Tanya Jawab

Poin penting yang kamu ingin ada di perjanjian.

Tentukan dulu tujuan dan lingkup perjanjian-mu apa, baru bisa pilih jenis kontrak-nya

Tidak. Ketika Draft Kontrak selesai, bisa langsung di ttd diantara para pihak saja. Jika ada kebutuhan disaksikan Notaris, maka bisa saja mengambil layanan “Legalisasi” pada platform kami.

Lebih baik ditanda tangan di atas meterai agar memiliki kekuatan pembuktian.
Materai sebenarnya tidak menentukan sah atau tidaknya perjanjian, tetapi meterai menambah kekuatan pembuktian di pengadilan saja.

  1. Para Pihak cakap hukum (Dewasa menurut KUHPerdata dan tidak berada dalam pengampuan)
  2. Ada Objek yang jelas
  3. Background dan alasan membuat perjanjian tidak melawan hukum (dengan itikad baik)
  4. Ada kesepakatan dua pihak

Perbedaan nya hanya di kekuaran pembuktian saja. Akta otentik memiliki kekuatan pembuktian paling kuat (disaksikan oleh pejabat yang berwenang atau Notaris), sementara perjanjian karena sifatnya hanya di ttd diantara dua pihak (tanpa pejabat yang berwenang) maka kekuatan pembuktian-nya kurang

Perbedaan nya hanya di kekuaran pembuktian saja. Akta otentik memiliki kekuatan pembuktian paling kuat (disaksikan oleh pejabat yang berwenang atau Notaris), sementara perjanjian karena sifatnya hanya di tanda tangan diantara dua pihak (tanpa pejabat yang berwenang) maka kekuatan pembuktian-nya kura

Lebih baik dittd di atas meterai agar memiliki kekuatan pembuktian.
Materai sebenarnya tidak menentukan sah atau tidaknya perjanjian, tetapi meterai menambah kekuatan pembuktian di pengadilan saja.

Hal-hal penting yang harus ada:

  1. Identitas Para Pihak
  2. Tujuan pembuatan kontrak
  3. Ruang lingkup apa saja dan sejauh mana
  4. Hak dan Kewajiban
  5. Imbalan Jasa atau Bagi Hasil
  6. Tata cara pembayaran
  7. Wanprestasi atau Ganti Rugi
  8. Pengakhiran
  9. Penyelesaian Sengketa

Tidak ada batasan selama tidak melanggar hukum.

Belum ada Pertanyaan Terkait

Lihat semua Pertanyaan
Showing 21 to 30 of 52 entries