Skip to main content

Setiap bisnis ingin agar mereknya dikenal dan dihargai oleh konsumen. Merek tidak hanya tentang logo atau nama, tetapi juga tentang apa yang membuat bisnis spesial dan berbeda dari yang lain. 

Oleh karena itu, melindungi merek adalah cara penting untuk memastikan bahwa orang lain tidak menggunakan atau meniru merek tanpa izin. 

Proses untuk melindungi merek disebut “pendaftaran merek”. Ini adalah langkah awal yang harus diambil untuk memastikan bahwa merek dilindungi secara hukum.

Namun, proses ini tidak semudah mengirimkan formulir dan menunggu persetujuan. Ada alur dan status dalam pendaftaran merek yang perlu diperhatikan dan dipahami, karena ini akan mempengaruhi langkah-langkah selanjutnya yang harus diambil.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini, kami akan membahas langkah-langkah dan status dalam proses pendaftaran merek. Setiap alur dan proses memiliki arti dan implikasi tersendiri yang perlu diketahui. Simak artikelnya sampai akhir, ya!

Sekilas Tentang Merek dan Pendaftarannya

Secara definisi, merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 dimensi dan/atau 3 dimensi, suara, hologram. 

Merek juga bisa berupa kombinasi dari 2 atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.

Merek terdaftar mendapatkan perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan pendaftaran Merek yang bersangkutan dan jangka waktu perlindungan itu dapat diperpanjang.

Adapun pendaftaran merek berfungsi sebagai: 

  • Alat bukti bagi pemilik yang berhak atas merek yang didaftarkan; 
  • Dasar penolakan terhadap merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya yang dimohonkan pendaftaran oleh orang lain untuk barang/jasa sejenisnya; 
  • Dasar untuk mencegah orang lain memakai merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya dalam peredaran untuk barang/jasa sejenisnya.

Apa Itu Status Merek?

Status merek adalah kondisi resmi merek dalam sistem pendaftaran. Status ini menunjukkan apakah merek sudah terdaftar, sedang dalam proses pendaftaran, atau menghadapi masalah hukum. Setiap status memiliki arti berbeda untuk perlindungan dan hak merek tersebut. 

Status merek memberikan informasi tentang proses pendaftaran merek dan tindakan yang perlu dilakukan oleh pemiliknya. 

Terdapat tiga kategori status pendaftaran merek. Setiap kategori ini memiliki implikasi penting untuk kelanjutan pendaftaran merek. Berikut penjelasannya:

  • Kategori 1

Status yang menandakan merek telah lolos ke tahap pemeriksaan berikutnya, tanpa tindakan tambahan yang diperlukan. Pemilik hanya tinggal menunggu hasil pemeriksaan saja.

  • Kategori 2

Status yang membutuhkan tindak lanjut dari pemilik merek karena kondisi merek. Langkah yang diambil selanjutnya akan menentukan masa depan dan perlindungan merek tersebut.

  • Kategori 3

Status yang menunjukkan kebutuhan untuk pendaftaran ulang. Status ini adalah yang paling dihindari oleh pemilik merek.

Status Merek yang Lolos ke Tahap Selanjutnya

Dalam proses pendaftaran merek, terdapat status yang menunjukkan bahwa merek tersebut telah berhasil melewati tahap awal tanpa masalah. Namun, jika merek menunjukkan salah satu status yang dalam kategori ini, kamu belum boleh bernafas lega. Karena disini akan ada dua kemungkinan yang bisa terjadi.

Pertama, merekmu aman melewati semua semua proses pemeriksaan. Atau justru merek masuk menjadi bermasalah dan berakhir ditolak. Secara praktik, pemilik bisa melihat tampilan statusnya “dalam proses”.

Ada berbagai jenis status yang dapat ditemui dalam kategori ini, yaitu:

  1. Pelayanan teknis
  2. Pengajuan permohonan
  3. Pemeriksaan formalitas
  4. Masa pengumuman BRM
  5. Pemeriksaan substantif 1
  6. Pemeriksaan substantif 2
  7. Pemeriksaan substantif oleh Kasubdit
  8. Persetujuan Direktur untuk di beri
  9. Untuk di daftar
  10. Didaftar

Status Merek yang Perlu Tindak Lanjut

Masuk ke kategori yang kedua, adalah merek-merek yang memerlukan tindak lanjut dari pemilik. Yang dimaksud tindak lanjut disini sesuai dengan permintaan dari Ditjen KI. sebagai contoh, ketika terlihat status “dalam proses” dibawah nama merek, namun ada pesan yang mencakup hal-hal berikut:

  1. Menunggu tanggapan formalitas
  2. Menunggu tanggapan substantif
  3. Menunggu tanggapan substantif atas usul tolak

Jika pemilik menemui pesan status seperti ini, maka keberhasilan pendaftaran merek akan sangat bergantung pada respon yang diajukan kepada Ditjen KI. ingatlah bahwa sebuah kesalahan kecil pada tahap ini bisa mengakibatkan penolakan merek.

