Pegiat kerja remote telah mengubah lanskap bisnis yang memungkinkan perusahaan merekrut talenta terbaik dari seluruh penjuru dunia tanpa terhalang batas geografis. Keuntungan dalam menjalani pekerjaan jarak jauh memudahkan seorang remote worker untuk mencari peluang keuntungan.
Namun, dengan segala kemudahannya juga perlu dicatat mengenai tantangan baru terutama dalam aspek legalitas. Kontrak kerja yang sah dan mana menjadi fondasi krusial untuk melindungi baik perusahaan maupun individu dalam tim remote Anda. Tanpa kontrak yang tepat, akan ada tantangan yang lebih rumit dan juga bisa menimbulkan kerugian antara kedua belah pihak.
Alasan Kontrak Kerja Penting Bagi Tim Remote
Bekerja secara remote kerap kali berdasarkan kepercayaan. Namun kepercayaan saja tidak cukup sebagai payung hukum. Kontrak kerja memiliki beberapa fungsi vital, di antaranya:
1. Kejelasan Hak dan Kewajiban
Kontrak secara eksplisit merinci apa yang diharapkan dari kedua belah pihak seperti tugas, jam kerja, target, dan kompensasi yang diberikan perusahaan. Adanya kontrak kerja memberikan pemahaman bagi kedua belah pihak dan meminimalkan kesalahpahaman.
2. Perlindungan Hukum
Kontrak adalah dokumen sah yang dapat Anda gunakan sebagai bukti di pengadilan jika terjadi perselisihan atau pelanggaran. Hal ini melindungi Anda dari tuntutan yang tidak berdasar dan sebaliknya, dengan adanya kontrak memberikan dasar karyawan/perusahaan untuk menuntut haknya.
3. Pengaturan Konflik Yurisdiksi
Tim remote sering kali tersebar di berbagai negara atau daerah. Kontrak yang jelas dapat menentukan hukum mana yang berlaku dan bagaimana cara penyelesaian jika terjadi sengketa.
4. Profesionalisme dan Kredibilitas
Memiliki kontrak menunjukkan bahwa Anda adalah entitas bisnis yang serius dan profesional, baik di mata tim maupun calon investor.
Penentuan Status Kontrak Kerja
Sebelum membuat kontrak, hal terpenting adalah menentukan status hubungan kerja Anda dengan tim remote. Apakah mereka masuk sebagai karyawan atau karyawan freelance? Perbedaan ini sangat mendasar dan memiliki implikasi hukum, pajak, dan administratif yang besar.
Karyawan
Definisi: Memiliki hubungan kerja atasan-bawahan, tertulis dalam peraturan perusahaan, bekerja di bawah pengawasan langsung, dan terintegrasi dalam struktur organisasi perusahaan.
Implikasi: Perusahaan bertanggung jawab atas penggajian, pemotongan pajak, BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan, cuti, tunjangan, dan keuntungan lainnya sesuai Undang-Undang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Pemberhentian karyawan juga tunduk pada aturan PHK.
Kontrak: Menggunakan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT).
Karyawan freelance
Definisi: Memberikan layanan spesifik untuk proyek tertentu, bekerja secara mandiri, memiliki otonomi dalam cara kerja, dan kerap melayani beberapa klien sebagus.
Implikasi: Perusahaan tidak bertanggung jawab atas pajak, BPJS, cuti atau benefit lainnya. Pembayaran biasanya berdasarkan proyek atau milestone. Hubungan ini lebih mirip hubungan bisnis ke bisnis.
Kontrak: Menggunakan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), atau perjanjian kerja sama (PKS).
Tips Membuat Kontrak Kerja yang Sah
Setelah menentukan status hubungan kerja, Anda baru bisa menyusun kontrak kerja berdasarkan status yang telah Anda tentukan. Berikut elemen-elemen penting yang harus ada dalam kontrak:
1. Identitas Para Pihak
Dalam pembuatan kontrak uraikan secara eksplisit nama lengkap perusahaan, alamat terdaftar, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan nama serta jabatan perwakilan yang berwenang menandatangani kontrak. Sementara untuk karyawan juga jabarkan nama lengkap, alamat, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat email, dan nomor telepon.
2. Definisi Hubungan Kerja
Berikan penjelasan yang membahas jabatan, deskripsi pekerjaan, jam kerja, dan lokasi kerja. Kemudian jabarkan jenis layanan yang akan perusahaan berikan, ekspektasi yang akan perusahaan dapat, dan deadline.
3. Kompensasi dan Pembayaran
Uraikan dengan jelas jumlah upah yang akan karyawan dapatkan, frekuensi pembayaran, dan metode pembayaran. Kemudian tulis dengan jelas siapa yang akan bertanggung jawab atas pemotongan pembayaran pajak.
4. Jam Kerja
Meskipun remote, mungkin ada kebutuhan-kebutuhan untuk bekerja pada jam tertentu misal adanya tumpang tindih dengan jam kerja kantor pusat. Jelaskan fleksibilitas yang diberikan untuk jam kerja dan lokasi.
5. Masa Kerja
Terakhir yang perlu Anda tentukan adalah masa kerja yang harus memuat informasi mengenai:
Durasi kontrak, jelaskan kondisi di mana kontrak bisa diakhiri seperti adanya PHK, pelanggaran kontrak. Kemudian apabila sudah memasuki masa pemberitahuan pengakhiran kerja, uraikan dengan jelas berapa lama pemberitahuan yang harus diberikan.
Kontak KH
Memiliki tim remote adalah strategi bisnis yang cerdas, namun juga perlu fondasi hukum yang kuat. Kontrak kerja yang sah dan aman bukan hanya sekadar formalitas, melainkan investasi penting untuk melindungi hak dan kewajiban semua pihak. Buat kamu yang ingin membuat kontrak kerja yang sah dan aman dengan tim remote, pastikan kontrak kerja tertulis dengan jelas.
Tanya KH di sini untuk mendapatkan konsultasi gratis untuk menentukan kebutuhan kontrak kerja mu. Buat kamu yang ingin menambah penghasilan sampingan, maka kamu dapat bergabung di Program Affiliate KH. Dan untuk kamu yang ingin menjalin dengan pebisnis, kamu bisa bergabung di Komunitas KH sekarang.






















