Skip to main content

Setiap orang yang ingin memulai bisnis pasti sudah menyiapkan strategi tersendiri bagi bisnisnya, termasuk mempertimbangkan pemilihan franchise atau usaha sendiri.

Ya, meskipun terlihat berbeda, tujuan keduanya sama yaitu untuk mendapatkan keuntungan dengan modal terjangkau. Namun, baik franchise maupun usaha sendiri pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Nah, agar tak salah menentukan strategi dalam memulai bisnis, di bawah ini kami akan menjelaskan beberapa hal mengenai franchise dan usaha sendiri. Dengan memahami perbedaan keduanya, maka kamu bisa lebih mudah dalam menentukan bisnis mana yang tepat bagimu.

Franchise Vs Usaha Sendiri

Saat Sobat KH ingin memulai usaha sendiri, maka kamu harus membangun bisnis tersebut dari nol. Meski begitu, kamu bisa lebih bebas dalam berinovasi dan bereksperimen, namun tingkat resiko-nya jauh lebih tinggi.

Berbeda dengan franchise, yang merupakan bentuk kerja sama bisnis dengan prinsip kemitraan. Bagi yang menjalankan bisnis ini, tidak perlu repot memikirkan reputasi brand, manajemen, atau menyediakan peralatan mengingat semua hal tersebut sudah disediakan oleh pemilik usaha (franchisor).

Selain itu, membuka usaha sendiri pasti lebih sulit dibandingkan franchise, namun lebih bebas dalam mengatur bisnis yang dijalankan. Sedangkan, ketika memilih franchise, maka kamu tidak perlu lagi memperkenalkan bisnis dari awal.

BACA JUGA: 5 Ide Bisnis Franchise Non Makanan Paling Menjanjikan, Berani Coba?

Hal ini karena biasanya produk yang ditawarkan bisnis franchise sudah dikenal di masyarakat. Meski begitu, kamu juga harus cermat memilih franchise yang akan dijalankan. Jangan sampai salah dan justru membuatmu merugi.

Kelebihan & Kekurangan Franchise Vs Usaha Sendiri

Bisnis franchise dan usaha sendiri tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, baik dari segi reputasi merek, strategi, kepemilikan bisnis, hingga keuntungan. Berikut penjelasannya:

1. Merek Dagang

Merek Bisnis Franchise

Dengan memilih franchise, kamu bisa menggunakan merek dagang perusahaan franchisor. Sehingga kamu tak perlu repot-repot memikirkan hal ini karena semua telah disediakan.

Sayangnya, kamu tidak bisa mengubah konsep bisnis franchisor karena ada standar usaha yang telah ditetapkan dan tidak boleh dilanggar. Sehingga tidak cocok bagi kamu yang suka berinovasi.

Merek Usaha Sendiri

Dengan membangun usaha sendiri, kamu memiliki hak 100 persen dalam segala hal yang berkaitan dengan bisnis. Mulai dari menentukan produk yang akan dijual, target bisnis, konsep bisnis, hingga cara menjualnya.

2. Strategi Bisnis

Strategi Bisnis Franchise

Sistem bisnis franchise sudah melakukan uji coba terlebih dahulu. Sehingga meskipun akan tetap ada risiko gagal, namun kamu tidak perlu memulai strategi bisnis dari nol.

Yang perlu diketahui adalah, setiap franchisee terikat pada perjanjian franchisor. Sehingga franchisee tidak diperkenankan menjual bisnis waralabanya kepada pihak lain.

Strategi Usaha Sendiri

Dengan memulai usaha sendiri, maka kamu berhak atas kepemilikan penuh terhadap bisnis tersebut. Jika suatu hari bisnis sudah tidak menguntungkan, maka kamu bebas menjualnya.

Hal ini karena kamu adalah pemegang kepemilikan mutlak dalam bisnis, sehingga kamu bebas melakukan apa saja dengan kepemilikan tersebut.

3. Lokasi

Lokasi Bisnis Franchise

Dalam bisnis franchise, kamu tidak perlu kebingungan karena franchisor akan membantumu menganalisa lokasi yang akan digunakan untuk membuka bisnis waralaba.

Lokasi Usaha Sendiri

Lokasi manapun yang dianggap menguntungkan dapat digunakan sebagai tempat usaha. Tidak ada persyaratan apapun untuk menentukan lokasi usaha, tergantung pada pertimbangan keuntungan dan kerugian sebagai pemilik usaha.

4. Supplier

Supplier Bisnis Franchise

Biasanya franchisor sendirilah yang akan menjadi supplier bagi seluruh bisnis franchise-nya. Kamu tidak diperkenankan membeli bahan baku dari supplier lain sekalipun ada yang menawarkan keuntungan lebih.

Supplier Usaha Sendiri

Menjalankan usaha sendiri berarti kamu bisa memilih supplier mana saja dan menggantinya kapanpun kamu merasa ada supplier lain yang lebih menguntungkan.

5. Potensi Konflik

Konflik Bisnis Franchise

Sistem bisnis ini sangat mengandalkan perjanjian kerja sama dan sangat sensitif dan rentan konflik. Jika terjadi ketimpangan dalam praktek usaha, potensi konflik antara franchisor dan franchisee sangat besar. Tidak jarang konflik ini membawa kerugian besar bagi keduanya.

