Skip to main content

 PT Barito Renewables Energy Tbk yang biasa disingkat BREN adalah perusahaan energi terbarukan yang merupakan anak usaha dari PT Barito Pacific Tbk. Perusahaan ini fokus pada energi baru terbarukan, khususnya pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal).

BREN punya tiga pembangkit panas bumi besar di Jawa Barat, yaitu Wayang Windu di Bandung, Salak di Bogor, dan Darajat di Garut dengan total kapasitas mencapai 886 Megawatt. Ini merupakan salah satu kapasitas terbesar di dunia lho, Sobat KH!

BREN juga tengah mengembangkan energi terbarukan lain seperti tenaga angin (PLTB) sebagai bagian dari ekspansi bisnisnya. Dengan komitmen kuat terhadap energi bersih, BREN menjadi salah satu pemain kunci dalam transisi energi nasional Indonesia.

Sejarah dan IPO BREN

BREN resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 2023 lewat penawaran saham perdana (IPO) yang sangat sukses. Saat IPO, harga perdana saham BREN dibuka di angka Rp 780 per saham dan menarik minat investor hingga oversubscribed sebanyak 135 kali lipat, menghasilkan dana segar sebesar Rp 3,13 triliun untuk mendukung pengembangan usahanya.

Pemegang saham besar yang menguasai sekitar 96-97% saham perusahaan adalah:

  • PT Barito Pacific Tbk, yang merupakan perusahaan induk dan pengendali mayoritas dengan kepemilikan sekitar 64,7% saham BREN.
  • Green Era Energy Pte., yang memiliki sekitar 23,6% saham.
  • Jupiter Tiger Holdings, dengan kepemilikan sekitar 4%.
  • Prime Hill Funds, yang memegang sedikit di bawah 4% saham.

Sejak saat itu, nilai pasar BREN terus melonjak pesat, bahkan dalam waktu 8 bulan sejak IPO, harga sahamnya naik sebesar 1.342%, mencapai puncak Rp 11.250 pada Mei 2024. Kapitalisasi pasar BREN kemudian menyalip sejumlah perusahaan besar, termasuk bank-bank besar seperti Bank Mandiri dan Bank Central Asia (BCA), menjadikannya salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI.

Baca juga: Potensi IPO Anak Perusahaan Pertamina Tahun 2025, Ini Poin Pentingnya!

Masuknya BREN ke Indeks FTSE Global Equity

Salah satu pencapaian terbesar BREN adalah terpilihnya sahamnya masuk dalam FTSE Global Equity Index mulai Juni 2024. Indeks global ini mencakup ribuan perusahaan publik besar dari puluhan negara di dunia. Penerimaan saham BREN di indeks ini menandai pengakuan global terhadap kinerja dan prospek perusahaan energi terbarukan ini.

Penghargaan ini memicu masuknya dana asing berbentuk ETF (Exchange Traded Fund) dengan nilai mencapai US$75 juta hingga US$150 juta. Pada Mei 2024, kepemilikan ETF ini meningkat menjadi US$187 juta saham.

Ini juga menjadi magnet baru bagi investor asing yang ingin investasi dalam saham BREN, memberi potensi peningkatan likuiditas dan harga saham di pasar modal domestik. Hal ini jelas menjadi berita positif bagi Sobat KH yang sudah maupun ingin mulai berinvestasi di sektor energi ramah lingkungan.

Baca juga: Laba Jasa Marga Menurun di Semester I 2025, Ada Apa?

Pergerakan Saham BREN Terkini

Pada Agustus 2025, harga saham BREN berada di kisaran Rp 7.650 per saham dengan volume perdagangan tinggi dan nilai transaksi mencapai Rp 133 miliar dalam satu hari. Meski sempat mengalami koreksi kecil, saham BREN masih menduduki peringkat kedua kapitalisasi pasar di BEI, menunjukkan posisi kuat di industri utilitas listrik dan energi terbarukan.

Investor asing juga masih menunjukkan minat yang besar dengan volume pembelian melebihi penjualan. Kinerja perusahaan yang stabil dengan ekspansi yang konsisten, seperti pembelian pembangkit listrik tenaga bayu Sidrap di Sulawesi Selatan, turut mendukung prospek positif saham ini di masa depan.

