5 Menit Belajar Membuat Laporan Harga Pokok Produksi dengan Tepat!

Pembuatan laporan harga pokok produksi dengan tepat, bisa memudahkan kamu dalam mengetahui keuntungan bisnis secara jelas. Dari laporan tersebut, kita dapat memperhitungkan harga jual, dan dengan mudah mengatur bagaimana strategi jual yang akan diterapkan.

Sebelum kita memasuki cara pembuatan laporannya, mari kita pahami dulu mengenai harga pokok produksi beserta manfaatnya dan diikuti bagaimana cara menghitung harga pokok produksi yang seharusnya.

Berdasarkan Ikatan Akuntansi Indonesia, harga pokok produksi merupakan semua biaya bahan langsung yang dipakai, upah langsung serta biaya produksi tidak langsung, dengan perhitungan saldo awal dan saldo akhir barang dalam pengolahan.

Harga pokok produksi menyatakan total biaya produksi untuk perusahaan selama periode waktu tertentu. Harga pokok produksi kerap kali disebut sebagai biaya produksi.

Jadi, secara garis besar harga pokok produksi adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi dan dialokasikan ke persediaan barang jadi untuk penjualan.

Informasi dari harga pokok produk diperlukan untuk mengetahui laba atau rugi secara periodik sebuah perusahaan, dihitung melalui mengurangi pendapatan yang diperoleh dengan biaya-biaya yang dikeluarkan, sehingga munculah jumlah pendapatan.

Tidak hanya itu, informasi harga pokok produksi punya tiga manfaat lainnya bagi suatu perusahaan, seperti:

  1. Memantau Realisasi Biaya Produksi
    Dibandingkan dengan rencana produksi, manajemen lebih memerlukan informasi biaya produksi yang secara real dikeluarkan. Hal ini bertujuan untuk memantau apakah produksi mengkonsumsi total biaya produksi sesuai dengan yang di perhitungkan sebelumnya.

  2. Menentukan Harga Jual Produk
    Biaya produksi dihitung pada jangka waktu yang disesuaikan untuk menghasilkan informasi biaya produksi per satuan produk. Penentuan ini merupakan salah satu data yang dipertimbangkan di samping data biaya lain serta data non biaya.

  3. Menentukan Harga Pokok Persediaan Produk Jadi dan Produk Dalam Proses yang Disajikan Dalam Neraca
    Bagi biaya yang melekat pada produk jadi di tanggal neraca disajikan dalam harga pokok persedian produk jadi. Sedangkan biaya produksi yang melekat pada produk yang pada tanggal neraca disajikan dalam neraca sebagai harga pokok persediaan produk dalam proses.

Selain manfaat, Sobat KH juga wajib untuk mengetahui bahwa kegiatan produksi dalam bisnis memiliki tiga komponen biaya, yaitu:

  • Biaya Bahan Baku
    Biasanya disebut dengan direct material, besaran nominal bahan baku wajib sesuai agar menghasilkan suatu output.

  • Biaya Tenaga Kerja Langsung
    Adalah seluruh biaya yang digunakan untuk membayar tenaga kerja yang dipekerjakan untuk memperoleh barang produksi suatu perusahaan.

  • Biaya Overhead Pabrik
    Mengacu kepada segala bentuk biaya yang diperlukan dalam kegiatan memproduksi bahan baku, menjadi barang yang siap dijual.

Untuk menghitung harga pokok produksi setidaknya ada empat cara. Adapun rumus untuk perhitungan diawali dengan menghitung biaya bahan baku, biaya produksi, persediaan barang dan harga pokok penjualan.
Berikut penjelasannya:

  1. Menghitung Bahan Baku yang Digunakan
    Rumus:

    Bahan baku yang digunakan = Saldo awal bahan baku + Pembelian bahan baku - Saldo akhir bahan baku.

  2. Menghitung Biaya Produksi
    Rumus:

    Total biaya produksi = Bahan baku yang digunakan + Biaya tenaga kerja langsung + Biaya overhead produksi.

