Beberapa waktu terakhir, dunia investasi Indonesia digemparkan oleh fenomena IPO dua perusahaan besar, yaitu PT Cardig Aero Services (CDIA) dan PT Coinvestasi (COIN). Keduanya mencatatkan return yang sangat tinggi bagi investor awal, membuat masyarakat ramai memperbincangkan potensi keuntungan investasi melalui IPO. Kesuksesan mereka memicu munculnya rumor tentang rencana IPO sederet perusahaan besar yang siap melantai bursa di 2025.
Berikut delapan perusahaan yang kabarnya bakal IPO tahun ini dan jadi sorotan publik:
PT Griya Idola
Bank Jakarta
Blu BCA Digital
PT Pertamina International Shipping
PT Pertamina Hulu Energi
Orang Tua Group
Vidio dot Com
PT Summarecon Investment Properti
Dari daftar itu, Sobat KH mungkin penasaran perusahaan mana yang paling menjanjikan untuk kamu perhatikan ketika ingin berinvestasi? Nah, kali ini kita fokus membahas dua nama besar dari kelompok BUMN energi, yaitu Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina International Shipping (PIS).
Mengapa? Karena Pertamina merupakan perusahaan yang sudah membuktikan kinerjanya lewat berbagai lini usaha. Sehingga tak heran, apabila investasi di anak usahanya punya nilai yang sangat strategis dan potensial.
Apa Itu IPO dan Mengapa Penting?
IPO adalah proses perusahaan menjual sahamnya ke publik untuk pertama kalinya. Melalui IPO, perusahaan mendapatkan dana segar yang dapat dipakai untuk memperluas bisnis, memperkuat modal, dan meningkatkan daya saing. Bagi investor, ini adalah kesempatan menjanjikan untuk memiliki saham perusahaan dengan potensi keuntungan yang menarik di masa depan.
Syarat IPO
Namun, untuk menjual saham ke publik tentu tidaklah mudah. Berikut adalah syarat-syarat umum yang harus perusahaan penuhi:
Struktur Kepemimpinan Teratur dan Lengkap
Perusahaan harus sudah berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan susunan kepemimpinan yang lengkap, termasuk komisaris independen, komite audit atau audit internal, dan posisi sekretaris perusahaan yang terisi.Akuntansi dan Keuangan yang Tersusun Rapi
Perusahaan wajib sudah beroperasi minimal 12 bulan dan memiliki laporan keuangan yang sudah melalui audit. Selain itu, secara umum perusahaan tidak mengalami kerugian selama dua tahun terakhir. Walaupun untuk beberapa jenis emiten khusus seperti UMKM dan papan akselerasi terdapat kelonggaran tertentu.Aset Perusahaan Minimal Rp100 Miliar
Untuk listing di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan wajib memiliki aset berwujud bersih (net tangible asset) minimal Rp100 miliar sebagai jaminan bahwa perusahaan sanggup mengelola aset dengan baik.Jumlah Minimal Saham yang Ditawarkan ke Publik
Perusahaan harus menjual minimal 150 juta lembar saham untuk penawaran umum perdana, dengan jumlah pemegang saham sedikitnya 500 pihak dan harga saham nominal minimal Rp100 per lembar.Proses Due Diligence dan Public Expose
Perusahaan harus menjalani pemeriksaan menyeluruh (due diligence) oleh pihak independen dan menyelenggarakan public expose untuk memaparkan prospek kinerja dan rencana perusahaan kepada publik calon investor.Pemenuhan Regulasi dan Persetujuan Otoritas
Perusahaan wajib menyerahkan dokumen-dokumen lengkap dan sudah mendapatkan persetujuan dari BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan IPO.Penggunaan Sistem e-IPO bagi Investor Ritel
Investor pemula maupun umum dapat mengikuti IPO secara digital melalui sistem e-IPO dengan memenuhi persyaratan seperti usia minimal 17 tahun, memiliki e-KTP dan NPWP, serta membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) dan Single Investor Identification (SID).
Baca juga: Adaro Rilis Laba Semester I Bagaimana Proyeksi Dividen Akhir Tahun?
Rencana IPO Pertamina Hulu Energi (PHE)
PHE bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas. Rencana IPO PHE sudah mencuat sejak tahun 2023 dengan target pendanaan mencapai Rp20 triliun untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyatakan IPO ini harus ditunda karena volatilitas harga minyak dunia yang belum stabil sehingga belum waktu yang tepat untuk go public.
