Skip to main content

Pernah kepikiran tidak, bagaimana caranya produk perikanan dari Indonesia bisa sampai ke meja makan orang-orang di China? Ternyata, bukan hanya sekedar kualitas ikan atau udangnya yang segar, tapi ada proses panjang dibalik layar yang tidak kalah penting dan wajib kamu pahami, terutama jika kamu tertarik terjun ke dunia ekspor perikanan.

Mulai dari legalitas rantai pasok, sertifikasi yang harus kamu miliki, sampai trik supaya produk lolos masuk pasar China, semuanya akan kami bahas lengkap. Jadi, jika penasaran bagaimana cara menembus ketatnya pasar ekspor dan membuat produk kamu banyak peminat dari luar negeri, yuk baca sampai tuntas!

Kenapa China?

China jadi salah satu pasar terbesar untuk produk perikanan dunia, termasuk dari Indonesia. Dengan populasi yang super padat dan konsumsi seafood yang tinggi, peluang ekspor perikanan ke sana terbuka lebar. Tapi, jangan senang dulu, untuk bisa menembus pasar China, ada standar ketat yang harus kamu penuhi. Dan ini tidak main-main, lho!

Apa Itu Legalitas Rantai Pasok?

Sebelum membahas sertifikasi, yuk ketahui terlebih dahulu seputar legalitas rantai pasok. Secara sederhana, rantai pasok adalah jalur perjalanan produk dari mulai penangkapan atau budidaya, sampai akhirnya siap konsumsi. Legalitasnya berarti semua proses di rantai itu harus tercatat, terkontrol, dan tentu saja, sesuai aturan hukum.

Bayangkan saja jika kamu mengirim udang ke China, tapi tidak jelas asal-usulnya dari mana, penangkapannya menggunakan alat apa, dan siapa yang menanganinya. Bisa-bisa tertolak mentah-mentah di pelabuhan masuk karena dianggap tidak aman atau ilegal. Nah, legalitas rantai pasok ini jadi jaminan bahwa produk kamu terjamin aman, bertanggung jawab, dan bisa dilacak asal-usulnya.

Dokumen yang Wajib Kamu Siapkan

Supaya rantai pasok legal dan terakui, ini beberapa dokumen yang harus kamu siapkan, yaitu:

  • Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP)
  • Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Sertifikat Kesehatan Ikan (SKI)
  • Logbook penangkapan ikan (untuk produk hasil tangkap)
  • Sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) (untuk produk budidaya)
  • Surat Keterangan Asal (SKA)

Dokumen ini bukan hanya formalitas. Semua ini jadi bukti bahwa produk kamu berasal dari sumber yang sah dan melalui proses pengolahan dengan standar yang diakui.

Sertifikasi Ekspor Perikanan untuk Masuk ke China

Setelah legalitas rantai pasok beres, sekarang waktunya kamu memikirkan sertifikasi ekspor. Untuk bisa masuk ke pasar China, kamu harus lolos dari pemeriksaan ketat dari General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC). Mereka memiliki sistem yaitu “Registration and Filing Management of Overseas Producers”.

Pendaftaran ke GACC

Sebelum bisa ekspor, perusahaan kamu harus terdaftar dahulu di GACC. Pendaftaran ini bisa secara online melalui sistem CIFER (China Import Food Enterprise Registration). Biasanya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membantu kamu untuk melalui proses ini.

Permintaan data antara lain:

  • Nama dan alamat fasilitas produksi
  • Jenis produk
  • Kapasitas produksi
  • Sistem manajemen mutu dan keamanan pangan yang kamu gunakan

Jika sudah terdaftar, kamu akan memiliki nomor registrasi yang harus tercantum pada kemasan produk. Tanpa itu? Jangan harap bisa lolos bea cukai China!

Sertifikat HACCP dan Sistem Jaminan Mutu

Salah satu syarat penting yang harus kamu penuhi adalah mempunyai sistem jaminan mutu berbasis HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points). Sistem ini membantu memastikan bahwa produk kamu bebas dari bahaya biologis, kimia, maupun fisik.

China mewajibkan fasilitas pengolahan ikan dari negara lain (termasuk Indonesia) untuk punya sistem keamanan pangan yang terakui. Nah, HACCP jadi standar internasional yang paling umum digunakan. Jadi, jika ingin ekspor, pastikan fasilitas kamu sudah audit HACCP dan punya sertifikatnya!

