Kini banyak orang yang semakin aware akan pentingnya investasi untuk mencapai tujuan finansial masa depan. Ada berbagai instrumen investasi yang bisa kamu coba seperti reksadana, obligasi, pasar uang dsb.
Salah satu instrumen investasi yang populer adalah saham. Saham umumnya menjadi pilihan mayoritas investor karena memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi daripada instrumen investasi lainnya.
Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua saham diciptakan sama? Terdapat dua jenis saham utama yang perlu kamu pahami yakni saham biasa dan saham preferen. Masing-masing memiliki karakteristik yang membedakannya, sehingga pemahaman tentang keduanya akan membantu kamu membuat keputusan investasi yang lebih tepat.
Perbedaan Saham Preferen dan Biasa
Berikut adalah penjelasan mendalam tentang dua aspek penting dalam perbedaan saham preferen dan biasa:
1. Hak Suara
Hak suara merupakan salah satu pembeda fundamental antara saham biasa dan saham preferen. Dalam saham biasa, pemegang memiliki hak penuh untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Kamu bisa ikut memilih anggota dewan direksi, memberikan suara dalam keputusan merger, akuisisi, atau perubahan fundamental lainnya dalam struktur perusahaan. Setiap lembar saham biasa biasanya memiliki satu hak suara, memungkinkan pemegang saham untuk secara langsung memengaruhi arah dan kebijakan perusahaan.
Sebaliknya, saham preferen umumnya tidak memberikan hak suara atau memiliki hak suara yang sangat terbatas. Pemegang saham preferen lebih fokus pada aspek finansial, seperti penerimaan dividen tetap, dibandingkan keterlibatan dalam manajemen perusahaan.
Meskipun demikian, dalam kondisi tertentu seperti perusahaan tidak membayar dividen dalam periode tertentu, pemegang saham preferen mungkin mendapatkan hak suara sementara hingga dividen mereka dibayarkan. Pilihan ini membuat saham preferen lebih cocok bagi investor yang lebih mementingkan stabilitas pendapatan daripada kontrol operasional perusahaan.
2. Tingkat Likuiditas
Likuiditas dalam konteks saham merujuk pada kemudahan sebuah saham untuk dijual atau diubah menjadi uang tunai dengan cepat tanpa mengalami penurunan nilai yang signifikan.
Saham biasa umumnya memiliki tingkat likuiditas yang lebih tinggi karena diperdagangkan lebih aktif di pasar modal. Volume perdagangan yang besar memungkinkan kamu untuk dengan mudah membeli atau menjual saham tersebut kapanpun. Perusahaan besar dan well-established biasanya memiliki saham biasa dengan likuiditas tinggi, memungkinkan investor untuk dengan cepat mengubah posisi investasinya sesuai kondisi pasar.
Sementara itu, saham preferen cenderung memiliki likuiditas yang lebih rendah. Karena sifatnya yang lebih spesifik dan jumlah yang terbatas, saham preferen tidak diperdagangkan seintensif saham biasa. Hal ini bisa menjadi tantangan jika kamu ingin segera menjual saham preferen dalam waktu singkat.
Namun, keuntungan dari rendahnya likuiditas ini adalah stabilitas harga yang relatif lebih konsisten. Investor yang memilih saham preferen biasanya adalah mereka yang mencari pendapatan tetap dan tidak terlalu mempermasalahkan fleksibilitas dalam menjual saham.
3. Prioritas Pembayaran Dividen
Mekanisme pembayarannya berbeda antara saham biasa dan saham preferen. Pada saham biasa, pembayaran dividen bersifat tidak pasti dan sepenuhnya tergantung pada keputusan dewan direksi perusahaan. Artinya, kamu sebagai pemegang saham biasa tidak memiliki jaminan akan menerima pembagian keuntungan setiap periode.
Keputusan pembayaran dividen didasarkan pada kinerja keuangan perusahaan, laba yang dihasilkan, serta rencana investasi dan pengembangan usaha.
Berbeda dengan saham biasa, saham preferen menawarkan mekanisme pembayaran dividen yang jauh lebih stabil. Pemegang saham preferen memiliki prioritas utama dalam menerima pembagian dividen, yang biasanya bersifat tetap dan besarannya sudah ditentukan sebelumnya.
Misalnya, jika sebuah saham preferen menjanjikan dividen 7% per tahun, maka kamu akan menerima pembayaran tersebut secara berkala tanpa tergantung pada fluktuasi kinerja perusahaan. Karakteristik ini menjadikan saham preferen lebih menarik bagi investor yang mencari pendapatan stabil dan tidak menyukai risiko.
4. Potensi Keuntungan
Saham biasa menawarkan peluang keuntungan yang jauh lebih dinamis dan potensial. Kamu bisa memperoleh keuntungan melalui dua jalur utama: apresiasi harga saham dan pembagian dividen. Ketika perusahaan menunjukkan kinerja yang baik, harga saham dapat meningkat secara signifikan, memberikan keuntungan modal (capital gain) yang substansial.
Namun, fleksibilitas ini juga disertai risiko yang lebih besar. Harga saham bisa turun drastis jika perusahaan mengalami penurunan kinerja atau situasi pasar yang tidak menguntungkan.
