Skip to main content

Cek merek dagang adalah langkah penting sebelum kamu menggunakan nama usaha, meluncurkan produk baru, atau mengajukan pendaftaran merek. Banyak pelaku usaha yang langsung memakai nama tertentu tanpa memastikan status hukumnya. Akibatnya, mereka baru menyadari bahwa nama tersebut sudah punya pihak lain ketika bisnis mulai berkembang.

Masalah ini bukan sekadar soal mengganti nama bisnis. Kamu juga bisa menghadapi penolakan pendaftaran merek, menerima somasi, hingga terlibat sengketa hukum yang merugikan waktu dan biaya.

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah sebuah merek sudah terdaftar? Apa yang harus dilakukan jika ternyata nama yang kamu incar sudah orang lain gunakan? Kami akan menjelaskan prosedur yang aman, jadi, yuk, simak!

Mengapa Perlu Melakukan Pengecekan Merek Dagang?

Sebelum membahas langkah-langkahnya, kamu perlu memahami mengapa pemeriksaan merek sangat penting. Cek merek dagang bukan hanya kamu lakukan saat ingin mendaftarkan merek. Pemeriksaan ini juga membantu memastikan bahwa identitas bisnis yang kamu bangun tidak melanggar hak eksklusif milik pihak lain.

Di Indonesia, hak atas merek pada dasarnya diberikan kepada pihak yang lebih dahulu mengajukan permohonan pendaftaran (first to file). Artinya, meskipun kamu sudah lama menggunakan suatu nama, kamu tetap bisa kalah apabila pihak lain telah lebih dulu mendaftarkannya sesuai ketentuan hukum.

Dengan cek merek dagang, kamu bisa memperoleh beberapa manfaat berikut.

  • Mengurangi risiko penolakan permohonan merek.
  • Menghindari sengketa hukum dengan pemilik merek lain.
  • Menghemat biaya rebranding di kemudian hari.
  • Meningkatkan peluang persetujuan merek.
  • Memberikan kepastian hukum bagi bisnis.

Apa yang Terjadi Jika Merek Sudah Orang Lain Gunakan?

Sebelum memutuskan tetap menggunakan nama tertentu, ada baiknya mengetahui berbagai risiko yang mungkin muncul.

Jika sebuah merek telah terdaftar atas nama pihak lain dan memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek yang akan kamu gunakan untuk barang atau jasa sejenis, permohonan merek milikmu berpotensi mendapat penolakan. Selain itu, pemilik merek yang sah juga dapat mengambil langkah hukum apabila penggunaan merek tersebut dianggap melanggar haknya. 

Risiko yang bisa terjadi antara lain:

1. Penolakan Permohonan Merek 

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dapat menolak permohonan apabila menemukan persamaan dengan merek yang sudah lebih dahulu terdaftar.

2. Mendapatkan Somasi

Pemilik merek dapat mengirimkan surat peringatan agar kamu menghentikan penggunaan merek tersebut.

3. Gugatan Ganti Rugi

Apabila sengketa berlanjut, pemilik merek dapat mengajukan gugatan ke pengadilan sesuai ketentuan yang berlaku dalam Undang-Undang Merek dan Indikasi Geografis.

4. Kehilangan Identitas Bisnis

Mengganti nama usaha setelah bisnis berkembang tentu membutuhkan biaya besar. Kamu harus mengubah logo, kemasan, media promosi, akun media sosial, hingga dokumen perusahaan.

Bagaimana Cara Cek Merek Dagang?

Sebelum memilih nama usaha, lakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan!

1. Gunakan Database Resmi DJKI

Langkah pertama adalah mengakses database merek milik Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Melalui database tersebut, kamu dapat melihat apakah nama tertentu sudah terdaftarkan atau masih tersedia.

Saat mengecek merek dagang, jangan hanya memasukkan nama yang sama persis. Cobalah berbagai variasi penulisan, singkatan, maupun ejaan yang memiliki bunyi serupa. Misalnya:

  • Kopiku
  • KopiQ
  • CoffeeKu
  • Kopyku

Hal ini penting karena persamaan bunyi juga dapat menjadi alasan penolakan.

2. Periksa Kelas Barang atau Jasa

Dalam sistem merek, setiap pengajuan permohonan berdasarkan kelas tertentu sesuai klasifikasi internasional (Nice Classification). Sebuah nama mungkin masih dapat kamu gunakan apabila berada pada kelas yang berbeda. Namun demikian, untuk merek terkenal, perlindungan hukumnya bisa lebih luas sehingga tetap perlu analisis secara mendalam.

3. Lakukan Pencarian yang Lebih Luas

Selain database DJKI, kamu juga sebaiknya melakukan pencarian melalui:

  • Google
  • Marketplace
  • Media sosial
  • Website perusahaan
  • Domain internet

Cara ini membantu mengetahui apakah terdapat penggunaan merek yang belum terdaftar tetapi telah masyarakat kenal.

4. Analisis Kesamaan Merek

Kesamaan tidak selalu berarti identik. Beberapa unsur yang perlu kamu perhatikan antara lain:

  • Cara pengucapan.
  • Penulisan.
  • Bentuk logo.
  • Susunan kata.
  • Makna keseluruhan.

Karena itu, cek merek dagang tidak cukup hanya melihat nama yang sama persis.