Konflik Usaha Sendiri

Dalam menjalankan bisnis sendiri, ikatan yang terpenting adalah antara perusahaan dan target pasar atau supplier-nya. Tidak ada ikatan lain yang memberikan pengaruh signifikan pada keberlangsungan usaha tersebut. Sehingga usaha sendiri memiliki potensi konflik yang lebih rendah dibandingkan bisnis franchise.

6. Training

Training Bisnis Franchise

Tak perlu khawatir jika kamu merupakan pemula dan belum memiliki pengalaman bisnis sama sekali. Franchisor akan memberikan training kepada setiap franchisee-nya sehingga kamu tidak merasa buta arah dalam menjalankan bisnis.

Training Usaha Sendiri

Jika menjalankan usaha sendiri, tidak ada training. Justru kamu yang harus merencanakan training apa yang ingin diberikan kepada karyawan di dalam perusahaan nantinya.

7. Popularitas & Reputasi Bisnis

Reputasi Bisnis Franchise

Produk franchise biasanya sudah dikenal banyak orang, sehingga kamu tak perlu repot membangun reputasi dan popularitas produk tersebut. Namun, jika nantinya terjadi masalah dan mencoreng nama baik merek franchise tersebut, kamu pun akan terkena imbasnya, sekalipun tidak melakukan kesalahan dalam praktek usaha yang kamu pegang.

Reputasi Usaha Sendiri

Menjalankan usaha sendiri berarti kamu harus memperkenalkan dan membangun reputasi bisnis tersebut dari nol. Hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah dan membutuhkan proses. Tingkat keberhasilannya pun tidak dapat dipastikan.

8. Promosi

Promosi Bisnis Franchise

Dalam sistem franchise, promosi akan dilakukan bersama dimana pihak franchisor akan memberikan arahan promosi pada setiap franchisee, sehingga jangkauannya akan lebih luas.

Promosi yang dilakukan oleh outlet franchisee lain juga akan memberikan dampak positif bagi usahamu.

Promosi Usaha Sendiri

Jika mendirikan usaha sendiri, promosi yang dilakukan hanya terbatas pada outlet yang dimiliki. Sehingga jika ingin memperluas jangkauan promosi, maka akan membutuhkan biaya lebih.

9. Keuntungan

Keuntungan Bisnis Franchise

Jika ingin memulai bisnis franchise, ada royalti yang harus dibayarkan di awal usaha. Sehingga kamu harus merogoh kocek cukup besar hanya untuk mendapatkan izin lisensi usaha tersebut. Jika modal tidak banyak, maka akan cukup sulit untuk membeli franchise.

Keuntungan Usaha Sendiri

Kamu bebas menentukan sendiri bagaimana cara mengembangkan bisnis demi mendapatkan keuntungan. Tidak ada aturan yang membatasi untuk membuka cabang baru atau merambah sektor baru.

Satu-satunya aturan yang menjadi batasan hanyalah aturan pemerintah. Sehingga kamu bisa mencoba berbagai cara untuk melipatgandakan keuntungan-mu.

Penutup

Baik bisnis franchise maupun usaha sendiri memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menambah keuntungan pemilik usaha. Ada banyak pertimbangan yang harus diperhatikan untuk menentukan sistem bisnis mana yang akan kamu jalankan, semuanya tergantung prioritas dan pilihan-mu.

Namun, apapun sistem bisnisnya, pastikan kamu mengetahui dan memperhatikan legalitas bisnis tersebut.

Jika kamu memilih usaha sendiri, pastikan untuk mengurus legalitas bisnis seperti NIB, akta pendirian perusahaan, NPWP, dan izin usaha lainnya demi kredibilitas dan produktivitas bisnis. Sehingga mengurangi risiko terjadinya masalah hukum di kemudian hari.

BACA JUGA: Yuk Pahami dan Urus Dokumen Legalitas untuk Bisnis Franchise!

Begitupun juga dengan bisnis franchise, kamu juga perlu memperhatikan legalitas sesuai ketentuan seperti STPW dan perjanjian franchise. Ini dapat menjadi bukti kuat dan menjadi dasar dalam melakukan hal-hal yang telah disepakati antara franchisor dan franchisee.

Selain itu, adanya legalitas bisnis franchise juga bisa mencegah timbulnya masalah di kemudian hari karena masing-masing dapat mengetahui hak dan kewajibannya, serta mendukung kelancaran pelaksanaan bisnis.

Kontak KH

Nah, bagi Sobat KH yang masih galau dan bingung untuk memilih jenis bisnis yang akan dijalankan, baik itu bisnis franchise ataupun usaha sendiri, bisa konsultasikan saja dengan Kontrak Hukum.

Sebagai platform legal digital, kami telah dipercaya oleh ribuan perusahaan dan bisnis di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan termasuk terkait pengurusan dokumen legalitas usaha dan bisnis franchise.

Adapun layanan yang disediakan mencakup pengurusan izin usaha sendiri, izin usaha franchise, hingga pembuatan perjanjian franchise. Lengkap, terjangkau, dan terjamin aman sehingga nantinya tidak mengalami kerugian karena kurangnya pemahaman dan pemenuhan legalitas bisnis.

Untuk melihat informasi layanan sesuai kebutuhan, silakan kunjungi laman Layanan KH – Memulai Usaha. Jika ada pertanyaan lainnya, kamu juga bisa hubungi kami di Tanya KH ataupun mengirimkan direct message (DM) ke Instagram @kontrakhukum.

Mariska

Resident legal marketer and blog writer, passionate about helping SME to grow and contribute to the greater economy.