Fokus PHE saat ini lebih pada meningkatkan produksi dan melakukan merger untuk memperbesar kapasitas sebelum IPO. Menteri BUMN Erick Thohir pun menggarisbawahi pentingnya IPO PHE sebagai strategi pendanaan jangka panjang. BEI sendiri mengonfirmasi proses IPO PHE masih berjalan di pipeline dan menunggu waktu yang tepat.
Pada kuartal II 2025, kinerja PHE menunjukkan tren positif dengan produksi yang mencapai 1,04 juta barel setara minyak per hari. Ini menandakan kesiapan PHE yang semakin matang untuk IPO pada paruh kedua 2025 atau awal 2026.
Baca juga: Laba Jasa Marga Menurun di Semester I 2025, Ada Apa?
Pertamina International Shipping (PIS) dan Rencana IPO
Selain PHE, anak perusahaan lain yakni Pertamina International Shipping yang bergerak di bidang transportasi migas juga dikabarkan siap IPO. Kabar dari sumber internal dan pengamat BUMN menyatakan bahwa PIS akan melaksanakan IPO paling cepat akhir tahun 2025 atau awal 2026.
PIS mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan, dari US$3,33 miliar pada 2023 menjadi target US$3,4 miliar pada 2024. Laba bersih PIS juga meningkat pesat, mencapai US$558,6 juta pada 2024, tumbuh 69,31% daripada tahun sebelumnya. Dengan armada lebih dari 100 kapal milik sendiri dan total 320 kapal, PIS optimis bertumbuh dan memperluas pasar internasional hingga 55% tanpa mengurangi pasar domestik.
PIS juga fokus pada keberlanjutan dengan modernisasi armada menggunakan teknologi dual-fuel dan investasi energy-saving devices. Langkah ini membuat PIS tidak hanya jadi pemain global, tapi juga meraih rating positif karena komitmen terhadap rendahnya emisi karbon.
Baca juga: Aturan Baru OJK Tentang Fintech Lending Diterbitkan Apa Saja Isinya?
Mengapa Kamu Harus Mempertimbangkan Investasi Ini?
Kekuatan Pertamina sebagai perusahaan BUMN kelas dunia adalah salah satu alasan paling kuat untuk menjadikan anak perusahaan mereka sebagai pilihan investasi strategis. Pertamina menyandang PROPER, sebuah penghargaan dari pemerintah sebagai bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan bertanggung jawab sosial. Hal ini menjadi nilai tambah yang sangat penting di mata investor modern yang sangat peduli dengan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
Kinerja PHE yang stabil dengan produksi migas meningkat dan PIS yang mencetak laba bersih serta ekspansi armada signifikan menunjukkan fundamental yang kuat dan prospek cerah. Industri pengiriman juga mendapatkan outlook industri yang membaik, dengan Fitch Ratings Global mengubah outlook dari memburuk menjadi stabil di 2025. PIS pun mengantisipasi tantangan geopolitik dan regulasi dengan strategi inovatif seperti diversifikasi muatan green cargo dan digitalisasi operasional.
Semua indikator ini menunjukkan bahwa kedua anak perusahaan memiliki pondasi bisnis yang kokoh untuk pertumbuhan jangka panjang. Ini memberikan kamu, Sobat KH, peluang investasi yang menarik dan relatif aman di industri strategis nasional.
Baca juga: Proyek Baterai EV dan Dampaknya Pada Laporan Keuangan ANTM Kuartal II
Pentingnya Kontrak Investasi bagi Investor
Sebelum benar-benar terjun berinvestasi, penting sekali bagi kamu untuk memahami dan mempersiapkan kontrak investasi. Ini dokumen hukum yang mengatur hak dan kewajiban investor serta melindungi kamu dari risiko hukum.
Kalau ingin mengurus kontrak investasi, Kontrak Hukum adalah partner sempurna! Di sini, kamu akan mendapatkan panduan lengkap supaya investasi kamu lebih aman dan terlindungi.
Kalau kamu punya pertanyaan atau butuh konsultasi khusus tentang investasi, segera hubungi Tanya KH atau lewat Instagram @kontrakhukum. Konsultasi dengan para ahli bidang hukum investasi bisa kamu dapatkan mulai dari 490 ribuan saja!
Jangan lupa juga bergabung di Komunitas Bisnis KH untuk berbagi pengalaman bisnis dan mendapatkan insight menarik lainnya. Selain itu, kamu pun bisa menambah penghasilan dengan mudah melalui Program Affiliate Kontrak Hukum yang kini sudah tersedia!





