  3. Menentukan Harga Pokok Produksi
    Rumus:

    Harga pokok produksi = Total biaya produksi + Saldo awal persediaan barang dalam proses produksi - Saldo akhir persediaan barang dalam proses produksi.

  4. Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)
    Rumus:

    Harga pokok produksi + Persedian barang awal - Persediaan barang akhir.

Nah, sesudah Sobat KH memahami beberapa hal penting yang ada pada harga pokok produksi. Barulah kita pelajari bagaimana cara membuat laporan harga pokok produksi untuk memudahkan jalannya bisnis kamu.

  • Menyusun Skedul Kuantitas
    Skedul kuantitas mencatat unit yang menjadi tanggung jawab dari masing-masing departemen yang menunjukkan arus fisik, mulai dari persediaan awal.Seperti, unit yang memulai di proses pada periode berjalan, unit yang dikeluarkan baik yang ditransfer maupun yang hilang dan persediaan akhir.

  • Pertanggungjawaban Biaya Departemen
    Hal ini merujuk kepada semua biaya yang melekat pada persediaan awal dan semua biaya produksi yang terjadi pada periode yang bersangkutan. Perlu Sobat KH ingat, kalau semua biaya yang dipergunakan dalam proses produksi di suatu departemen, diakumulasikan dan dilaporkan menurut unsur biaya.

  • Menghitung Unit Ekuivalen dan Biaya Per Unit
    Unit persediaan dalam proses perlu dikonversi ke dalam unit yang ekuivalen dengan barang jadi. Jadi Sobat KH perlu penaksiran penyelesaian masing-masing unsur biaya produksi.

  • Rekapitulasi Biaya
    Langkah keempat ini memastikan total biaya yang dikeluarkan sampai pada suatu departemen, dialokasikan untuk mengetahui berapa besar biaya per unit yang ditransfer dan berapa nilai persediaan yang tersisa.

  • Pengumpulan Biaya
    Jika kalkulasi biaya pesanan itu mengumpulkan biaya produksi menurut pesanan, sedangkan kalkulasi biaya proses mengumpulkan biaya produksi per periode.

  • Perhitungan Harga Pokok Persatuan
    Pada langkah ini biaya pesanan merupakan perhitungan harga pokok produk per unit yang dihasilkan dengan cara membagi total biaya yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu, dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan pada pesanan yang bersangkutan. Perhitungan ini umumnya dilakukan pada saat pesanan selesai diproduksi.

    Nah, kalau untuk biaya proses adalah perhitungan harga pokok per satuan dengan cara membagi total biaya produksi yang dikeluarkan dalam periode tertentu, dengan jumlah unit produk yang dihasilkan pada periode bersangkutan. Perhitungan ini akan dilakukan pada setiap satuan periode, umumnya di akhir bulan.

Seperti itu pembahasan mengenai harga pokok produksi yang begitu penting bagi sebuah perusahaan. Pasalnya perusahaan sangat memerlukan berbagai data dan informasi terkait dengan jumlah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk produksi, dengan tujuan bisa menentukan harga pokok produksi dan membuat laporannya.

Jika Sobat KH punya pertanyaan, ingin berkonsultasi, atau membutuhkan bantuan dalam penyusunan laporan harga pokok produksi. Tidak perlu khawatir, karena ada Kontrak Hukum yang siap membantu menyelesaikan permasalahan bisnis kamu dengan layanan prima.

Kontrak Hukum mempunyai paket layanan bernama DiBA (Digital Business Assistant) untuk memudahkan Sobat KH dalam mengelola keuangan bisnis kamu, supaya lebih efektif, cepat, tepat dan efisien.

Untuk mendapatkan layanan tersebut, kamu bisa segera mengunjungi laman kami di https://promo.kontrakhukum.com/diba/ di sana pun tersedia informasi lengkap terkait dengan layanan DiBA.

Sobat KH juga bisa berkonsultasi langsung dengan Kontrak Hukum via WhatsApp atau telp di 0821-1212-5767, ataupun mengirim Direct Message (DM) di sosial media kami @kontrakhukum.