Pentingnya Perjanjian Hukum Saat Merintis Startup

Startup menjadi salah satu bisnis yang banyak diminati. Namun, tidak semua startup dapat berhasil dikembangkan. Ada pula bisnis startup yang gagal karena beberapa alasan, salah satunya adalah karena lemahnya komitmen di antara para founderstartup. Berikut ini ulasan mengenai pentingnya perjanjian hukum ketika akan merintis bisnis startup.

Fenomena Startup Gagal

Untuk dapat mengembangkan startup yang sedang dirintis tidak hanya membutuhkan biaya yang besar saja. Terdapat faktor lain yang juga menjadi penentu terhadap keberlangsungan bisnis startup yang dirintis. Salah satu faktor penentu keberhasilan startup adalah founder dan tim yang tepat. Namun, pada faktanya hingga saat ini banyak startup yang gagal karena founder dan timnya yang tidak jelas serta kurang komunikasi. Menurut data dari CB Insights pada Februari 2018, sebanyak 23% alasan startup gagal adalah karena founder dan timnya yang tidak memiliki kejelasan posisi dan tanggung jawab.

Founder yang tidak memiliki keahlian dalam bidang startup yang sedang dirintis membuat startup tersebut susah untuk berkembang. Founder yang mempunyai keahlian dan pengalaman tentunya dapat menyusun tim yang tepat agar dapat mengembangkan bisnisnya. Selain itu, perjanjian antara founder dengan co-founder juga harus kuat supaya dapat saling bekerja sama dan berkomitmen untuk mengembangkan startup yang dirintis bersama.

Untuk dapat mengikat komitmen antara sesama founder saat akan merintis bisnis startup diperlukan perjanjian. Dengan adanya perjanjian yang jelas dan mengikat, sesama founder dapat menjamin komitmen masing-masing untuk saling bekerja sama mengembangkan bisnis startup tersebut. Terdapat beberapa perjanjian yang harus dibuat supaya sesama founder dapat bekerja sama dengan baik. Perjanjian yang dimaksud meliputi :

  • Perjanjian Founder

Perjanjian yang paling utama dan dasar yang perlu disepakati oleh semua founder adalah perjanjian founder atau perjanjian pendiri. Banyak startup yang gagal berkembang karena terjadi perselisihan dan kesalahpahaman diantara para founder. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat perjanjian founder supaya tetap dapat menyatukan visi misi sesama founder demi keberlangsungan startup.

Perjanjian founder dapat memuat hal-hal penting dan prinsipal seperti hak-hak, kewajiban, rencana bisnis, peran setiap founder, kepemilikan hak kekayaan intelektual atas jasa atau produk yang akan dibuat oleh startup, modal yang dibutuhkan, sistem pengunduran diri dan hal yang lainnya

  • Perjanjian Kerahasiaan

Kemudian, perlu dibuat perjanjian kerahasiaan yang harus disepakati oleh seluruh founder. Kerahasiaan merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk membangun bisnis startup, terutama di era yang sangat kompetitif seperti sekarang ini. Dengan adanya perjanjian kerahasiaan yang dibuat, seluruh founder dan co-founder dapat menjaga rahasia perusahaan, baik terkait strategi bisnis, marketing, dan produk/jasanya dari kompetitor.

  • Perjanjian Untuk Pemegang Saham

Perjanjian pemegang saham perlu dibuat agar startup dapat berkembang dengan baik. Perjanjian pemegang saham ini dapat mengatur jumlah kepemilikan modal, saham, dan perkembangannya sesuai hak serta peran masing-masing pemegang saham dalam startup. Perjanjian ini juga dibuat untuk dapat melindungi investasi yang diberikan oleh pemegang saham kepada startup.

  • Perjanjian Kerja

Agar startup dapat berkembang, perjanjian kerja juga perlu diperhatikan dan dibuat dengan baik. Perjanjian kerja ini tidak hanya diperuntukkan untuk founder saja, tetapi juga untuk seluruh karyawan yang bekerja untuk kepentingan startup. Dengan adanya perjanjian kerja ini, manajemen dapat mengatur lingkungan kerja bagi seluruh tim startup.

  • Perjanjian Lisensi

Perjanjian ini juga perlu dibuat untuk dapat menjaga produk atau jasa yang dihasilkan oleh startup. Dengan adanya perjanjian ini, tidak akan terjadi kasus pencurian ide yang biasanya sering terjadi. Selain itu, perjanjian lisensi juga untuk menjamin keuntungan ekonomi dari produk atau jasa yang dihasilkan.

  • Founder Agreement

Founder agreement merupakan perjanjian yang disepakati oleh seluruh founder yang ingin mendirikan startup. Ada banyak hal yang terdapat di dalam founder agreement. Founder agreement sangat diperlukan saat akan membangun bisnis startup bersama orang lain untuk menjaga komitmen satu sama lain. Selain itu, kesepakatan ini dapat mempermudah komunikasi dan penyelesaian konflik yang terjadi diantara seluruh founderFounder agreement juga dapat meminimalisir dampak dari perselisihan founder yang terjadi.

Untuk kamu yang ingin merintis bisnis startup bersama teman-temanmu, pastikan membuat surat perjanjian yang legal untuk mengatur seluruh peran founder dalam mengembangkan startup yang dirintis. Sebelum merintis startup, kamu dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu untuk menentukan langkah yang tepat. salah satu layanan konsultasi legal yang bisa kamu gunakan adalah Kontrak Hukum.