GoTo adalah perusahaan ekosistem digital yang terbentuk dari penggabungan dua raksasa teknologi nasional, yaitu Gojek dan Tokopedia. Terbentuk resmi pada tahun 2021, GoTo menyediakan berbagai layanan teknologi mulai dari transportasi on-demand (seperti GoRide dan GoCar), e-commerce (Tokopedia), hingga layanan keuangan digital melalui GoTo Financial yang mencakup pembayaran digital GoPay, layanan kasir berbasis cloud MokaPOS, dan solusi pembayaran Midtrans.
GoTo menjadi salah satu perusahaan teknologi yang paling berpengaruh di Tanah Air dengan misi memberdayakan kemajuan ekonomi digital Indonesia. Selain itu, GoTo juga terkenal sebagai decacorn pertama di Indonesia dan merupakan salah satu dari lima perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia. GoTo memiliki nilai transaksi bruto yang mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahunnya. Pada akhirnya, GoTo resmi melantai di Bursa Efek Indonesia melalui IPO pada April 2022 dengan nilai penawaran mencapai Rp15,8 triliun, menjadikannya IPO terbesar di Indonesia dan salah satu yang terbesar di dunia.
Dari Anjlok Hingga Optimisme Pasar
Namun, perjalanan GoTo di pasar saham tidak selalu mulus, Sobat KH. Setelah IPO yang penuh harapan pada awal 2022, harga saham GoTo sempat anjlok drastis dari kisaran Rp300-an hingga menyentuh level sekitar Rp63 per saham.
| Tanggal / Periode | Harga Saham (Rp) | Keterangan | Persentase Perubahan dari IPO (%) |
|---|---|---|---|
| IPO 11 April 2022 | 338 | Harga penawaran IPO | 0% (nilai dasar) |
| Hari Setelah IPO 12 April 2022 | 442 | Harga tertinggi awal (all-time high) | +30.8% |
| Oktober 2022 | 63 – 132 | Harga saham mengalami anjlok tajam, menyentuh level rendah | -80.4% (dari Rp338 ke Rp 67 kisaran) |
| 16 Oktober 2023 | 54 | Harga terendah sejak IPO | -84.0% |
| Februari 2025 | 84 | Harga terakhir terpantau | -75.2% |
| Agustus 2025 (perkiraan) | ~63 (perkiraan dari laporan) | Harga saham sebelum laporan kuartal 2 2025 dirilis | -81.3% |
Penurunan harga saham ini disebabkan oleh beberapa tantangan yang kompleks. Pertama, kondisi makro ekonomi global dan domestik yang kurang kondusif, seperti perlambatan ekonomi, inflasi tinggi, serta suku bunga yang meningkat, memberikan tekanan besar pada daya beli konsumen dan iklim investasi.
Kedua, persaingan ketat di sektor teknologi dan e-commerce membuat GoTo harus terus berinovasi sambil menekan biaya operasional.
Ketiga, GoTo menghadapi tantangan dalam mewujudkan profitabilitas jangka pendek karena harus mengelola berbagai lini bisnis sekaligus, dari on-demand, e-commerce sampai fintech, yang masing-masing masih memerlukan investasi besar.
Selain itu, volatilitas pasar saham teknologi global juga memengaruhi sentimen investor terhadap GoTo. Meski demikian, banyak analis tetap optimis karena GoTo menunjukkan perbaikan kinerja dan strategi yang jelas untuk efisiensi serta penguatan unit fintech sebagai motor utama pertumbuhan.
Baca juga: Legal Checklist Wajib untuk Startup yang Ingin IPO di Indonesia
Laporan Keuangan Kuartal 2 GoTo Dirilis
Pada tanggal 13 Agustus 2025, GoTo merilis laporan keuangan kuartal kedua tahun 2025 yang menyajikan beberapa kejutan menarik bagi kamu, Sobat KH.
Dari sisi pendapatan, GoTo berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp4,41 triliun, sebuah pencapaian yang menunjukkan pertumbuhan yang cukup positif di tengah persaingan industri teknologi dan e-commerce yang ketat. Namun, perusahaan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp142,5 miliar. Meski rugi, angka ini menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, menandakan bahwa GoTo semakin efektif dalam mengelola keuangannya.