Mengapa Saham BREN Menarik untuk Kamu?

Sobat KH, BREN bukan hanya soal angka, tapi juga masa depan energi Indonesia. Masuknya BREN ke indeks bergengsi dan kapitalisasi pasar yang tumbuh signifikan menunjukkan kepercayaan pasar terhadap energi hijau dan masa depan bersih yang sedang dibangun.

Kepemilikan BREN oleh Prajogo Pangestu, orang terkaya nomor satu di Indonesia turut menambah daya tarik investor.

Investasi di BREN berarti ikut serta mendukung pembangunan energi berkelanjutan yang ramah lingkungan dan potensial secara finansial. Dengan terus berkembangnya kapasitas pembangkit dan diversifikasi energi baru, prospek saham BREN tampak menjanjikan untuk jangka panjang.

Baca juga: Adaro Rilis Laba Semester I Bagaimana Proyeksi Dividen Akhir Tahun?

Kinerja BREN Di Semester 1 2025

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, BREN pada semester 1 tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Pada paruh pertama 2025, BREN berhasil meningkatkan pendapatan menjadi sekitar US$ 300 juta atau setara Rp 4,8 triliun, naik sekitar 3,4% dari semester sebelumnya. Laba bersih juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 12,9%, mencapai US$ 65,46 juta (Rp 1,06 triliun).

Peningkatan ini didorong oleh pemulihan produksi pembangkit listrik tenaga panas bumi dan beroperasinya unit Salak Binary yang baru, sekaligus penurunan beban bunga yang meningkatkan efisiensi biaya operasional.

Margin EBITDA BREN juga membaik menjadi 86,3%, mencerminkan profitabilitas yang meningkat. Meski ada penurunan produksi tenaga angin, kontribusi positif dari pembangkit panas bumi mampu menjaga stabilitas kinerja keuangan.

Berikut tabel perbandingan singkat kinerja BREN semester 1 2025 dengan semester 2 2024:

AspekSemester 1 2025Semester 2 2024Persentase Perubahan
PendapatanRp 4,8 triliunRp 4,6 triliun+3,4%
Laba BersihRp 1,06 triliunRp 940 miliar (estimasi)+12,9%
Total AsetUS$ 3,77 miliarUS$ 3,78 miliar-0,26%

Baca juga: Proyek Baterai EV dan Dampaknya Pada Laporan Keuangan ANTM Kuartal II

Rencana BREN Di Semester 2 2025

BREN berencana melanjutkan pengembangan fasilitas di area Wayang Windu dan Salak, dengan beberapa proyek utama seperti Wayang Windu Unit 3 yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada Desember 2026, serta penambahan kapasitas Salak Unit 7. Proyek-proyek ini juga meliputi retrofit unit Salak 4, 5, dan 6, dan Wayang Windu Unit 1 dan 2 dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan memperpanjang umur operasional aset.

Selain itu, BREN juga berkomitmen untuk mendukung target nasional bauran energi terbarukan mencapai 23% di tahun 2025 dengan investasi sekitar USD 365 juta untuk menambah kapasitas total 112 MW.

Tidak Hanya Perusahaan Besar yang Hebat dari Awal

Sobat KH, perlu diingat bahwa perusahaan sebesar BREN juga berawal dari langkah kecil. Kalau kamu tertarik untuk memulai bisnis sendiri, jangan ragu untuk memulai dari yang sederhana dulu. Salah satu langkah mudah adalah dengan menggunakan layanan Jasa Pendirian PT Perorangan dari Kontrak Hukum. Layanan ini memudahkan kamu mendirikan badan usaha dengan proses yang praktis dan cepat, sehingga kamu bisa fokus mengembangkan bisnis dari awal dengan pondasi yang kuat.

Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut, langsung mampir ke Tanya KH atau Instagram @kontrakhukum. Biayanya sangat terjangkau mulai dari 490 ribuan saja! Dan yang nggak kalah penting, kamu bisa bergabung di Komunitas Bisnis KH tempat yang pas untuk berbagi pengalaman dan belajar soal bisnis.

Selain itu, kamu juga bisa dapat penghasilan tambahan dengan mudah melalui Program Affiliate Kontrak Hukum. Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah langkah bisnismu sekarang juga!

Konsul Cabang Surabaya
Konsul Gratis