Status Merek Penolakan

Ini merupakan status yang paling dihindari oleh pemilik merek, yang pada akhirnya mengharuskan untuk melakukan pendaftaran ulang. Jenis status yang mengindikasikan penolakan antara lain:

  1. Ditolak
  2. Ditolak berdasarkan tanggapan
  3. Ditolak karena oposisi
  4. Ditolak karena tidak ada tanggapan

Jika merek menunjukkan salah satu status di atas, pemilik hanya bisa melakukan pendaftaran ulang. Meskipun mempertahankan merek dengan melakukan banding ke Ditjen KI bisa saja dilakukan, tetapi kalau berhadapan dengan pemilik merek dapat menjadi tugas yang sulit.

Penting untuk diingat bahwa untuk menghindari penolakan, disarankan untuk menjaga agar nama merek berbeda dengan merek yang sudah ada. Sementara itu, penilaian mengenai seberapa kuat perbedaan merek tersebut akan menjadi tanggung jawab pemeriksa Ditjen KI.

Tahapan dalam Proses Pendaftaran Merek

Dalam proses permohonan pendaftaran merek, terdapat beberapa tahap yang dapat menjadi pedoman untuk melihat sejauh mana progres pendaftaran merek. Tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut:

  • Tahap Awal Permohonan

Pada tahap awal ini, terdapat serangkaian status yang wajib dihadapi oleh pemohon merek. Status-status tersebut mencakup Pelayanan Teknis dan Pemeriksaan Formalitas. Setelah melewati kedua status ini, terdapat beberapa kemungkinan perkembangan tahapan yang dapat dihadapi oleh setiap permohonan.

  • (TM) Pelayanan Teknis

Pelayanan teknis adalah istilah yang digunakan oleh Ditjen KI untuk menggambarkan antrian pelayanan merek. Status ini bukan hanya terbatas pada tahap awal permohonan, tetapi dapat muncul pada berbagai tahap selama merek belum mendapatkan sertifikat. 

Hingga saat merek belum memegang sertifikat, perlu diingat bahwa keamanan merek belum sepenuhnya terjamin.

  • (TM) Pemeriksaan Formalitas

Pemeriksaan formalitas adalah proses pengecekan awal terhadap persyaratan yang diajukan oleh pemohon saat mengajukan pendaftaran merek. Pada tahap ini, jika pemeriksa menemukan kekurangan dokumen, pemohon akan menerima surat permohonan untuk melengkapi dokumen yang kurang.

  • (TM) Pemeriksaan Formalitas Kurang Lengkap

Apabila masih terdapat dokumen yang belum lengkap setelah pemohon melengkapi persyaratannya, Ditjen KI dapat menampilkan status seperti ini. Namun, pemohon tidak perlu khawatir karena masih ada kesempatan untuk melengkapi dokumen yang kurang. 

Sebaiknya, dokumen-dokumen tersebut segera dilengkapi agar Ditjen KI tidak membatalkan pengajuan pendaftaran merek.

  • (TM) Menunggu Tanggapan Formalitas

Status ini tidak selalu muncul, dan hanya terjadi ketika pemohon tidak segera melengkapi dokumen secara lengkap sesuai permintaan. Jika menemui merek yang diajukan memiliki status ini, penting untuk segera menyelesaikan dokumen yang diminta oleh Ditjen KI.

  • (TM) Dianggap Ditarik Kembali

Status ini akan muncul jika pemohon tidak merespons atau tidak melengkapi dokumen yang diminta oleh Ditjen KI. Ketika pemilik merek tidak mengirimkan tanggapan atau dokumen yang diminta, pengajuan pendaftaran merek akan dianggap ditarik kembali.

  • Tahap Pemeriksaan

Tahap ini menjadi penentu apakah merek akan diterbitkan sertifikatnya atau malah akan ditolak. Pertimbangan yang digunakan oleh pemeriksa merujuk pada ketentuan dalam Undang-Undang Merek. Ada beberapa status yang mungkin ditemui saat memasuki tahap pemeriksaan ini, yakni:

  • (TM) Dalam Proses

Setelah pemilik merek mendapatkan surat penolakan tetap, Ditjen KI kerap memberikan kesempatan untuk mempertahankan merek melalui jalur banding.

