Skip to main content

Dalam beberapa tahun belakangan, dunia menyaksikan bagaimana perubahan iklim sebagai tantangan utama yang memengaruhi seluruh sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor agrikultur. Ketahanan pangan kini tak bisa hanya mengandalkan metode konvensional semata. Namun, juga perlu pendekatan yang berbasis teknologi.

Oleh karena itu, peran startup di bidang agrikultur yang mengadopsi sistem climate tech menjadi semakin krusial. Namun, inovasi di bidang ini tidak hanya soal teknologi, namun juga tentang bagaimana startup tetap berjalan dalam koridor hukum dan etika bisnis yang sehat.

Simak lebih lanjut pembahasan di bawah ini yaa, Sob!

Peran Startup Agrikultur Dalam Adaptasi Perubahan Iklim

Teknologi kini menjadi sekutu utama dalam mengatasi dampak perubahan iklim terhadap sektor pangan. Namun, siapa yang berada dalam lini inovasi tersebut? Maka jawabannya adalah startup digital yang memanfaatkan climate tech, yaitu teknologi berbasis data, energi, terbarukan, dan AI untuk mendorong praktik pertanian berkelanjutan.

 Pertumbuhan inovasi seperti drone pemantau lahan, Internet of Things (IoT) untuk irigasi pintar, atau sensor tanah menjadi alat bantu petani di tengah cuaca ekstrim dan degradasi tanah. Selain meningkatkan produktivitas, startup ini juga membuka lapangan kerja baru dan mempercepat adopsi teknologi di kalangan petani kecil.

Perizinan dan Legalitas Startup Agrikultur

Sebagai entitas bisnis, startup tidak bisa hanya fokus pada teknologi. Legalitas adalah fondasi yang menentukan keberlanjutan usaha. Agar dapat beroperasi secara resmi, startup agrikultur berbasis teknologi iklim perlu melalui serangkaian tahapan perizinan legalitas. Berikut adalah elemen penting dalam aspek perizinan:

1. Bentuk Badan Usaha

  • Memiliki badan usaha seperti Perseroan Terbatas (PT), Commanditaire Vennootschap (CV) untuk fleksibilitas investasi dan kepemilikan

2. Perizinan OSS

  • Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Sertifikat standar jika kegiatan usaha berisiko menengah tinggi

3. Sertifikasi tambahan

  • Certified Crop Advisor (CCA)
  • Good Agricultural Practices (GAP) Certification
  • Agriscience and Technology Careers

Dasar Hukum yang Melandasinya

Inovasi dalam sektor agrikultur berbasisi teknologi, khususnya melalui pendekatan climate tech, bukan hanya tentang kecanggihan alat atau kecerdasan buatan yang mampu memprediksi cuaca. Di balik setiap solusi cerdas startup agrikultur, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan usaha berada dalam koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

Selain itu, keberhasilan startup agrikultur dalam mengakses pendanaan, menjalin kemitraan strategis, serta memperluas pasar juga sangat berpengaruh terhadap berbagai regulasi. Berikut regulasi yang bisa menjadi landasan hukum:

1. Undang-Undang No. 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaks Elektronik

Mengatur legalitas penggunaan teknologi digital dalam transaksi elektronik, termasuk layanan digital yang berjalan dalam sistem pertanian berbasis aplikasi, IoT, dan cloud computing.

2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan

Startup yang mengintegrasikan pembayaran digital atau pembiayaan pertanian digital yang masuk dalam pengawasan OJK melalui regulatory sandbox.

3. Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Dasar sistem perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk semua badan usaha, termasuk di dalamnya klasifikasi KBLI, NIB, hingga Sertifikat Standar.

Etika Bisnis dalam Startup Agrikultur

Dalam sektor yang menyentuh langsung kehidupan petani dan lingkungan, keberhasilan bisnis bukan hanya soal profit, tapi soal prinsip. Etika bisnis sangat penting terutama ketika startup berhadapan dengan:

  • Data pertanian yang sensitif
  • Komunitas lokal dan petani kecil
  • Lingkungan ekosistem alam

Contoh Praktik Terbaik Startup Agrikultur Berbasis Climate Tech

Beberapa startup di Indonesia yang sudah menjajaki model bisnis ini adalah sebagai berikut:

  • Tani  Hub: Platform e-commerce agrikultur yang menghubungkan petani dengan konsumen.
  • 8villages: Platform informasi penting yang memberdayakan petani

Kontak KH

Menjadi bagian dari revolusi ClimateTech di bidang agrikultur bukan hanya soal inovasi teknologi, tapi juga bagaimana Anda membangun bisnis yang patuh hukum dan berpijak pada etika sosial-lingkungan.

Jika Anda sedang menjalankan startup agrikultur, pastikan perizinan legalitasnya terpenuhi. Mulai dari perizinan OSS, drafting kontrak kemitraan petani, hingga legal review teknologi ClimateTech Anda.

Segera Kontak KH di sini untuk mengurus layanan legalitas usaha yang sedang Anda butuhkan. Bagi Anda yang ingin memiliki relasi dengan para pelaku usaha, segera gabung di Komunitas KH. Sementara untuk yang ingin mendapatkan penghasilan sampingan, segera gabung di Program Affiliate KH.

Konsul Cabang Surabaya
Konsul Gratis