Sebaliknya, saham preferen lebih fokus pada stabilitas dan pendapatan tetap. Potensi kenaikan harganya memang relatif terbatas daripada saham biasa. Keuntungan utama dari saham preferen adalah pembayaran dividen yang konsisten dan dapat diprediksi.
Investor yang memilih saham preferen biasanya lebih mengutamakan penghasilan stabil daripada pertumbuhan modal. Besaran dividen biasanya sudah ditentukan di awal, misalnya 5-8% per tahun, yang memberikan kepastian pendapatan.
Meskipun potensi keuntungannya tidak sebesar saham biasa, saham preferen menawarkan perlindungan risiko yang lebih baik, menjadikannya pilihan yang menarik bagi investor konservatif atau mereka yang sudah mendekati masa pensiun.
| Karakteristik | Saham Preferen | Saham Biasa |
| Hak Suara | Tidak memiliki hak suara | Memiliki hak suara dalam RUPS |
| Pembayaran Dividen | Dividen tetap dan prioritas | Dividen tidak terjamin dan bervariasi |
| Prioritas dalam Likuidasi | Memiliki prioritas atas aset perusahaan | Terakhir dalam klaim aset setelah kreditor dan pemegang saham preferen |
| Potensi Pertumbuhan | Terbatas | Tinggi |
| Risiko | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Likuiditas | Cenderung kurang likuid | Lebih likuid di pasar |
| Dividen Kumulatif | Biasanya kumulatif jika tidak dibayarkan | Tidak kumulatif |
Contoh Saham Preferen di Indonesia
Indonesia memiliki beberapa perusahaan yang menerbitkan saham preferen dengan karakteristik dan keunggulan berbeda. Mari kita telaah beberapa contoh menarik dari berbagai sektor industri:
1. PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMIP)
Ini merupakan salah satu contoh perusahaan yang menerbitkan saham preferen. Berlokasi di Surabaya, tepatnya di Jalan Yos Sudarso 11, perusahaan ini berdiri pada 27 Juli 1970.
PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) bergerak di bidang perhotelan dan properti. Perusahaan ini memiliki dan mengoperasikan Garden Palace Hotel, Crystal Garden, hingga Giri Sea View Residence.
2. PT Bayer Indonesia Tbk (BYSP)
Perusahaan kedua ini menggeluti bidang Life Science, dengan fokus utama pada kesehatan dan pertanian. Perusahaan ini memproduksi dan memasarkan berbagai produk, termasuk obat-obatan resep, produk non-resep, serta solusi untuk industri pertanian seperti perlindungan tanaman dan benih.
PT Bayer Indonesia merupakan anak perusahaan dari Bayer AG, sebuah perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Wuppertal, Jerman. Bayer AG terkenal sebagai salah satu pemimpin global dalam inovasi pada bidang kesehatan dan pertanian
3. PT Century Textile Industry Tbk (CNTX)
Dalam industri tekstil, PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) menjadi contoh menarik dari saham preferen. Didirikan pada 1970, perusahaan ini fokus pada produksi tekstil dan mampu mengekspor produknya ke berbagai negara.
4. PT Hanson International Tbk (MYRXP)
Selanjutnya adalah perusahaan dari sektor real estate dan properti yaitu PT Hanson International Tbk (MYRX). Perusahaan ini mengembangkan berbagai jenis properti, termasuk residensial dan komersial, serta memiliki land bank yang cukup besar di wilayah Jabodetabek.
Hanson International merupakan anak perusahaan dari Hanson Group, yang sebelumnya terlibat dalam berbagai sektor, termasuk industri tekstil dan pertambangan. Sejak 2013, perusahaan ini mulai fokus pada bisnis properti melalui anak perusahaannya, Mandiri Mega Jaya.
Contoh Saham Biasa di Indonesia
Saham biasa di Indonesia memiliki beragam pilihan menarik dari berbagai sektor industri.
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Ini adalah salah satu contoh paling mencolok, dikenal sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia dengan kinerja yang sangat stabil. Investor sering memilih BBCA karena konsistensi pendapatan dan pertumbuhan yang solid.
2. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
Sebagai perusahaan telekomunikasi milik negara, Telkom memiliki pendapatan stabil dan rekam jejak yang kuat dalam pembayaran dividen.
3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Pemimpin industri kebutuhan rumah tangga ini juga menjadi salah satu saham biasa yang banyak peminatnya.
Dengan memahami contoh-contoh ini, kamu dapat melihat betapa beragamnya pilihan instrumen saham di Indonesia. Penting untuk melakukan riset mendalam, memahami kinerja keuangan, dan mempertimbangkan tujuan investasimu sebelum memutuskan untuk membeli saham dari perusahaan tertentu.
Butuh saran mengenai hukum atau legalitas? Atau kamu adalah pengusaha yang butuh notaris untuk pengurusan pengalihan saham hingga perubahan modal dasar perusahaan? Kontrak Hukum adalah pilihan terbaik!
Tanya KH atau hubungi media sosial @kontrakhukum untuk konsultasi! Dan gabung dengan Komunitas Bisnis KH untuk dapatkan solusi dari pebisnis lain!
Kamu juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari Program Affiliate dari Kontrak Hukum! Daftar sekarang juga!






















