Skip to main content

Saat ini beragam kemudahan dan
keuntungan yang ditawarkan pemerintah dalam rangka menciptakan ease of doing businesss di Indonesia
membuat para para pelaku usaha
semakin tertarik untuk mendirikan badan usaha. Salah satunya adalah badan usaha
berbentuk Perseroan Terbatas (PT). 
Meskipun terdapat berbagai bentuk badan usaha lainnya, PT tetap memiliki
daya tarik yang tinggi. Tapi, sudah tahukah Sobat KH kalau PT sebenarnya
terbagi menjadi dua bentuk, yaitu PT Terbuka dan PT Tertutup? Keduanya bahkan
memiliki beberapa perbedaan lho. Untuk mengetahui jawabannya yuk simak
penjelasan berikut.

 

Pada dasarnya pengertian dari PT
Terbuka maupun PT Tertutup tetap sama, yaitu badan hukum yang merupakan
persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha
dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan
yang ditetapkan dalam UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT).
Namun, PT Terbuka atau yang juga dikenal dengan Perseroan Publik diharuskan
untuk melakukan penawaran umum saham ke publik sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Artinya, PT Terbuka bukan hanya
tunduk pada UUPT dan UU Cipta Kerja tetapi juga dengan UU No. 8 Tahun 1995
tentang Pasar Modal. Hal ini jelas berbeda dengan PT Tertutup yang tidak
melakukan penawaran sahamnya kepada publik sehingga hanya tunduk pada UUPT dan
UU Cipta Kerja. Adanya kewajiban untuk menawarkan sahamnya ke publik membuat
saham PT Terbuka biasanya terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedangkan PT
tertutup tidak perlu mendaftarkan sahamnya di BEI.

 

Dalam PT Terbuka terdapat kriteria
jumlah pemegang saham dan kriteria modal disetor. PT Terbuka sendiri setidaknya
harus memiliki 300 pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya
tiga miliar rupiah atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang
ditetapkan dalam peraturan pelaksananya. Sedangkan untuk PT Tertutup dapat
didirikan minimal oleh dua orang dengan modal minimal lima puluh juta rupiah.

 

Selain perbedaan di atas, PT Terbuka
dan juga PT tertutup memiliki perbedaan dalam hal pelaksanaan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS). Umumnya RUPS untuk PT Tertutup dilaksanakan di tempat
kedudukan PT atau tempat PT melakukan kegiatan usahanya yang utama sebagaimana
ditentukan dalam anggaran dasar. Hal ini diatur lebih lanjut dalam Pasal 76
UUPT. Untuk PT Terbuka, RUPS bukan hanya dapat dilakukan di tempat kedudukan PT
dan tempat PT melakukan kegiatan usahanya melainkan juga di tempat kedudukan
bursa efek di mana saham perseroan tersebut dicatatkan. Pemanggilan RUPS untuk
PT Tertutup cukup dilakukan 14 hari sebelum tanggal RUPS dilaksanakan.
Pemanggilan ini dilakukan dengan surat tercatat dan/atau dengan iklan dalam
surat kabar. Menurut Pasal 83 UUPT, PT Terbuka sebelum melakukan pemanggilan
RUPS wajib didahului dengan pengumuman mengenai akan diadakan pemanggilan RUPS.
Pengumuman kepada pemegang saham dilakukan 14 hari sebelum pemanggilan
dilakukan dan pemanggilan RUPS harus dilakukan paling lambat 21 hari sebelum
RUPS dilakukan. Pemanggilan RUPS untuk PT Terbuka yang sahamnya tercatat pada
Bursa Efek dilakukan minimal melalui :

  1. Satusurat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional.
  2. Situs web Bursa Efek
  3. Situsweb Perusahaan Terbuka dalam Bahasa Indonesia dan bahasa asing, denganketentuan bahasa asing yang digunakan paling kurang Bahasa Inggris. Situs web Bursa Efek

 

Dalam PT Tertutup tidak ada
ketentuan mengenai pemimpin RUPS. Namun dalam PT Terbuka, RUPS harus dipimpin
oleh anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris. Jika seluruh
anggota Dewan Komisaris berhalangan hadir maka RUPS dipimpin oleh salah satu
anggota Direksi yang ditunjuk oleh Direksi. Apabila seluruh anggota Dewan
Komisaris dan Direksi tidak hadir atau berhalangan hadir, RUPS dapat dipimpin
pemegang saham yang hadir dalam RUPS yang ditunjuk oleh peserta RUPS. PT
Terbuka juga memiliki kewajiban untuk menyampaikan risalah RUPS kepada Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) paling lambat 30 hari setelah RUPS diselenggarakan.

 

Perlu diketahui, apabila PT Tertutup
telah memenuhi kriteria sebagai PT Terbuka maka menurut Pasal 24 ayat 1 UUPT,
PT Tertutup wajib mengubah anggaran dasarnya paling lama 30 hari terhitung
sejak terpenuhinya kriteria tersebut. Ini berarti PT Tertutup harus merubah
statusnya menjadi PT terbuka apabila modal dan jumlah pemegang sahamnya telah
memenuhi kriteria sebagai PT Terbuka.

 

Nah Sobat KH, itulah perbedaan
antara PT Terbuka dan PT Tertutup. Apabila sobat KH memiliki pertanyaan
mengenai legalitas PT di Indonesia atau tertarik untuk mendirikan PT, jangan ragu untuk hubungi Kontrak Hukum ya! Hubungi kami
di 0821-2555-5332.

Mariska

Resident legal marketer and blog writer, passionate about helping SME to grow and contribute to the greater economy.