Perbedaan Startup dengan Corporate

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi memberikan peluang yang besar bagi munculnya berbagai perusahaan startup di banyak negara, termasuk Indonesia. Bahkan, pada 2021 berdasarkan data Startup Ranking, Indonesia berada di urutan kelima dari sisi jumlah startup terbanyak di dunia. Posisi Indonesia berada di bawah Amerika Serikat (AS), India, Kanada, serta Inggris. Jumlah startup di Indonesia saat ini mencapai 2.100 dan jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah.

Meski jumlahnya kini sangat banyak, namun rupanya tak sedikit pihak yang masih belum mengenal betul konsep startup dibanding dengan corporate. Oleh karena itu, kita simak penjelasan berikut ini untuk pengetahuan bersama yuk, Sobat KH.

Apa itu Startup?

Pengertian startup atau disebut perusahaan rintisan adalah sebuah usaha yang menerapkan inovasi teknologi untuk menjalankan core businessnya dan memecahkan masalah yang ada di masyarakat.

Bagaimana Dasar Hukum Startup?

Regulasi yang mengatur startup adalah Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Pada pasal 1 ayat 4 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019, pelaku usaha yang menggunakan sistem elektronik untuk menjalankan usahanya di Indonesia diklasifikasikan sebagai PSE atau Penyelenggara Sistem Elektronik. Kemudian, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik.

Apa Saja Ciri-Ciri Startup?

  1. Usia perusahaan
    Sebuah perusahaan dapat dikatakan startup jika belum beroperasi selama lebih dari tiga tahun. Oleh karena itu, tidak semua perusahaan dikatakan startup. Beberapa perusahaan baru akan merilis aplikasi digital ketika beroperasi pada tahun kelima atau selanjutnya. Tentunya, hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai perusahaan baru.

  2. Berada dalam tahap perkembangan
    Startup merupakan perusahaan yang masih dalam tahap perkembangan. Perkembangan mencakup pada administrasi, perlengkapan, infrastruktur, atau segi lainnya yang belum menandakan adanya kelengkapan yang sempurna.

  3. Sebagian besar bergerak di bidang teknologi
    Meski tidak semua, banyak startup bergerak di bidang teknologi. Hal ini karena banyak permasalahan yang ada di masyarakat dapat diselesaikan dengan kecanggihan teknologi. Oleh karena itu, para pengusaha melihat adanya peluang usaha di bidang ini.

  4. Inovasi untuk konsumen
    Sebuah startup memiliki tujuan untuk memperoleh konsumen sebanyak-banyaknya. Sehingga startup selalu melakukan inovasi yang dapat memanjakan konsumen agar terus menggunakan jasa perusahaan tersebut.

Apa Perbedaan Startup dengan Corporate?

Untuk perbedaan startup dengan corporate biasanya sangat terasa di pola kerja. Biasanya suasana kerja di startup lebih terbangun situasi yang dinamis, yakni santai tapi tetap serius. Unggah-ungguh tak selalu berlaku meski tetap harus mengedepankan tata krama tentunya. Terpenting hasil kerja dapat mencapai gol yang ditargetkan sesuai KPI. Kreativitas sangat diperlukan untuk membuat berbagai inovasi produk dalam memudahkan hidup konsumen/masyarakat.

Untuk career path, startup  memberikan kesempatan untuk lebih berkembang dan mendapatkan posisi tinggi selama kinerja sesuai dengan apa yang diharapkan. Tak heran, banyak anak muda khususnya yang masuk ke kategori Generasi Millenial lebih tertarik untuk melamar pekerjaan di startup ketimbang corporate.

Untuk tempat kerjanya pun fleksibel, startup yang belum terlalu besar atau  baru mulai running biasanya menyewa ruangan di co-working space. Dan, bisa menerapkan pekerjaan untuk dilakukan di mana saja.

Bagi startup yang sudah besar dan memiliki pendanaan yang besar pula, biasanya sudah mulai berani dan mampu memiliki gedung sendiri. Yang kemudian, desain interior dan eksterior dibuat senyaman dan semenarik mungkin untuk mendukung daya kreativitas para karyawannya. Seperti ada sarana internet yang mumpuni, ruang istirahat, ruang bermain, bahkan meja kerja dibuat tidak kaku bisa bekerja di sudut mana pun yang nyaman. Ada kantin yang menyediakan berbagai makanan dan minuman secara cuma-cuma. Intinya untuk mendukung kinerja karyawan. Untuk konsep inipun, akhirnya corporate juga mulai menerapkannya.    

Untuk pendanaan, founder startup relatif hanya mengeluarkan dana saat merintis bisnis dengan harapan ada investor yang datang untuk memberikan dana segar, jika dipercaya investor, startup bisa menerima dana jutaan hingga miliaran dollar. Beda hal dengan corporate atau perusahaan konvensional yang pendanaannya berasal dari satu atau lebih pemilik perusahaan, di mana pendanaan juga bisa berasal dari hasil profit yang diputar kembali.

Selanjutnya, di sisi struktur organisasi, operasional perusahaan startup cenderung ditentukan sepenuhnya oleh founder atau manajemen perusahaan. Sementara investor tak banyak mencampuri bisnis startup. Investor biasanya hanya terlibat pada keputusan-keputusan strategis. Dalam corporate, jalannya perusahaan sangat dipengaruhi oleh kehendak pemilik perusahaan, entah secara langsung atau tidak langsung. Bahkan banyak perusahaan yang pemodalnya atau pemiliknya masuk dalam manajemen perusahaan, sesuatu yang hampir sulit sekali ditemukan pada perusahaan startup.

Sementara itu, untuk urusan legalitas usaha adalah tidak jauh berbeda, seperti Akta Pendirian Usaha, NPWP Badan Usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan daftar Hak Merek. Namun, mengingat startup lebih fokus melakukan berbagai inovasi, maka sangat penting untuk melakukan pendaftaran Hak Paten.

DLA Startup dari KH

Bagi Sobat KH yang saat ini sedang merintis perusahaan startup dan memerlukan bantuan dalam mengurus segala legalitas usaha terkait, tetapi bingung dari mana mulainya dapat hubungi Kontrak Hukum untuk berlangganan DLA (Digital Legal Assistant).

DLA merupakan paket berlangganan dari Kontrak Hukum untuk mendapatkan segala layanan legalitas usaha dan konsultasi usaha terkait. Dengan DLA, Sobat KH bisa lebih hemat dalam mengeluarkan biaya untuk mengurus segala keperluan legalitas usaha dan tentunya lebih hemat waktu karena semua ditangani oleh CSO dan tim legal profesional kami, serta semua diurus via online.
 
Selama Mei 2022 akan ada promo harga bagi 30 perusahaan startup yang mendaftar berlangganan DLA. Segera hubungi Kontrak Hukum di 0821-2555-5332 dan dapatkan informasi lebih lengkapnya. Sobat KH juga dapat mengakses promo.kontrakhukum.com/dla.



Artikel terkait:
https://kontrakhukum.com/article/daftar-legalitas-usaha-bagi-perusahaan-startup

https://kontrakhukum.com/article/pentingnya-haki-untuk-startup

https://kontrakhukum.com/article/hal-krusial-yang-sering-dilupakan-dalam-membuat-startup

https://kontrakhukum.com/article/angin-segar-uu-cipta-kerja-bagi-pelaku-startup