UMKM Bisa Ikut Tender Proyek Pemerintah!

Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah resmi berlaku di Indonesia. Aturan pelaksana dari UU Cipta Kerja ini menambah lagi daftar keuntungan yang dapat diperoleh oleh Usaha Mikro Kecil (UMK) di Indonesia. Dalam aturan yang baru, UMK kini bisa mengikuti tender proyek pengadaan barang dan jasa yang diadakan pemerintah dengan nilai transaksi hingga Rp 15 miliar dari nilai sebelumnya yang hanya mencapai Rp 2,5 miliar. Selain bertujuan untuk memberikan kemudahan dan perluasaan usaha kepada UMK (ease of doing business), aturan ini juga diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi bagi UMK yang terkena dampak Pandemi Covid-19. Namun untuk mengikuti tender proyek pemerintah, UMK tentu harus melewati berbagai proses dan memenuhi sejumlah persyaratan. Apa saja syaratnya dan bagaimana caranya? Mari simak penjelasan berikut.

 

Pengadaan barang dan jasa melalui penyedia merupakan cara memperoleh barang/jasa yang disediakan oleh pelaku usaha (penyedia) berdasarkan kontrak antara lembaga pemerintah dengan pelaku usaha yang biasanya didahului dengan pemilihan. Salah satu metode pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya adalah tender. Penyelenggaraan pengadaan barang/jasa oleh Pemerintah dilakukan secara elektronik menggunakan sistem informasi yang juga dikenal dengan nama Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). SPSE ini dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

 

Menurut Pasal 65 PP No. 12 Tahun 2021, pelaku usaha kecil yang dapat mengikuti pengadaan barang/jasa dari pemerintah terdiri atas usaha mikro dan usaha kecil. Untuk pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bisa dipegang oleh usaha kecil nilai pagu anggarannya mencapai Rp 15 miliar. Pelaksanaan pemilihan melalui tender/seleksi harus melewati beberapa proses, diantaranya:
a. Pelaksanaan Kualifikasi.
    Sebelum melakukan tender, pemerintah akan melakukan pengumuman akan diadakannya
    tender atau memberikan undangan melalui aplikasi SPSE bagi pelaku usaha yang dianggap mampu.

    Untuk dapat mengikuti e-Tendering/e-Seleksi, pelaku usaha wajib melakukan pendaftaran pada aplikasi
    SPSE/SIKaP terlebih dahulu.Setelah melakukan pendaftaran dan memenuhi kelengkapan dokumen
    maka Kelompok Kerja Pemilihan (Pokja Pemilihan) akan melakukan evaluasi kualifikasi. Selanjutnya 

    pelaku usaha akan mengikuti proses pembuktian kualifikasi. Salah satu pembuktian yang dilakukan 

    adalah menunjukkan surat izin usaha yang asli dan/atau fotokopi yang dilegalisir oleh pihak yang 

    berwenang. Jika hasil pembuktian kualifikasi terdapat data atau dokumen yang meragukan, Pokja 

    Pemilihan dapat melakukan klarifikasi kepada penerbit dokumen misal ke Pelayanan Terpadu 

    Satu Pintu (PTSP) atau Badan Pelayanan  Perizinan Terpadu (BP2T) setempat. Apabila hasil 

    klarifikasi dokumennya palsu maka penyedia dapat digugurkan dan dimasukkan dalam daftar hitam.

bPengumuman dan/atau undangan.
    Undangan akan disampaikan untuk calon peserta tender/daftar pendek seleksi yang dinyatakan lulus
    
rakualifikasi dan masuk daftar pendek. Pengumuman tender/seleksi pascakualifikasi merupakan
    
awal proses pemilihan.

c. Pendaftaran dan pengambilan dokumen pemilihan.
    Peserta melakukan pendaftaran dan mengunduh Dokumen Tender/Seleksi melalui

    aplikasi SPSE.
dPemberian penjelasan
    Pemberian penjelasan mengenai tender dilaksanakan secara online oleh Pokja Pemilihan.
ePenyampaian dokumen penawaran
    Peserta tender dapat menyampaikan dokumen penawaran kepada Pokja Pemilihan.
fEvaluasi dokumen penawaran.
    Selanjutnya Pokja Pemilihan akan melakukan evaluasi administrasi, evaluasi teknis, dan evaluasi harga.
gPenetapan dan pengumuman pemenang.
    Setelah melakukan evaluasi, Pokja Pemilihan akan mengumumkan pemenang tender melalui aplikasi

    SPSE.
h. Sanggah.