Sertifikat Kesehatan Ikan dari KKP

Setiap pengeksporan produk ke China wajib mengantongi Sertifikat Kesehatan Ikan (SKI) yang diterbitkan oleh KKP. Sertifikat ini jadi bukti bahwa produk bebas penyakit, aman dikonsumsi, dan memenuhi standar negara tujuan. Biasanya SKI bisa terbit setelah produk melewati uji laboratorium, pengecekan dokumen, dan terkadang inspeksi lapangan.

Label dan Kemasan

Satu hal lagi yang sering disepelekan tapi sangat penting, yaitu label dan kemasan. Pemerintah China punya aturan khusus soal ini. Beberapa poin yang harus diperhatikan:

  • Label harus dalam bahasa Mandarin
  • Mencantumkan nama produk, berat, tanggal produksi, masa kadaluarsa, dan nomor registrasi GACC
  • Informasi produsen dan importir harus jelas
  • Kemasan harus bersih, higienis, dan kuat

Salah label bisa membuat produk kamu ditolak meski kualitas ikannya bagus. Jadi, jangan anggap remeh bagian ini!

Tantangan dan Solusi

Proses ekspor perikanan ke China memang tidak mudah. Banyak pelaku usaha kecil yang merasa kewalahan mengurus dokumen dan sertifikasi. Tapi tenang, kamu tidak sendiri. Ada banyak lembaga dan instansi yang bisa membantu, seperti:

  • Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan
  • Balai Besar Karantina Ikan
  • Asosiasi Eksportir Perikanan
  • Lembaga Sertifikasi Produk

Jika kamu baru mulai, sebaiknya ikutan pelatihan ekspor atau konsultasi ke lembaga pendamping. Beberapa bahkan punya program pendampingan gratis untuk UMKM!

Tips Supaya Ekspor Kamu Lancar

Supaya kamu tidak pusing tujuh keliling, ini dia beberapa tips agar proses ekspor produk perikanan kamu ke China lancar jaya! Yuk, simak!

1. Bangun Rantai Pasok yang Transparan

Mulai dari nelayan atau pembudidaya sampai pengolah dan eksportir, semua harus terintegrasi dan transparan.

2. Penuhi Semua Dokumen dan Izin

Jangan menunda-nunda urusan administrasi. Lebih baik ribet di awal daripada gagal ekspor di akhir.

3. Audit Internal Secara Berkala

Cek secara rutin kualitas produk dan proses produksi kamu sesuai standar HACCP.

4. Aktif Ikut Program Pemerintah

Banyak program pelatihan dan pendampingan dari pemerintah yang bisa membantu kamu masuk pasar ekspor.

5. Jaga Hubungan Baik dengan Buyer

Jika kamu sudah tembus ke China, jaga komunikasi dengan pembeli. Transparansi dan kepercayaan itu kunci utama.

Jadi, masuk ke pasar China memang bukan hal yang instan, tapi juga bukan hal yang mustahil. Asal kamu siap dari sisi legalitas rantai pasok, mengantongi sertifikasi yang tepat, dan serius dalam menjaga mutu, jalan kamu terbuka lebar. Jangan lupa, dunia perikanan itu terus berkembang, dan pasar ekspor seperti China bisa jadi kunci sukses bisnis kamu di masa depan.

Nah, untuk kamu yang membutuhkan pendampingan legal dan ingin memastikan semua dokumen hukum bisnis berjalan sesuai aturan, Kontrak Hukum siap membantu. Mulai dari Pendirian PT Perorangan, Pembuatan Perjanjian Kerja Sama Ekspor, hingga Konsultasi Hukum Bisnis Internasional, semuanya bisa kamu akses secara mudah dan cepat. 

Tidak hanya itu saja, kamu juga bisa gabung di Affiliate Program Kontrak Hukum untuk menambah penghasilan, dan bergabung dengan Komunitas Bisnis KH untuk networking dan belajar bersama pelaku usaha lainnya. 

Jadi, kamu siap naik level dan go international? Yuk, mulai berbenah dari sekarang bersama Kontrak Hukum!

Konsul Cabang Surabaya
Konsul Gratis