubahan Kuartal (%)
Pendapatan (Rp triliun)36,636,4-0,55
EBITDA (Rp triliun)18,517,6-4,86
Laba Bersih (Rp triliun)5,85,1-12,07
EBITDA Margin (%)49,548,0
Laba Bersih Margin (%)15,814,0

Data ini menunjukkan bahwa walaupun ada sedikit penurunan kuartalan, kinerja Telkom tetap solid dengan EBITDA margin mendekati 50% dan laba bersih margin di atas 14%. Pendapatan konsolidasi mencapai Rp73 triliun selama semester I 2025, dengan kontribusi signifikan dari bisnis data dan digital yang mencapai Rp44,25 triliun, yang merupakan komponen utama dari total pendapatan ini.

Kontribusi Segmen Bisnis Data

Bisnis data saat ini adalah penggerak utama pertumbuhan Telkom. Data menunjukkan bahwa kontribusi bisnis data terhadap total pendapatan Telkom pada kuartal II 2025 mencapai mayoritas pendapatan perusahaan, signifikan mengungguli bisnis tradisional telepon tetap dan suara.

Dimana pendapatan segmen konsumer (mobile dan fixed broadband) mencapai Rp53,8 triliun, dimana bisnis digital (data dan layanan teknologi informasi) menyumbang 90,6% dari pendapatan seluler. Layanan broadband IndiHome juga mencatatkan 10,1 juta pelanggan residensial, meningkat 10% YoY, sekaligus total pelanggan IndiHome B2C dan B2B tumbuh 7,1% YoY.

Bisnis data juga menjadi basis untuk inovasi bisnis Telkom ke depan, mulai dari layanan cloud computing, data analytics, hingga IoT dan smart city solutions. Diversifikasi tersebut meningkatkan pendapatan segmen enterprise sebesar Rp10 triliun.

Dengan infrastruktur yang sudah sangat kuat dan berkembang secara agresif, Telkom siap untuk mengamankan posisinya sebagai pemain utama di pasar teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia dan regional. Telkomsel mengoperasikan lebih dari 229 ribu BTS 4G dan 2.537 BTS 5G hingga Juni 2025, meningkatkan kapasitas jaringan data yang menjadi basis utama layanan.

Baca juga: Kinerja Blue Bird Semester I Tumbuh Segini, Apa Penyebabnya?

Harga Saham PT Telkom Per Agustus 2025

Harga saham Telkom Indonesia (TLKM) di bulan Agustus 2025 menunjukkan tren positif. Pada tanggal 12 Agustus 2025, saham TLKM melonjak sebesar 7,02% ke harga Rp3.200 per saham. Lonjakan ini didorong oleh masuknya arus dana asing yang semakin deras. Bahkan saham ini pernah menjadi salah satu penggerak utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada sesi perdagangan Agustus secara umum, saham Telkom bergerak stabil dan defensif dengan potensi akumulasi yang baik meskipun ada koreksi kecil pada beberapa hari perdagangan.

Saham Telkom Indonesia (TLKM) ramai dilirik oleh investor asing pada tahun 2025 karena beberapa alasan utama:

  • Potensi Dividen yang Tinggi: Telkom menawarkan dividend yield yang menarik, berkisar antara 6,6% hingga 7,5% berdasarkan harga saham pada April 2025. Dengan dividend payout ratio sekitar 70%-80%, investor asing melihat peluang mendapatkan pengembalian yang stabil dan menguntungkan.

  • Valuasi yang Relatif Rendah: Harga saham Telkom diperdagangkan dengan valuasi rendah, dengan Price Earnings Ratio (PER) sekitar 10,97x, lebih rendah dibandingkan rata-rata sektor dan industri telekomunikasi. Kondisi ini membuat saham Telkom dinilai undervalued sehingga menarik bagi investor asing yang mencari nilai investasi yang baik.

  • Stabilitas dan Dominasi Pasar: Dengan infrastruktur yang luas, jaringan BTS 4G dan 5G terbesar di Indonesia, serta basis pelanggan yang besar, Telkom memiliki keunggulan kompetitif menghadapi persaingan ketat di industri telekomunikasi. Hal ini memberikan keyakinan kepada investor asing mengenai kelangsungan bisnis dan potensi pertumbuhan jangka panjang.

  • Optimisme Kinerja Semester II 2025: Meskipun kinerja kuartal I dan II 2025 sedikit menurun, ada optimisme dari manajemen Telkom bahwa kinerja akan membaik pada semester II-2025. Hal ini mendorong masuknya arus dana asing ke saham Telkom sebagai investasi dengan prospek positif di sisa tahun 2025.

Baca juga: Adaro Rilis Laba Semester I Bagaimana Proyeksi Dividen Akhir Tahun?

Kesimpulan

Sobat KH juga perlu ingat bahwa di era digital seperti sekarang, perlindungan data dan privasi menjadi hal yang sangat krusial. Bisnis digital yang mengelola data pelanggan dan informasi sensitif membutuhkan perlindungan hukum. Salah satu cara penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan adalah dengan memiliki Kebijakan Privasi untuk website atau aplikasi yang kamu kelola.

Kalau kamu sedang membangun atau mengembangkan bisnis digital, jangan sepelekan urusan perlindungan data ini. Kamu bisa membuat Kebijakan Privasi secara profesional dan mudah melalui layanan digital pembuatan kontrak dan perjanjian bisnis dari Kontrak Hukum. Layanan ini cepat, praktis, dan 100% online tanpa tatap muka, jadi sangat cocok untuk kebutuhan bisnis modern seperti kamu.

Yuk, langsung Tanya KH untuk konsultasi dengan ahli hukum hanya dengan 490 ribuan saja! Kamu juga bisa mengirim pesan lewat Instagram @kontrakhukum untuk diskusi yang lebih santai dan cepat.

Jangan lupa juga bergabung dengan Komunitas Bisnis KH untuk saling berbagi pengalaman dan tips sukses dalam berbisnis . Ingin dapat penghasilan tambahan dengan cara mudah? Kamu bisa ikut Program Affiliate Kontrak Hukum dan mulai hasilkan komisi hingga jutaan rupiah!

Konsul Cabang Surabaya
Konsul Gratis