    Peserta yang memasukkan penawaran dapat menyampaikan sanggahan secara elektronik
   
atas penetapan pemenang kepada Pokja Pemilihan setelah pengumuman pemenang

   disertai bukti terjadinya penyimpangan, dengan tembusan kepada PPK, PA/KPA 

   dan APIP Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang bersangkutan. 


Seperti yang telah disebutkan diatas, untuk menjadi calon peserta tender maka pelaku usaha harus terlebih dahulu melewati proses pelaksanaan kualifikasi     dimana salah satu tahapan didalamnya adalah melakukan pendaftaran di LPSE. Untuk mendaftar sebagai penyedia barang/jasa, pelaku usaha dapat mengakses website LPSE kota terdekat, misalnya di LPSE DKI Jakarta melalui laman Proses Registrasi Penyedia Baru - 1. Pelaku usaha tidak perlu khawatir bahwa akun penyedia tidak dapat digunakan untuk mengikuti tender di kota lain karena akun tersebut dapat berlaku secara nasional. Sehingga pelaku usaha tetap dapat mengikuti tender yang berbeda domisili dari lokasi pendaftaran penyedia dilakukan. Untuk mendaftar menjadi calon penyedia barang/jasa, maka pelaku usaha harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu :

  1. Memiliki email dari usaha yang dimiliki. Email ini digunakan untuk melakukan pendaftaran di website.
  2. Mengunduh dan mengisi form pendaftaran online secara lengkap (identitas perusahaan, izin usaha, pemilik, pengurus, dsb).
  3. Menyiapkan berkas/dokumen pelengkap, seperti :
    1. KTP Pelaku Usaha/Direksi/Direktur/Pejabat perusahaan yang berwenang.
    2. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)/Surat Izin Jasa Konstruksi (IUJK), Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), Izin usaha lain sesuai bidang masing-masing.
    3.  Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
    4. Surat Keterangan Domisili Usaha (SITU).
    5. Akta Pendirian Perusahaan dan Akta Perubahan Akhir.
    6. Pengesahan akta yang diterbitkan oleh Kemenkumham (khusus PT).
    7. Formulir keikutsertaan yang telah diisi dan ditandatangani di atas materai.

Berkas yang sudah lengkap tersebut dapat dibawa ke kantor unit LPSE pelaku usaha mendaftar untuk melakukan verifikasi perusahaan. Setelah diverifikasi dan diterima, user id dan password akan diaktifkan sehingga pelaku usaha dapat menjadi penyedia barang/jasa serta mengikuti proses lelang elektronik yang ada di LPSE.

Nah Sobat KH, itulah penjelasan mengenai syarat dan cara mengikuti tender proyek pemerintah. Cukup dengan memiliki IUMK ternyata UMK sudah dapat mengikuti tender dengan nilai pagu anggaran hingga Rp 15 miliar lho. Besarnya anggaran tersebut tentu membuat Pokja Pemilihan akan memeriksa secara cermat para calon penyedia barang/jasa. Salah satunya adalah izin usaha yang dimiliki. Penting bagi pelaku usaha untuk memberikan legalitas yang sah kepada usaha yang dimiliki agar tidak masuk ke daftar hitam karena jika masuk ke daftar hitam, UMK tidak bisa mengikuti tender.


Kontrak Hukum dapat membantu Sobat KH yang saat ini belum memiliki IUMK melalui jasa pembuatan izin usaha. Kontrak Hukum menjamin Sobat KH akan mendapatkan legalitas usaha tanpa kendala. Lebih lanjut Sobat KH bisa langsung mengunjungi laman https://kontrakhukum.com/services/iumk. Segera urus IUMK kalian ya agar Sobat KH dapat menikmati keuntungan yang diberikan pemerintah untuk UMK salah satunya adalah mengikuti tender dengan nilai miliaran. Apabila sobat KH memiliki pertanyaan mengenai legalitas UMKM di Indonesia atau masalah hukum lain, jangan ragu untuk hubungi Kontrak Hukum di 0821-2555-5332!