Skip to main content

Industri maritim kini alami transformasi digital besar-besaran. Teknologi seperti Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), dan platform digital logistik mengubah wajah industri pelayaran dan pelabuhan. Di tengah gelombong yang semakin marak, banyak investor termasuk dari luar negeri mulai melirik potensi bisnis maritim digital Indonesia.

Namun, potensi besar juga datang dengan tantangan kompleks, terutama dari sisi kepemilikan saham, pengambilan keputusan strategis, dan hak investor asing. Inilah mengapa shareholder agreement atau perjanjian pemegang saham menjadi dokumen penting yang tidak bisa terabaikan saat mendirikan startup atau entitas bisnis digital di sektor ini.

Penting Shareholder Agreement Dalam Startup Maritim Digital

Sebelum membahas mengenai perlindungan investor lebih dalam, Anda harus paham terlebih dahulu bahwa shareholder agreement adalah dasar hukum yang mengatur hubungan antar pemegang saham dalam suatu perusahaan.

Dalam industri maritim digital, seperti platform pemesanan kapal, pelacakan kargo, atau sistem manajemen pelabuhan, struktur kepemilikan seringkali melibatkan berbagai peran, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Founder lokal
  • Investor lokal
  • Venture capital luar negeri
  • Dan, Pemegang saham strategis misalnya operator pelabuhan atau perubahan logistik besar

Tanpa shareholder agreement yang jelas, potensi konflik akan tinggi, terutama ketika bisnis mulai berkembang atau menghadapi keputusan besar seperti akuisisi atau ekspansi internasional.

Kenapa Investor Asing Membutuhkan Perlindungan Khusus?

Investor asing bukan hanya membawa modal, namun juga membawa ekspektasi yang tinggi. Mereka ingin memastikan dana yang telah diinvestasikan terpakai dengan benar sebagaimana mestinya, ada kontrol risiko, dan memiliki suara dalam keputusan strategis perusahaan.

Namun, sistem hukum dan regulasi Indonesia memiliki batasan dan karakteristik tersendiri, seperti batas maksimum kepemilikan asing, pembatasan sektor tertentu, dan tantangan dalam arbitrase lintas negara.

Elemen Penting Dalam Shareholder Agreement untuk Investor Asing

Berikut adalah beberapa elemen kunci dalam shareholder agreement yang wajib Anda siapkan jika ada investor asing dalam perusahaan digital maritim:

  1. Struktur Kepemilikan Saham
  • Tentukan porsi saham masing-masing pihak dalam shareholder agreement termasuk saham preferen atau saham yang memberikan hak istimewa ke sebagian atau seluruh investornya
  • Pahami bahwa sektor maritim/logistik bisa termasuk dalam kategori terbatas untuk kepemilikan asing
  1. Hak Suara dan Voting Rights
  • Investor asing biasanya ingin hak veto dalam keputusan besar, pengeluaran modal besar, penambahan investor baru, atau perubahan struktur organisasi.
  1. Dividen dan Exit Strategy
  • Atur pembagian keuntungan dan cara investor keluar melalui initial public offer (IPO), merger, akuisisi, atau buyback
  1. Perlindungan Dilusi Saham
  • Anti-dilution clause untuk mencegah pengurangan nilai saham investor saat ada penerbitan saham baru
  1. Penyelesaian Sengketa dan Arbitrase Internasional
  • Sertakan forum arbitrase internasional seperti SIAC (Singapore) atau HKIAC (Hong kong) untuk menyelesaikan sengketa secara netral dan efisien

Membuat Shareholder Agreement Apakah Wajib?

Secara hukum, shareholder agreement tidak wajib namun sangat dianjurkan terutama jika ada lebih dari dua pemegang saham atau melibatkan dana investor asing. Tanpa perjanjian ini, segala hak dan kewajiban hanya mengacu pada anggaran dasar perusahaan (AD/ART) yang cenderung sangat umum dan tidak memuat pengaturan rinci seperti hak veto, transfer saham, atau pembagian dividen preferen.

Regulasi Kepemilikan Asing dalam Industri Maritim Digital

Investor asing wajib memperhatikan ketentuan Daftar Positif Investasi (DPI) yang menggantikan Daftar Negatif Investasi (DNI). DPI menentukan bidang usaha mana yang terbuka sepenuhnya, terbatas, atau tertutup bagi asing. Adapun contoh dari regulasi sektor maritim digital adalah sebagai berikut:

  • Jasa logistik digital yang terbuka untuk asing hingga 100%
  • Pengelolaan pelabuhan yang kepemilikan asing terbatas, dan biasanya maksimal 49% – 67%
  • Jasa angkatan laut, namun umumnya tidak sepenuhnya terbuka untuk asing

Dengan demikian, shareholder agreement juga harus menyesuaikan struktur pemisahan entitas agar kepemilikan tetap sesuai hukum.

Kontak KH

Dalam industri maritim digital yang berkembang pesat dan bersifat lintas negara, penting untuk menyusun shareholder agreement sedari awal. Bukan hanya untuk melindungi investor asing, namun juga menjaga keseimbangan kepentingan antar pemegang saham.

Apabila Anda ingin menyusun shareholder agreement, pastikan semua hak dan kewajiban tertulis di dalamnya. Kontak KH untuk mendapatkan shareholder impian Anda dan pastikan semua legalitas terpenuhi dengan baik. 

Kemudian Sobat KH juga bisa bergabung ke Komunitas Bisnis KH, untuk menambah relasi dengan para pegiat usaha. Selain itu, kamu juga bisa menambah penghasilan tambahan dengan bergabung di Affiliate Program KH.

Konsul Cabang Surabaya
Konsul Gratis