Status ini menunjukkan bahwa proses pemeriksaan merek sedang berlangsung. Status ini bisa muncul di berbagai fase, mulai dari pemeriksaan awal hingga fase penilaian akhir.

  • (TM) Masa Pengumuman BRM 

Setelah memenuhi semua persyaratan awal, merek akan diumumkan oleh Ditjen KI agar publik mengetahui tentang pendaftaran merek baru tersebut. Pemilik merek harus bersiap jika ada keberatan dari pemilik merek yang sudah ada sebelumnya.

  • (TM) Selesai Masa Pengumuman

Status ini muncul setelah periode pengumuman selama sekitar 3 bulan berakhir, menandakan bahwa periode pengajuan keberatan telah ditutup oleh Ditjen KI, yang kemudian akan meninjau semua keberatan yang diajukan.

  • (TM) Pemeriksaan Substantif 1

Dengan mempertimbangkan keberatan yang diajukan, pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan berdasarkan keberatan tersebut dan UU Merek. Pada tahap ini, belum ada keputusan penolakan atau persetujuan.

  • (TM) Menunggu Tanggapan Substantif

Status ini muncul ketika pemilik merek diminta untuk memberikan konfirmasi atau penjelasan tambahan, yang biasanya dikomunikasikan melalui email atau akun merek mereka.

  • (TM) Menunggu Tanggapan Substantif Atas Usul Penolakan

Serupa dengan status sebelumnya, namun khusus untuk kasus di mana telah ada usul penolakan, baik dari pihak lain maupun dari pemeriksaan internal Ditjen KI.

  • (TM) Pemeriksaan Substantif Setelah Usul Penolakan

Setelah menerima tanggapan dari pemilik merek, Ditjen KI akan menilai baik usulan penolakan maupun tanggapan untuk menentukan langkah selanjutnya.

  • (TM) Tanggapan Diterima

Jika tanggapan yang dikirimkan pemilik merek memuaskan pemeriksa, status selanjutnya menunjukkan bahwa merek dapat melanjutkan proses pemeriksaan setelah mengatasi usulan penolakan.

  • (TM) Ditolak Berdasarkan Tanggapan

Jika pemeriksa tidak yakin dengan argumen yang disampaikan, status ini menandakan penolakan, memaksa pemilik merek untuk meyakinkan pemeriksa lagi atau mendaftar ulang dengan merek yang berbeda.

  • (TM) Persetujuan Oleh Direktur Untuk Ditolak Berdasarkan Tanggapan

Status ini muncul ketika tanggapan yang dikirimkan tidak dianggap cukup kuat oleh Direktur Merek untuk mempertahankan pendaftaran merek.

  • (TM) Persetujuan Oleh Direktur Untuk Ditolak Berdasarkan Oposisi

Muncul ketika ada keberatan kuat dari pihak lain terhadap pendaftaran merek, yang dianggap cukup valid untuk penolakan oleh Direktur Merek.

  • (TM) Persetujuan Oleh Direktur Untuk Ditolak Karena Tidak Ada Tanggapan

Ini terjadi ketika Direktur Merek mempertimbangkan untuk menolak pendaftaran karena absennya tanggapan dari pemilik merek.

  • (TM) Ditolak Karena Tidak Ada Tanggapan

Status akhir ini menandakan penolakan karena tidak ada upaya dari pemilik merek untuk memberikan tanggapan yang dapat mempertahankan pendaftaran merek mereka.

  • (TM) Mengabulkan Permohonan Banding

Status ini menandakan bahwa permohonan banding yang diajukan sedang dalam proses evaluasi oleh Ditjen KI.

  • (TM) Pemeriksaan Formalitas Banding Merek

Pada tahap ini, pemilik merek diharuskan untuk mengirimkan dokumen-dokumen tertentu sebagai bagian dari proses banding. Status ini menunjukkan bahwa dokumen tersebut sedang ditinjau.

  • (TM) Permohonan Banding Tidak Dapat Diterima Kurang Syarat

Jika dokumen yang dikirimkan tidak memenuhi persyaratan, status ini akan diberikan, menunjukkan bahwa permohonan banding tidak lengkap.

  • (TM) Permohonan Banding Tidak Dapat Diterima

Status ini diberikan jika ada alasan lain, selain ketidaklengkapan dokumen, yang membuat permohonan banding tidak bisa diterima.

  • (TM) Pemeriksaan Substantif 2

Ini adalah tahap pemeriksaan substantif terakhir, dimana merek memiliki kesempatan tinggi untuk diterima oleh Ditjen KI.

