Skip to main content

Surabaya, Ibu Kota Provinsi
Jawa Timur (Jatim), menjadi surga investasi bagi para pelaku usaha. Berdasarkan
laporan Realisasi Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal
Dalam Negeri (PMDN) yang disampaikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM), realisasai investasi penanaman modal Jatim sepanjang tahun 2020
mencapai Rp78,3 triliun yang telah meningkat 33% dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, kota
Surabaya menduduki peringkat pertama total realisasi PMA dan PMDN di Jatim
dengan mencatatkan angka Rp16,8 triliun serta peringkat pertama pula untuk
kategori PMDN dengan angka Rp15,8 triliun. Pertumbuhan positif ini merupakan
kebangkitan investasi di Jatim yang telah mengalami penurunan selama tahun 2017
dan 2018. Dengan data tersebut, kota Surabaya menjadi pilihan apik untuk
memulai atau bahkan mengembangkan bisnis. Hal ini dikarenakan Surabaya memiliki
beberapa daya tarik yang tidak dimiliki kota lainnya.

Pertama, Surabaya terletak
di lokasi strategis
. Kota Surabaya berada di pantai utara
Pulau Jawa bagian timur dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa. Letak
tersebut menjadikan Surabaya sebagai kota yang komersial untuk bisnis ekspor
dan impor. Selain itu, Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia
setelah DKI Jakarta dan merupakan kota metropolitan terbesar di Jatim. Tidak
heran jika Surabaya menjadi pusat perdagangan di wilayah timur Indonesia dan banyak
perusahaan-perusahaan besar yang berdiri di sana.

Kedua, Surabaya mempermudah
izin usaha.
Pemerintah Surabaya membentuk Surabaya
Single Window
(SSW) yang merupakan layanan pengurusan perizinan yang
terintegrasi secara online. Sistem tersebut bertujuan untuk mempermudah
pelaku usaha di Surabaya mendapatkan izin bisnisnya. Dengan adanya SSW ini,
proses perizinan usaha terpangkas dan penyelesaiannya lebih cepat karena
diajukan secara paralel. Jika pengurusan perizinan mudah, maka masyarakat dalam
negeri atau luar negeri akan berlomba-lomba untuk mulai berbisnis dan menanamkan
modalnya di Surabaya. Sedikit informasi tambahan, pada September 2020,
pemerintah Surabaya mempermudah izin usaha untuk warung kopi atau kedai cafe
yang hanya membutuhkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) saja dan bisa didapatkan
dalam waktu 1 jam.

Ketiga, Surabaya
memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat.
Pada tahun 2017, Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim mencapai Rp1.482,15 triliun yang nyaris
seperempatnya (24,61%) berasal dari Surabaya. Pada tahun yang sama, perekonomian
Surabaya tumbuh sebesar 6,13% secara tahunan. Capaian tersebut lebih cepat
daripada pertumbuhan Jatim sebesar 5,45% maupun nasional sebesar 5,07%. Oleh
karenanya, dapat dibilang Surabaya menjadi salah satu motor penggerak ekonomi
Indonesia.

Keempat, Surabaya
sebagai kota wisata terbaik.
Titel tersebut
diberikan oleh Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018. Pada tahun
tersebut, Surabaya berhasil mengalahkan Kota Denpasar di posisi kedua dan
Bandung di posisi ketiga. Dengan daya tarik yang cukup tinggi, bukanlah hal
aneh jika terdapat banyak tempat wisata yang dibangun di Surabaya seperti objek
wisata alam, wisata sejarah, dan wisata belanja serta banyak investor yang
tertarik untuk ikut menanamkan modalnya di Kota Pahlawan.

Mendirikan bisnis di
Surabaya patut dipertimbangkan. Apalagi Kontrak Hukum cabang Surabaya siap
membantu Sobat KH dalam mendirikan PT hingga mendapatkan legalitasnya. Tanpa harus
membagi fokus, urusan Sobat KH selesai dalam hitungan hari. Silakan kontak kami
di Instagram @kontrakhukum jika ingin berkonsultasi mengenai pendirian PT di
Surabaya atau hubungi 0821-2555-5332. Kalau begitu, sudah siap kah Sobat KH
menjadi Crazy Rich Surabayan?

Mariska

Resident legal marketer and blog writer, passionate about helping SME to grow and contribute to the greater economy.