Tanya Jawab

Tidak terpenuhinya salah satu kewajiban, akan dianggap sebagai tindakan wanprestasi dimana bisa dikenakan denda atau berakibat pada diakhirinya perjanjian

Pada umumnya didahului dengan kesepakatan bersama atau yang sering disebut dengan musyawarah mufakat. Jika memang dalam periode tertentu kesepakatan tidak tercapai, baru ditentukan pilihan hukum melalui pengadilan atau arbitrase

Upaya hukum yang biasanya kami sarankan:

  1. mediasi – inisiatiflah untuk melakukan pertemuan untuk menemukan kata sepakat
  2. Jika mediasi tidak menemukan jalan keluar (tentukan periodenya) – bisa menempuh jalur hukum yaitu : mengajukan somasi (ke pihak yang dianggap melanggar) atau gugatan langsung ke pengadilan

Kewajiban yang ada tetap harus diselesaikan walau perjanjian sudah berakhir, seperti: kewajiban pembayaran biaya jasa, denda atau penalti maupun kewajiban pekerjaan yang belum selesai

Pasal 1266 dan 1267 KUHPerdata pada intinya mewajiban pengakhiran perjanjian didaftarkan ke Pengadilan. Maksud pengesampingan artinya, jika perjanjian berakhir maka pengakhirannya sudah dianggap berlaku efektif tanpa perlu didaftarkan ke Pengadilan

Biasanya ketentuan ini sudaha diatur dalam perjanjian, tetapi cara paling efektif adalah :

  1. mengetahui terlebih dahulu alasan pengakhiran
  2. memberitahukan secara tertulis kepada pihak lain
  3. menyelesaikan hak dan kewajiban yang sudah timbul sebelum tanggal berakhirnya Peerjanjian

Hal yang perlu diperhatikan:

  1. Tujuan dan Ruang Lingkup kontrak
  2. Hak dan Kewajiban masing-masing Pihak
  3. Imbalan Jasa/Bagi Hasil dan pembayarannya
  4. Ketentuan wanpretasi, denda dan ganti rugi
  5. penyelesaian sengketa

Revisi yang didapatkan 2 kali

Bisa saja, tetapi ada biaya tambahan untuk hasil bilingual nya

Jika tidak yakin dengan jenis kontrak yang akan dipilih, lebih baik konsultasikan dulu dengan team Legal Associate kami biar kontrak-mu tepat sasaran!

Belum ada Pertanyaan Terkait

Lihat semua Pertanyaan
Showing 31 to 40 of 52 entries