Langkah awal paling menarik saat memulai bisnis di Surabaya adalah memilih sebuah nama. Nama adalah identitas, doa, dan fondasi dari brand Anda. Anda mungkin sudah memikirkan nama yang singkat, modern, dan keren. Namun, saat Anda membawa nama impian itu ke notaris untuk mendirikan Perseroan Terbatas (PT), Anda mungkin akan langsung kecewa. Notaris Anda berkata, “Mohon maaf, nama ini tidak bisa dipakai.”
Mengapa ini terjadi? Karena memilih nama PT bukanlah sekadar urusan kreativitas. Ini adalah proses hukum yang diatur ketat oleh undang-undang. Pemerintah, melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), memiliki aturan baku yang wajib Anda penuhi. Jika nama Anda tidak lolos saringan ini, proses pendirian PT Anda akan terhambat total.
Banyak pengusaha pemula di Surabaya frustrasi di tahap ini. Mereka harus bolak-balik mencari nama baru, padahal sudah terlanjur membuat logo atau domain. Agar Anda tidak membuang waktu, Anda wajib memahami aturan mainnya. Artikel ini akan memberikan tips legal dan strategis dalam memilih nama PT yang tepat untuk usaha Anda di Surabaya.
Memahami Aturan Wajib Penamaan PT dari Pemerintah
Sebelum Anda berpikir tentang branding atau filosofi, Anda harus lolos dari empat “gerbang” legalitas yang diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) dan Peraturan Pemerintah terkait. Jika satu saja syarat ini tidak terpenuhi, sistem AHU (Administrasi Hukum Umum) akan langsung menolaknya.
1. Aturan Tiga Suku Kata
Ini adalah aturan paling dasar yang sering menjegal. Nama PT Persekutuan Modal (PT biasa) wajib terdiri dari minimal 3 (tiga) suku kata. Nama yang hanya terdiri dari dua kata, seperti PT Jaya Abadi, akan otomatis ditolak. Nama itu harus Anda panjangkan, misalnya menjadi PT Jaya Abadi Sentosa.
Aturan ini dibuat untuk memperkaya perbendaharaan nama dan mengurangi tingkat kesamaan. Jadi, siapkanlah nama yang unik dan memiliki minimal tiga komponen kata.
2. Aturan Bahasa Indonesia
Untuk PT lokal atau PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri), nama perusahaan wajib menggunakan Bahasa Indonesia. Anda tidak bisa menggunakan frasa bahasa Inggris. Misalnya, nama PT Surabaya Food Solutions akan ditolak. Anda harus mengubahnya menjadi Bahasa Indonesia, seperti PT Solusi Pangan Surabaya.
Pengecualian aturan bahasa ini hanya berlaku untuk PT Penanaman Modal Asing (PMA) atau PT yang memiliki ikatan khusus dengan lembaga internasional. Jika Anda berencana mendirikan PT PMA, Anda memiliki fleksibilitas lebih dalam menggunakan nama asing.
3. Aturan Keunikan (Tidak Boleh Sama atau Mirip)
Inilah alasan penolakan paling umum. Nama PT Anda tidak boleh “sama pada pokoknya” atau mirip secara signifikan dengan nama PT lain yang sudah terdaftar di sistem AHU. Sistem akan mengecek kemiripan penulisan dan pengucapan (fonetik).
Jika sudah ada PT Jaya Abadi Sentosa, Anda tidak bisa mendaftarkan PT Djaja Abadi Sentosa atau PT Jaya Abady Sentosa. Anda harus mencari kombinasi nama yang benar-benar baru. Anda bisa melakukan pengecekan awal sendiri melalui situs AHU Online untuk melihat apakah nama incaran Anda masih tersedia.
4. Aturan Kepatutan
Tentu saja, nama PT Anda tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum atau kesusilaan. Nama yang mengandung kata-kata kasar, vulgar, atau menyesatkan tidak akan disetujui. Nama PT juga tidak boleh menyerupai nama lembaga negara, lembaga pemerintah, atau lembaga internasional, kecuali atas izin dari lembaga yang bersangkutan.
Pengecekan Strategis Paling Krusial Cek Merek (PDKI)
Inilah kesalahan fatal yang sering dilakukan pengusaha baru. Mereka fokus 100% untuk lolos cek AHU, namun lupa melakukan pengecekan kedua yang jauh lebih penting, yaitu cek Merek di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI).
Pahami perbedaan ini:
- Sistem AHU (Kemenkumham): Mengatur nama BADAN HUKUM (Legalitas PT Anda).
- Sistem PDKI (DJKI): Mengatur nama BRAND (Merek Dagang Anda).