Apa yang Dimaksud Persamaan Pada Pokoknya?

Istilah ini sering muncul dalam proses pemeriksaan merek. Persamaan pada pokoknya merupakan kemiripan yang menimbulkan kesan adanya hubungan antara dua merek. Kesamaan tersebut dapat berasal dari:

  • Bunyi.
  • Bentuk.
  • Penempatan kata.
  • Unsur visual.
  • Cara pengucapan.

Sebagai contoh, dua nama mungkin memiliki ejaan berbeda tetapi terdengar hampir sama ketika diucapkan. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut tetap dapat menjadi alasan penolakan.

Bagaimana Jika Nama yang Kamu Inginkan Sudah Orang Lain Gunakan?

Jangan terburu-buru menggunakan nama tersebut. Masih ada beberapa langkah aman yang bisa kamu lakukan, yaitu:

1. Gunakan Nama Baru

Ini merupakan pilihan yang paling aman apabila merek tersebut telah terdaftar untuk barang atau jasa yang sama.

2. Tambahkan Unsur Pembeda

Kadang-kadang penambahan kata tertentu dapat menciptakan identitas baru. Namun, penambahan tersebut belum tentu menghilangkan persamaan pada pokoknya. Karena itu, tetap perlu analisis hukum.

3. Berkonsultasi dengan Ahli Kekayaan Intelektual

Apabila kamu ragu terhadap hasil cek merek dagang, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu. Pendapat profesional dapat membantu menilai peluang pendaftaran sekaligus meminimalkan risiko penolakan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Pengecekan Merek Dagang

Banyak pelaku usaha melakukan pemeriksaan secara asal. Padahal, kesalahan kecil bisa berdampak besar di kemudian hari. Beberapa kesalahan yang sering terjadi meliputi:

1. Hanya Mencari di Google

Google tidak menunjukkan seluruh data merek yang telah terdaftar. Database resmi DJKI tetap menjadi sumber utama.

2. Menganggap Nama Berbeda Berarti Aman

Perbedaan satu atau dua huruf belum tentu membuat merek lolos. Jika memiliki kesamaan bunyi atau tampilan, peluang penolakan tetap ada.

3. Tidak Memperhatikan Kelas Merek

Kesalahan menentukan kelas juga dapat mempengaruhi perolehan perlindungan hukum. Karena itu, pastikan kelas barang atau jasa kamu pilih dengan tepat.

4. Menunda Pendaftaran

Tidak sedikit pelaku usaha yang baru mengurus pendaftaran merek ketika bisnisnya mulai berkembang. Padahal, selama belum didaftarkan, pihak lain masih dapat lebih dahulu mengajukan permohonan.

Tips Memilih Merek Agar Mudah Melalui Proses Pendaftaran

Supaya peluang pendaftaran lebih besar, pertimbangkan beberapa tips berikut.

  • Gunakan nama yang unik.
  • Hindari kata yang terlalu umum.
  • Jangan meniru merek terkenal.
  • Lakukan cek merek dagang sebelum menentukan nama final.
  • Segera ajukan permohonan setelah nama kamu pastikan aman.
  • Simpan seluruh dokumen pendukung penggunaan merek.

Semakin unik identitas bisnis yang kamu miliki, semakin besar peluang memperoleh perlindungan hukum.

Dasar Hukum Perlindungan Merek di Indonesia

Perlindungan merek di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, sebagaimana telah diubah sebagian melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Peraturan tersebut mengatur mengenai:

  • Hak eksklusif pemilik merek.
  • Tata cara pendaftaran merek.
  • Alasan penolakan permohonan.
  • Penghapusan dan pembatalan merek.
  • Penyelesaian sengketa merek.
  • Perlindungan hukum terhadap pemilik merek.

Memahami dasar hukum ini membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih tepat sebelum menggunakan sebuah identitas bisnis.

Jadi, cek merek dagang bukan sekadar formalitas sebelum mengajukan pendaftaran merek. Langkah ini menjadi investasi penting untuk melindungi identitas bisnis sejak awal. Dengan memastikan nama yang kamu pilih belum pihak lain gunakan atau daftarkan, kamu bisa mengurangi risiko penolakan, sengketa hukum, hingga biaya rebranding yang tidak sedikit.

Nah, untuk proses pendaftaran merek yang lebih aman dan minim kendala, Kontrak Hukum siap membantu Anda. Mulai dari layanan penelusuran merek (trademark search), konsultasi kekayaan intelektual, pendaftaran merek di DJKI, hingga bantuan pendampingan keberatan atau sengketa merek, semuanya dapat kamu hadapi bersama tim profesional yang berpengalaman.

Kamu juga bisa berdiskusi langsung dengan konsultan yang berpengalaman di bidang kekayaan intelektual melalui layanan konsultasi hukum online dengan biaya konsultasi mulai sekitar Rp490 ribuan. Selain itu, bergabunglah bersama Komunitas Bisnis KH untuk berbagi pengalaman, memperluas relasi, dan mendapatkan wawasan seputar legalitas serta pengembangan bisnis dari sesama pelaku usaha.

Jangan tunggu sampai merek bisnismu bermasalah. Silahkan hubungi kontak resmi kami atau atau DM Instagram @kontrakhukum untuk memastikan identitas usahamu terlindungi secara hukum sejak awal!

Konsul Cabang Surabaya
Konsul Gratis