Sering mendengar istilah lelang dan tender? Dua proses tawar menawar yang sering dilakukan dalam penyediaan barang dan jasa. Meski terdengar mirip, lelang dan tender adalah dua proses yang berbeda dalam penawaran barang atau jasa. Lelang lebih fokus pada penjualan dengan penawaran harga setinggi-tingginya, sementara tender berfokus pada pemilihan penyedia barang atau jasa berdasarkan kualifikasi dan kemampuan.
Lelang dan tender memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menjual barang. Untuk lebih lanjut, artikel ini akan membahas pengertian lelang dan tender, serta perbedaan di antara keduanya.
Pengertian Lelang
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan lelang sebagai penjualan di hadapan orang banyak dengan tawaran tinggi. Lelang bisa juga kamu deskripsikan sebagai proses penjualan dengan bermain di penawaran harga setinggi-tingginya.
Proses lelang bersifat publik dan kalangan peserta berasal dari berbagai pihak yang memiliki kesamaan minat. Lelang terbagi menjadi tiga bagian yaitu, lelang terbuka, lelang tertutup, dan lelang terbalik.
Lelang terbuka terjadi ketika proses penawaran tersebar luas secara umum informasinya, sedangkan lelang tertutup memiliki batasan peserta dan biasanya peserta yang hadir berasal dari tamu undangan. Selanjutnya, lelang terbalik adalah penawaran dengan harga terendah dan memungkinkan untuk memenangkan lelang.
Pengertian Tender
Tender dalam KBBI adalah tawaran untuk mengajukan harga, memborong pekerjaan, atau menyediakan barang. Pelaksanaan tender biasanya terjadi oleh perusahaan-perusahaan besar yang berfokus pada kemampuan dan pengalaman. Pelaksanaan tender biasanya lebih tersusun rapi rangkaian acaranya dan bersifat kurang terbuka.
Perbedaan Lelang dan Tender
Lelang dan tender merupakan dua kegiatan penawaran yang berbeda, terdapat delapan faktor yang membedakan lelang dan tender, antara lain:
Tahapan Proses
Proses lelang terbuka untuk umum dan peserta lelang berasal dari masyarakat yang telah memenuhi persyaratan. Pihak yang akan mengadakan lelang mengumumkan informasi lelang untuk menarik perhatian masyarakat.
Sedangkan tender memiliki tujuan peserta yang lebih sempit. Vendor yang akan melangsungkan tender memiliki kualifikasi peserta yang telah mereka anggap memiliki kemampuan untuk menawar.
Fokus Pemilihan
Fokus utama saat pelelangan adalah penawaran harga dari peserta dengan harga setinggi-tingginya. Sedangkan tender fokus pemilihannya terletak pada kemampuan penyedia dan kualifikasi teknis. Untuk memenangkan proyek di tender, peserta perlu memiliki keahlian, pengalaman, dan kemampuan.
Pihak yang Terlibat
Pihak yang terlibat dalam lelang terbuka untuk umum karena bersifat publik. Di lain sisi tender berkolaborasi dengan banyak pihak seperti dari pemerintahan maupun swasta.
Transparansi
Transparansi lelang terbuka untuk seluruh peserta yang telah terdaftar untuk bersaing dan menawar produk dengan harga setinggi-tingginya. Sedangkan tender memiliki peserta terbatas yang telah diundang oleh vendor.
Tujuan
Perbedaan selanjutnya antara lelang dan tender terletak di tujuannya. Tujuan lelang berfokus pada penjualan barang, sedangkan tender berfokus pada pengadaan barang atau jasa yang mereka butuhkan.
Barang yang Dijual
Lelang biasanya melibatkan penjualan barang dengan penawaran harga tertinggi, seperti properti, kendaraan, atau aset-aset berharga lainnya. Sedangkan tender lebih fokus pada pengadaan barang atau jasa untuk proyek tertentu, terutama dalam skala besar, seperti pengadaan material konstruksi atau layanan profesional.
Penentuan Pemenang
Penawaran dengan harga tertinggi akan menentukan pemenang lelang. Proses ini bersifat kompetitif dan terbuka. Sedangkan pemenang tender ditentukan berdasarkan kualifikasi teknis dan kemampuan. Selain harga, penyelenggara tender juga akan memperhitungkan aspek seperti keahlian, pengalaman, dan reputasi perusahaan.
Proses Pembayaran
Pembayaran lelang dilakukan segera setelah transaksi selesai, dan barang akan diserahkan kepada pemenang. Sedangkan tender, penyelenggara proyek melakukan pembayaran dalam tahap-tahap proyek berdasarkan kemajuan kerja, dengan kontrak yang lebih kompleks dan memakan waktu lebih lama.
Ingin Mendirikan Badan Usaha Tanpa Adanya Hambatan Proses? Kontak Kontrak Hukum Dapat Mengatasinya!
Jika Sobat KH masih bingung tentang proses hukum dalam lelang atau tender, atau ingin memastikan prosedur yang dilakukan sudah sesuai aturan, Kontrak Hukum hadir untuk memberikan solusi.
Kami menyediakan layanan pendampingan hukum, baik untuk pelaku usaha yang ingin mengikuti tender, maupun individu yang ingin memastikan proses lelang berjalan sesuai ketentuan.
Untuk layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu, kunjungi laman Layanan KH. Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk konsultasi di Tanya KH atau hubungi kami melalui direct message (DM) ke Instagram @kontrakhukum.
Jangan lupa untuk bergabung dengan Komunitas Bisnis KH, tempat berkumpulnya para pebisnis dan profesional hukum untuk berbagi informasi, diskusi, dan dukungan. Daftar sekarang melalui link ini.
Selain itu, jadilah bagian dari Affiliate Program Kontrak Hukum untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Pendaftaran mudah dan langsung bisa dilakukan melalui link berikut.






