Skenario terburuk: Anda mendaftarkan nama PT Tiga Roda Perkasa. Nama ini lolos di sistem AHU. PT Anda sah berdiri. Namun, Anda lupa mengecek PDKI. Ternyata, merek Tiga Roda sudah terdaftar atas nama perusahaan semen raksasa. Akibatnya? PT Anda boleh berdiri, tetapi Anda tidak boleh berdagang, membuat kemasan, atau memasang plang nama menggunakan nama Tiga Roda. Jika nekat, Anda akan dituntut miliaran rupiah.
Oleh karena itu, tips strategis terpenting adalah: **Selalu cek ketersediaan nama Anda di PDKI (Merek) terlebih dahulu, sebelum Anda mengeceknya di AHU (PT).** Pastikan nama brand Anda aman, barulah Anda memikirkan nama legal PT-nya. Proses analisa penelusuran merek adalah langkah awal yang paling krusial.
Tips Tambahan untuk Nama PT yang Baik
Setelah Anda memahami aturan hukumnya, kini Anda bisa memikirkan aspek strategisnya. Nama PT yang baik tidak hanya legal, tetapi juga mendukung bisnis Anda.
Pertama, buatlah nama yang mudah diingat, diucapkan, dan diketik. Hindari penggunaan ejaan yang rumit atau singkatan yang membingungkan. Nama yang simpel akan lebih mudah ditemukan di Google oleh klien Anda di Surabaya.
Kedua, cek ketersediaan digitalnya. Sebelum Anda mengunci sebuah nama, periksa apakah nama domain (.com atau .id) dan nama akun media sosial (Instagram, TikTok) untuk brand Anda masih tersedia. Akan sangat menyulitkan jika nama PT Anda sudah sah, tetapi domainnya sudah dimiliki orang lain.
Ketiga, pikirkan jangka panjang. Jangan memberi nama PT Anda terlalu spesifik. Nama seperti PT Jual Beli Ruko Surabaya mungkin bagus sekarang, tetapi akan menghambat Anda saat 5 tahun lagi Anda ingin berekspansi ke bisnis sewa apartemen atau jasa konstruksi.
Proses Pemesanan Nama di Surabaya
Bagaimana proses teknisnya? Anda tidak bisa memesan nama sendiri. Proses pemesanan nama (booking) dilakukan oleh Notaris melalui sistem AHU. Anda biasanya akan diminta untuk menyiapkan 3 hingga 5 opsi nama PT, diurutkan dari prioritas utama.
Notaris akan memasukkan nama prioritas pertama Anda. Jika ditolak, Notaris akan mencoba nama kedua, dan seterusnya. Sekali nama Anda disetujui oleh sistem AHU, nama tersebut akan “dikunci” untuk Anda selama 60 hari. Dalam 60 hari itulah, Anda dan Notaris harus segera menyelesaikan Akta Pendirian dan mendapatkan SK Pengesahan. Jika lewat 60 hari, nama tersebut akan terlepas kembali ke publik. Proses ini adalah bagian dari layanan notaris digital yang efisien.
Bagi Anda yang memulai sebagai wirausaha tunggal, ada alternatif yang lebih sederhana, yaitu mendirikan PT Perorangan. PT Perorangan tidak memiliki aturan 3 kata yang kaku, sehingga namanya bisa lebih fleksibel, meskipun tetap harus unik.
Jangan Biarkan Nama Menghambat Bisnis Anda
Memilih nama PT adalah perpaduan antara seni branding dan kepatuhan hukum yang kaku. Ini adalah langkah pertama dan paling fundamental dalam seluruh proses pendirian PT Anda. Jangan sampai Anda membuang waktu dan energi hanya karena gagal lolos dari saringan administrasi.
Proses pengecekan ganda ke AHU dan PDKI, serta pemahaman aturan 3 kata berbahasa Indonesia, sangatlah penting. Menyerahkan urusan ini kepada profesional akan sangat menghemat waktu Anda.
Urusan legalitas memang seringkali rumit. Daripada pusing memikirkan aturan 3 kata, cek AHU, dan risiko sengketa merek, lebih baik fokus mengembangkan bisnis Anda dan serahkan urusan legalitas pada ahlinya bersama Kontrak Hukum! Bagi kamu yang kesulitan dengan permasalahan legalitas, konsultasikan saja pada kami. Hanya dengan 490ribu saja, kamu bisa diskusi dengan ahlinya!
Kamu bisa langsung kirim pesan ke Tanya KH atau direct message ke Instagram @kontrakhukum. Daftar juga bersama Komunitas Bisnis KH untuk berbagi pengalaman tentang bisnis. Gabung Program Affiliate Kontrak Hukum sekarang untuk hasilkan pendapatan tambahan!






















