Tanya Jawab

Untuk hibah bisa dibuatkan Akta Hibah dengan Notaris. Berkas yang perlu disiiapkan adalah dokumen kepemilikan atas objek yang mau diihibahkan, dan identitas para pihak. Tahapannya:

  1. Memenuhi kelengkapan informasi dan dokumen (Jika hibah tanah, notaris perlu cek sertifikat tanah dulu dan pembayaran PBB nya)
  2. Notaris akan buatkan Draft Akta Hibah
  3. Para Pihak akan ttd di hadapan Notaris
  4. Proses Balik Nama objek hibah (jika hibah tanah, balik nama sertifikat di BPN akan dibantu oleh Notaris)

Ya. apabila kredit lebih baik atas nama suami.

Anda dapat membuktikan bukti transaksi pembelian tanah dengan AJB. Namun AJB saja tidak kuat sebagai bukti di pengadilan, melainkan harus ada sertifikat kepemilikan

Kekurangan : properti yang dibeli atas nama perorangan maka statusnya adalah Hak Milik, sedangkan apabila dibeli oleh perusahaan/PT maka tidak dapat beralaskan Hak Milik karena Hak Milik hanya dapat dimiliki oleh perorangan.

Kelebihan : apabila terjadi sengketa, perusahaan pailit, dll maka tanah tersebut dapat disita karena atas nama PT sehingga PT bertanggung jawab. Apabila dibeli atas nama perorangan maka terpisah dengan harta PT, dan merupakan harta pribadi dari orang tersebut.

Tahapan KPR:

  1. Pembeli dan Penjual/Developer datang ke Notaris untuk pengecekan dokumen sertifikat tanah, PBB dll.
  2. Setelah dilakukan pengecekan, apabila masih terdapat unsur unsur yang belum terpenuhi (misal PBB belum lunas, rumah belum selesai dibangun, KPR dll) maka para pihak membuat PPJB
  3. setelah semua selesai dan lunas, tahap selanjutnya adalah AJB
  4. setelah itu Sertifikat dapat diberikan kepada pembeli
  5. Balik nama SHM

Anda dapat mengirimkan surat peringatan/somasi terlebih dahulu ke pihak
PT. ******, apabila tidak ada itikad baik dari pihak Developer, maka dapat mengajukan gugatan atas dasar Wanprestasi karena tidak sesuai dengan PPJB.

Ya. Maka dari itu sebelum membeli apartemen/bangunan dengan status SHGB harus dipastikan dahulu ke developer, berapa lama jangka waktu SHGB nya.

SHGB berarti apartemen belum menjadi milik pembeli, melainkan masih atas nama Developer. Tanah yang beralas hak SHGB adalah tanah negara yang dimanfaatkan oleh Developer untuk dapat mendirikan bangunan. Oleh karena itu, harus ada pemecahan sertifikat terlebih dahulu, agar menjadi SHMSRS.

Baiknya sebelum membeli apartemen perhatikan pula berapa lama SHGB tersebut berlaku, karena meski Anda sudah memiliki SHMSRS, apabila SHGB tanah tersebut habis, maka Anda juga harus mengajukan perpanjangan HGB kepada Pemerintah.

Antisipasi dari diri sendiri, yaitu dengan melakukan pengecekan atas track record developer, pengecekan dokumen sebelum membeli properti, mulai dari Sertifikat Kepemilikan, PBB, IMB, Bukti bayar air, listrik, telepon, AJB terakhir (bila ada), Developer bekerjasama dengan pihak Bank atau tidak, dan sebagainya.

Karena sudah lewat waktu yang diperjanjikan di dalam SKJB, maka pembeli berhak mendapat pengembalian uang dan denda sesuai ketentuan di SKJB. Apabila Developer tidak ada itikad baik untuk mengembalikan biaya-biaya tersebut, sebaiknya diselesaikan melalui jalur pengadilan

Belum ada Pertanyaan Terkait

Lihat semua Pertanyaan
Showing 1 to 10 of 29 entries