  • (TM) Pemeriksaan Oleh Kasubdit

Status ini menandakan bahwa merek sedang diperiksa oleh Kasubdit, menunjukkan kemungkinan besar pengeluaran sertifikat merek.

  • (TM) Persetujuan Direktur Untuk Diberi

Pada tahap ini, persetujuan Direktur Merek sedang diminta untuk menerbitkan sertifikat merek, menandakan bahwa semua proses telah dilewati tanpa masalah.

  • (TM) Persetujuan Oleh Direktur Untuk Daftar Sebagian Setelah Menerima Tanggapan

Meskipun tanggapan telah dikirimkan, terkadang Ditjen KI hanya menyetujui perlindungan atas sebagian dari merek, dengan sebagian lainnya mungkin ditolak.

  • (TM) Persetujuan Oleh Direktur Untuk Daftar Seluruhnya Setelah Menerima Tanggapan

Status ini menunjukkan bahwa pemilik merek telah berhasil meyakinkan pemeriksa untuk memberikan perlindungan penuh atas merek yang sebelumnya bermasalah.

  • (TM) Persetujuan Oleh Direktur Untuk Didaftar Karena Oposisi Tidak Diterima

Jika merek sempat mendapatkan usulan penolakan dari pihak lain tetapi usulan itu ditolak oleh pemeriksa, status ini akan diberikan.

  • Tahap Penerbitan Sertifikat

Momen yang dinanti-nantikan kini semakin dekat. Pada tahapan ini, Ditjen KI akan memfinalisasi sertifikat merek untuk kemudian diserahkan kepada para pemilik melalui akun merek mereka.

  • (TM) Untuk Didaftar

Proses penyiapan sertifikat merek memang membutuhkan sedikit waktu. Namun, tidak perlu khawatir, karena dalam waktu dekat, pemilik akan dapat mencetak sertifikat mereknya sendiri.

  • (TM) Didaftar

Ini adalah waktu untuk memeriksa inbox surat pada akun merek. Di sana, dokumen sertifikat dari Ditjen KI akan tersedia. Jika terdapat detail yang tidak akurat, proses selanjutnya adalah mengajukan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Status Merek yang Dibatalkan, Dihapus, dan Ditarik Kembali

Mendaftarkan merek bukan hanya soal keberuntungan, namun juga memerlukan pemahaman yang baik tentang prosesnya, termasuk mengerti apa itu status merek yang dibatalkan, dihapus, dan ditarik kembali.

  • (TM) Dibatalkan

Status ini berarti ada seseorang yang tidak setuju dengan pendaftaran merek dan berhasil membatalkannya melalui pengadilan. Ini terjadi karena ada keberatan dari pihak lain terhadap merek.

  • (TM) Dihapus

Berbeda dengan dibatalkan yang muncul karena permohonan dari orang lain, dihapus bisa terjadi karena pemilik sendiri yang meminta. Bisa juga karena permintaan dari orang lain atau bahkan keputusan dari menteri.

  • (TM) Ditarik Kembali

Status ini muncul jika pemilik merek gagal menyertakan dokumen yang diperlukan saat pendaftaran. Pemilik bisa mengirimkan dokumen yang tertinggal sebelum batas waktu yang ditentukan, yaitu 30 hari. Jika lewat dari itu, merek bisa mendapat status “ditarik kembali” karena dianggap tidak lagi berminat dengan pendaftaran.

Kontak KH

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa alur dan status dalam pendaftaran merek bisa menjadi rumit, terutama bagi UMKM dan pebisnis pemula yang baru pertama kali mengurus pendaftaran merek dan mungkin belum familiar dengan hukum terkait.

Namun, penting untuk diingat bahwa pemilik merek tidak harus selalu melewati setiap tahap untuk merek terdaftar. Kabar baiknya, proses ini dapat dipersingkat asalkan tidak ada masalah dengan merekmu.

Oleh karena itu, untuk mempermudahnya, kamu bisa hubungi Kontrak Hukum. Kami menyediakan jasa konsultasi hukum yang dapat membantu pendaftaran merek dengan cepat, mudah, dan aman.

Tim ahli kami akan melakukan analisis merek terlebih dahulu untuk meminimalisir kemungkinan penolakan, serta menjalan proses pendaftaran dengan bantuan dari para ahli KI yang terdaftar resmi di Ditjen KI.

Yuk, permudah pendaftaran merekmu dengan kunjungi laman Layanan KH – Pendaftaran Merek. Jika masih memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk konsultasi gratis di Tanya KH ataupun mengirimkan direct message (DM) ke Instagram @kontrakhukum. 

Konsul Gratis