Unit Fintech GoTo Jadi Motor Pertumbuhan
Yang patut kamu ketahui, unit fintech menjadi motor utama pertumbuhan GoTo. Pendapatan unit fintech melonjak hingga 90% secara tahunan dengan jumlah pengguna aktif bulanan yang sudah melebihi 20 juta. Layanan pinjaman konsumen tumbuh pesat, dengan portofolio pinjaman yang naik lebih dari 100% dibandingkan tahun lalu. Hal ini membuktikan bahwa GoTo tidak hanya mengandalkan layanan on-demand dan e-commerce, tetapi juga semakin kuat di sektor teknologi keuangan yang sangat menjanjikan.
Baca juga: Founder Startup Berselisih? Ini Solusi Legal Sebelum Terlambat
Pandangan Analis dan Strategi GoTo ke Depan
Sebanyak 24 dari 31 analis memberikan rekomendasi beli (buy) terhadap saham GoTo dengan target harga saham yang beragam antara Rp106 hingga Rp125 per saham. Ini menandakan adanya optimisme yang meningkat di pasar modal meskipun harga saham GoTo sempat mengalami tekanan yang cukup besar.
Selain itu, GoTo tengah menjalankan berbagai strategi efisiensi operasional, termasuk migrasi layanan cloud ke Alibaba. Langkah ini diharapkan dapat memangkas biaya operasional dan memperkuat posisi profitabilitas perusahaan ke depannya. Program pembelian kembali saham (buyback) juga sedang berlangsung sebagai upaya memperkuat harga saham di pasar.
Patrick Walujo, Direktur Utama GoTo, menyatakan bahwa perusahaan memulai tahun 2025 dengan momentum positif dan menargetkan EBITDA yang disesuaikan antara Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun untuk keseluruhan tahun, menunjukkan ekspektasi tinggi terhadap pertumbuhan dan profitabilitas berkelanjutan.
Kesimpulan: Mengikuti Perjalanan GoTo ke Depan
Sobat KH, kinerja keuangan GoTo yang mulai membaik tentu tidak hanya menjadi indikator bisnis yang sehat, tapi juga membuka peluang penting dalam aksi korporasi seperti efisiensi biaya, pembelian kembali saham, dan migrasi teknologi. Pada konteks yang lebih luas, langkah-langkah tersebut sering kali membutuhkan penyesuaian struktur perusahaan agar sesuai dengan tujuan bisnis baru dan peraturan yang berlaku.
Banyak perusahaan teknologi dan startup menghadapi tantangan dalam menjaga kesinambungan bisnis ketika harus melakukan penyesuaian besar, baik dari segi operasional maupun legal. Restrukturisasi perusahaan, baik melalui penggabungan (merger), peleburan, pemisahan usaha, atau perampingan struktur bisa menjadi solusi.
Jika perusahaan kamu atau milik Sobat KH membutuhkan restrukturisasi legal yang efektif dan sesuai dengan regulasi Indonesia, Kontrak Hukum siap membantu. Tim legal kami berpengalaman dalam mengurus perubahan susunan perusahaan, termasuk merger, akuisisi, konsolidasi, dan pemisahan usaha. Kami memastikan proses restrukturisasi berjalan lancar dengan kepastian hukum yang kuat sehingga perusahaan dapat fokus pada pemulihan dan pertumbuhan bisnis.
Melalui jasa kami, Sobat KH bisa mendapatkan pendampingan mulai dari tahap perencanaan, penyusunan dokumen legal, negosiasi, hingga pengurusan perizinan di instansi terkait. Dengan dukungan legal yang tepat, restrukturisasi perusahaan menjadi langkah strategis yang mampu mendorong efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing di pasar digital yang kian kompetitif.
Jangan ragu untuk menghubungi Kontrak Hukum. Mari bawa perusahaan kamu menuju masa depan yang lebih solid dan berdaya saing tinggi. Tanya KH atau kirim masalah kamu lewat Instagram @kontrakhukum! Hanya dengan 490 ribuan saja, kamu bisa ngobrol sepuasnya dengan ahli bidang hukum!
Gabung Komunitas Bisnis KH untuk berbagi pengalaman tentang bisnis. Serta hasilkan pendapatan tambahan lewat pendaftaran Program Affiliate. Daftar sekarang!






















